Batas Antara Cinta & Realita

Selasa, 07 November 2017


Suatu hari ada yang pernah reply di tab mensyen gue.
Lupa sih isi tepatnya, tapi kurang lebih sih kira-kira kalimatnya seperti ini : “Wah sekian tahun lagi kalo aku udah nikah dan punya anak, aku bisa nge-drama sebebas ini lagi gak yah?”

Gue tercenung sejenak dan ingatan gue pun mau tidak mau melayang ke sekitar 17 tahun yang lalu ketika gue sedang terobsesi dengan geng F4 dari Meteor Farden, sebuah drama Taiwan yang saat itu sedang happening.

Saat itu situasinya gue baru aja diterima kerja dan masih pacaran sama Abah. Setelah sebelumnya sempat tergila-gila dengan dorama Jepang seperti Tokyo Love Story, Ordinary Love hati gue pun akhirnya berlabuh di geng 4 cowok ngeselin tukang bikin onar tapi kerap kali membuat hati berdebar di drama Meteor Garden.

Drama itu muncul dalam kehidupan gue di era kegelapan yang mana internet belum semudah sekarang. Jadi kalo mau fangirling ribet amat ya Allah. Gue teringat, selain rajin beli tabloid yang isinya berita tentang Jerry Yan, gue juga rajin bergentayangan di Cikapundung buat nyari majalah bekas tentang mereka hahaha.

Ketika gue sedang jongkok di emperan Cikapundung sambil memilih majalah bekas tersebut, sempat terlintas dalam benak gue : Ya Allah nanti sekian tahun lagi kalo gue udah kawin dan punya anak, apakah hidup gue akan masih kayak begini?

masih bergelimang drama

Kado Istimewa untuk Abah

Senin, 30 Oktober 2017



Jadi ceritanya kemaren Abah ulang tahun, yeay!, *iya,maap postingannya emang telat sehari*

Biasanya kita jarang merayakan ulang tahun yang sampe gimana banget sih. Paling ngucapin selamat dan kemudian pergi makan aja. Tempat makan pun gak terlalu special juga sih. Biasa aja. Tapi tahun ini Abah ulang tahun yang ke 40 jadi gue pengen memberikan sesuatu yang rada special. 

 14 tahun nikah + 7 tahun pacaran  = 21 kali rayain ulang tahun abah!
Kalo dipikir-pikir udah lama juga gue gak kasih kado special buat Abah. Special yang gue maksud disini tentu saja haruslah sesuatu yang gak bisa dibeli dengan uang. Sesuatu yang dibuat dengan usaha sendiri dan pake bumbu cinta.

Menanam Kenangan

Senin, 25 September 2017



Menurut KBBI sih kenangan itu adalah sesuatu yang membekas dalam hati dan ingatan kita. 

Untunglah gue gak punya mantan, karena konon katanya sih kenangan akan mantan seringkali terlalu indah untuk dilupakan. Okay, ini sebenernya gue antara naïf atau menyedihkan sih karena gak punya mantan, gue sendiri gak bisa memutuskan hehe.

Tapi yang membuat gue agak tertegun adalah, walopun kita mengalami kejadian tersebut bersama-sama tapi ternyata kenangan yang terekam dalam benak kita bisa jauh berbeda lho. Gue merasa tersentak ketika menyadari hal tersebut disela-sela obrolan santai bareng Kayla dan Fathir.

Yah, karena kita gak pernah bisa menyelami hati dan perasaan orang lain walaupun anak kita sendiri. Kejadian yang menurut kita biasa-biasa aja, ternyata buat mereka mampu menimbulkan kesan mendalam dan terkenang-kenang terus dalam relung hati mereka.

Sedangkan kejadian yang menurut kita fenomenal dan menggetarkan banget, ternyata terkubur dan pudar begitu saja dalam ingatan mereka. Like seriously Kayla! Masa sih kamu bisa-bisanya gak inget sama sekali betapa rempongnya Mama yang pernah berhari-hari begadang di rumah sakit nemenin kamu yang lagi diare parah! KZL!

Jadi di postingan kali ini, gue bakal cerita sedikit aja tentang perbedaan persepsi  dan sudut pandang kenangan yang telah terjalin antara gue dan anak-anak.

Berbagai Jenis Cinta dalam Drama Korea part 2

Senin, 18 September 2017

Akhirnya postingan yang telah mengendap sekian lama di draft ini terselesaikan jugak. Dasar blogger kurang dedikasi!

Di postingan ini gue akan mengulas secara mendalam tentang sejarah percintaan gue dengan para karakter di Kdramaland. Akan gue definisikan secara komprehensif awal muasal dari mana benih cinta itu muncul, mulai tumbuh bersemi dan bagaimana pada akhirnya posisi mereka bersemayam di hati gue *manteb bosque*

Biar makin greget, silahkan baca part 1-nya dulu yah : Berbagai Jenis Cinta dalam Drama Korea

Sebelumnya perlu gue tegaskan terlebih dahulu bahwa disclaimer-nya adalah tulisan ini akan sangat subjektif dan personal karena memang dipengaruhi oleh selera dan preferensi gue dalam menonton drama Korea.

Cinta Paripurna : Park Hyung Sik

Dari segi fisik Park Hyung Sik telah terbukti tampan secara konsisten. Kadar ketampanannya sudah

Nongkrong Asyik & Produktif di Rumah Cantik K-Link

Senin, 04 September 2017



Menjadi seorang ibu merupakan titik balik terbesar dalam hidup gue.

Kalau boleh jujur sih ada masa-masa ‘kegelapan’ dalam hidup gue, dimana saat itu gue terlalu asyik berperan menjadi seorang Ibu, sampai-sampai ‘kelupaan’ menjadi diri sendiri. Ujung-ujungnya gue jadi jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang hanya berkutat di seputar anak-anak. Hidup dengan cara seperti itu menurut gue sangat ‘tidak sehat’.

Dan karena kelelahan gue pun jadi mudah tersulut. Ketika berada pada situasi yang tidak gue inginkan, sering terlontar tuh sama anak ucapan seperti : Mama udah keluar kerja demi kamu lho, Mama udah gak pernah jalan lagi ama temen-temen  Mama demi kamu lho, kamu kok gitu sih sikapnya padahal Mama udah bela-belain gini lho sama kamu!

Berdasarkan pengalaman gue sih, ketika kita berlebihan mencurahkan segala sesuatunya untuk anak-anak kita, maka efek sampingnya adalah kita akan PAMRIH. Kita akan berbalik menuntut anak kita untuk menjadi apa yang kita inginkan. Semacam gak ikhlas gitu sih.

Gue tahu itu, soalnya gue pernah mengalaminya.

Untunglah masa itu sudah terlewati. Gue menyadari bahwa saat itu gue hanya kurang pikinik, kurang selfi dan kurang browsing. Dan sekarang sih udah insap hehe. Gue udah berhenti menyalahkan anak-anak gue atas situasi apa pun yang sedang gue hadapi saat ini.  

Gue percaya bahwa sebelum bisa menjadi Ibu yang baik, kita harus mampu menjadi manusia yang utuh terlebih dahulu. Menjadi bahagia adalah kuncinya. Ibu yang bahagia akan mampu menularkan perasaan bahagianya kepada anak-anaknya. Happy mommy, happy children!

Saat itu barulah gue menyadari betapa pentingnya ‘me time’ bagi seorang Ibu! Memiliki waktu berkualitas untuk diri sendiri bukan berarti kita gak sayang sama anak lho, tapi merupakan salah satu bentuk ikhtiar supaya kita bisa jadi ibu yang lebih baik dan lebih bahagia.

Selain menjalankan rutinitas sehari-hari sebagai Ibu, ada baiknya kita juga punya waktu buat diri kita sendiri. Gue sangat mendambakan memiliki teman yang satu visi, satu aliran dan satu frekwensi untuk mengisi kehampaan jiwa ketika sedang lelah *bahasanya mulai derama!*

Kekuatan Nasi Padang!

Senin, 28 Agustus 2017



Saat itu gue sedang menonton TV dengan tujuan untuk menambah dan memperluas wawasan gue tentang kehidupan. *nonton insert siang, berita tentang Sarwendah yang ke pasar pake daster* 

Pikiran gue pun menerawang kesana kemari dan tiba-tiba menyadari bahwa ternyata selama ini nasi padang belum pernah sekali pun gue bahas dalam bentuk postingan di blog, padahal nasi padang telah menempati posisi yang sangat spesial di sudut hati gue. 

Gue pun tercekat selama 46 detik dan akhirnya memutuskan untuk membuat postingan receh ini. *udah cukup dramatis dan plot twist belum nih opening aing!*

Nasi padang merupakan comfort food gue yang paling hakiki setelah indomie ayam bawang yang biasanya sangat nikmat disantap tengah malam sembari nge-drama *kemudian gelisah mikirin berapa besar kalori yang mengendap di tubuh tapi tetap dimakan juga, dan kemudian diulangi lagi keesokan harinya. Siklus berkepanjangan tiada akhir*

Masalahnya kalo buat gue sih, sampai detik ini kayaknya gue belum pernah nemu nasi padang yang rasanya gak enak lho. Mungkin emang standard gue aja yang rendah kali yah, tapi perasaan gue mah semuanya enak-enak aja sih. 

Dan kalo abis makan nasi padang hati ini rasanya bahagia bener deh. Apalagi ditambah pake es the manis. Lengkap sudah kebahagiaanku. *anaknya mudah dibahagiakan*

Maka dalam postingan ini akan gue jabarkan arti keberadaan nasi padang dalam kehidupan gue yah!

Berusaha Adil, Tapi Gagal!

Kamis, 10 Agustus 2017

Akhirnya blognya apdet lagi, setelah jutaan tahun cahaya tak terjamah oleh pemiliknya.

Padahal sang pemilik blog gak lagi sibuq ngapa-ngapain juga sih, cuma berasa lagi rada jenuh aja gitu. Tapi akhirnya ia memutuskan untuk menghempaskan kejenuhan yang melanda dan balik ngeblog lagi setelah pulang belanja dari Indomaret.

Ada insiden apakah gerangan?

Malu aja sih sama kasir indomaret yang tak kenal jenuh dan selalu nawarin buat beli pulsa kepada para konsumennya setiap kali abis belanja. Padahal selalu ditolak mentah-mentah karena sang pemilik blog setia membeli pulsa di warung Mama Ajeng. 

Gila aja sih, dia aja kagaq jenuh nawarin pulsa terus tiap hari, masa gue baru ngeblog berapa tahun aja pake jenuh segala, hih! *sang pemilik blog membatin dalam hati kecilnya*

Akhirnya setelah kejadian inspiratif yang menggugah dari sang kasir tersebut, ia pun memutuskan untuk ngeblog kembali.

Demikianlah intro kurang berfaedah tentang kejenuhan seorang blogger yang sedang berusaha untuk bangkit ngeblog kembali. Mohon diberi percikan semangat dari pembacanya yah.
*walopun ragu juga apakah blog gue ini masih ada yang baca bhahahaha*



Berhubung udah lama gak nulis dan masih pemanasan, jadi kali ini gue cuma mau curhat ringan aja tentang kelakuan Kayla & Fathir kalo lagi pada berantem, dan gimana cara gue mengatasinya.

Berburu Baju Koko untuk Lebaran

Selasa, 13 Juni 2017

Udah masuk pertengahan puasa mudah-mudahan masih pada setrong menjalankan ibadah dan tidak terlalu medambakan THR dan invoice yang belum pada cair yak! *bukan gue itu mah*

Aneh bangetlah selama bulan puasa ini, setiap kali mau ngeblog kok gue bawaannya laper yah? *blogger kurang istiqomah*. Dan apabila godaan lapar semakin membara, biasanya gue pun mengeluarkan jurus pamungkas yaitu...tidur hehe.

Akhirnya jadi gitu deh setiap kali mau ngeblog, gue laper, kalo laper gue tidur deh. Begitu aja terus kelakuan gue sampe Satria memutuskan mau milih Renata atau Hana *labil amat nih orang, kzl*

Makanya selama bulan puasa jadwal ngeblog suka bentrok ama jadwal tidur nih *sungguh alasan yang kurang bermartabat*

Jadi di postingan kali ini gue cuma mau cerita random dikit aja tentang puasa deh yah.

Cerita Fathir di Bulan Puasa

Tahun ini merupakan tahun ke 2 Fathir berpuasa sampai penuh. Tahun kemarin sih puasanya tamat sampai sebulan, mudah-mudahan sih tahun ini juga tamat deh yah.


Tapi seperti biasa kelakuan Fathir ketika berpuasa suka rada kocak gitu deh, kerjanya setiap berapa

Ikutan Funwalk di Pantai Losari Makassar untuk Kampanye Hemat Energi

Senin, 29 Mei 2017



Beberapa waktu yang lalu gue abis jalan-jalan ke Makassar lho!

Perjalanan kali ini tidak sekedar nge-receh belaka dan lumayan berfaedah karena gue menghadiri hajat besar yang diadakan oleh Kementerian ESDM yang tengah mengadakan campaign Hemat Energi #Potong10Persen.

Acaranya diadakan secara serentak di 3 kota yaitu Balikpapan, Bali dan Makassar pada tanggal 21 Mei 2017. Beruntung banget deh gue kedapetan untuk bertugas ke Makassar, karena memang belum pernah. Bahkan dari dulu udah berhasrat  pengen kepo-in Pantai Losari yang katanya sih keren sambil ngemil coto Makassar.  

Dan kok bisa kebeneran, kita dikasih hotel yang tinggal nyeberang doang udah sampai ke Pantai Losari, bahkan acara utamanya berupa funwalk pun diadakan di Pantai Losari juga. Yeay!

Funwalk di Pantai Losari Makassar (captured by ; mbak Evi Indrawanto)

Tentang Standup Comedy - Not So Special!

Senin, 17 April 2017

Sedari dulu sesungguhnya gue suka banget standup comedy.

Kalo yang mengikuti blog gue dari awal sejak di blogdetik, mungkin pernah membaca pengalaman absurd gue yang pernah nekad ikutan open mic di StandupIndo Bandung.

Ada suatu masa ketika gue rajin banget dateng ke Bober Cafe, tempat nongkrong para komika Bandung untuk ikutan sharing tentang standup comedy. Bahkan tidak jarang gue beneran bikin materi dan kemudian nekad melakukan open mic selama 10 menit yang mengerikan di atas panggung hahaha.

fotonya pada burem karena udah berjuta tahun yang lalu
Terus kenapa berhenti? Ehm, karena gak ada yang nganter hehehe. 

Jadi acara seperti itu biasanya diadakan pada malam hari di cafe. Abah waktu itu mengijinkan gue untuk pergi dengan catatan kalau gue diantar dan didampingi oleh salah seorang adek cowok gue, yang mana gue paham banget lah yah maksud Abah. Sesungguhnya gue punya 2 orang adek cowok, Om Abang dan Om Adek. Dan ada satu lagi adek ipar cowok gue yaitu Om Anan.

Geng Ibu-Ibu Komplek

Senin, 03 April 2017

Sesungguhnya gue ini orangnya cupu lho!

Yah, walaupun kalau di blog gue terkadang suka banyak gaya dan sok asyik, tapi sesungguhnya dalam kehidupan nyata gue rada kurang gaul. Sejak berhenti bekerja sehabis melahirkan Kayla, gue otomatis lebih sering nongkrong di rumah atau paling banter antar jemput anak sekolah aja. Sekali-sekali dateng ke event blogger, tapi itu pun gak terlalu sering.

Tapi yah emang karena pada dasarnya gue ini anak rumahan yang gak terlalu suka nongkrong sana-sini, jadi gak terlalu masalah juga sih, dinikmati aja. Cukup berikan aku setumpuk novel dan wifi unlimited untuk nge-drama aja deh! *anaknya mudah terpuaskan*

mahluk yang mudah dipuaskan hanya dengan setumpuk novel & wifi unlimited
Suka Duka Hidup di Komplek!

Ruang lingkup pergaulan gue selama ini yah kalo gak sama ibu-ibu di sekolah paling dengan para tetangga di rumah *aku ini emak-emak sekali*

Habis Neriakin Orang!

Rabu, 29 Maret 2017

Hari itu  terasa menyebalkan!

Pagi hari gue diawali dengan membaca pesan di group whatsapp ibu-ibu PKK RT 09 yang menginformasikan bahwa hari itu akan terjadi pemadaman listrik dari jam 8 pagi sampai 4 sore. Katanya sih akan ada perbaikan gardu atau apalah. Hancur sudah jadwal nge-drama gue pagi itu, karena selama ini kan gue nge-drama-nya pake wifi rumah yang mana router-nya gak bakal berfungsi kalo mati lampu. Huft!

Setelah bengong sekejap dan sekedar basa-basi beres-beres rumah sebentar, akhirnya gue pun memutuskan untuk jalan ke mall aja setelah menjemput Fathir sepulang sekolah. Tapi gue lupa bahwa ternyata hari itu Fathir pulang lebih cepat jam 10 karena baru selesai UTS. Gak bisa baca obrolan ibu-ibu di group whatsapp karena wifi gue mati, hiks!

fotonya gak relevan sama isi cerita, tapi tetap dipajang soalnya gue kece sih :)


Untunglah Fathir nelfon, sehingga gue pun terbirit-birit menjemput Fathir ke sekolah sampai gak sempet

Penyakit yang Dibikin Sendiri!

Selasa, 14 Maret 2017


Belakangan ini cuaca di Bandung selimut-able banget. Bikin males, apalagi kalo pagi.

Fathir selalu aja cari-cari alesan supaya gak masuk sekolah, sedangkan gue pun gak mau kalah dan suka cari-cari alesan juga supaya kagak masak hahaha. 

Tapi yang bikin kesel adalah dari begitu banyaknya tempat nongkrong di komplek ini, kenapa sih mang sayur kalo pagi selalu saja mangkal tepat di depan rumah gue? Misterius sekali kelakuan si mang sayur.  Gue yakin ini adalah konspirasi! *gejala emak-emak stres kalo disuruh masak adalah memberikan tuduhan tak berdasar kepada  tukang sayur* 

Eh, tapi emang beneran sih sekarang kita jadi lebih sering masak di rumah. Ehm, okay sejujurnya Abah sih yang lebih sering masak tapi pembelaan gue adalah karena masakan Abah jauh lebih enak dari gue hehe. Sejak kejadian Abah sakit beberapa waktu yang lalu, kita memang berusaha untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat di rumah, walopun tentu saja masih jauh dari sempurna.

#MenujuHidupSehat


Sebenernya tubuh kita telah memiliki sistem imun atau daya tahan yang bisa dipakai untuk melawan segala macam penyakit. Tapi ya tetep aja sih kalau pola hidup yang kita jalankan gak bener, pastinya akan mempengaruhi daya tahan tubuh kita lah.

Kejadian yang Terulang Kembali

Senin, 27 Februari 2017

Ternyata tanpa gue sadari ada beberapa pengulangan dari percakapan atau kelakuan dari Kayla & Fathir selama ini walopun sebenernya sih kurang penting juga. Saking sepelenya, gue yakin kejadian tersebut gak akan mungkin gue ingat kalo gue tidak pernah menuliskannya di blog. 

Memang sih duluuuu banget tujuan awal gue menulis di blog adalah untuk merekam ingatan gue akan berbagai kejadian sepele dalam kehidupan gue sebagai seorang ibu. Tapi walaupun sepele pengen tetap dikenang lah!

Gue pengennya sih sekian tahun ke depan ketika gue membaca tulisan-tulisan lama tersebut, gue bisa tersenyum mengenang berbagai kerempongan ketika gue belajar menjadi ibu, yang mana sampai sekarang pun masih belajar sih. Dan kayaknya emang harus belajar terus sih. Being a mom is an everyday learning. Ya kan? Kan? Kan?

Being a mom is an everyday learning

Pura-Pura Sakit (?)

Senin, 20 Februari 2017



Kayla dan Fathir memiliki penyakit paling susah bangun pagi. Tapi gue gak berani marah-marah kalo lagi bangunin mereka, karena sejatinya penyakit mereka ...sama persis kayak gue! *tutupin muka pake selimut angry bird Fathir*

Untunglah gue menikahi Abah yang baik hati dan penuh pengertian serta selalu bersedia membantu segala kerepotan & drama di pagi hari tatkala sang istri telat bangun, yang mana kejadian telat bangunnya itu hampir setiap pagi haha. Untung aja suami gue bukan Zumi Zola, telat bangun dikit, gue bakalan ditendang muluk kali! Eh, gimana?
 
Tapi beberapa waktu belakangan ini, ketika bangun di pagi hari Fathir sering mengeluh pusing dan merengek supaya gak masuk sekolah.


Mengembara di Alam Fantasi Bersama Drama Korea Goblin

Rabu, 08 Februari 2017



Adakah yang sampai saat ini masih terkena Goblin hangover?

Misalnya aja ketika mati lampu mendadak jadi kegirangan dan sibuk mencari lilin, PADAHAL DI RUMAH PUNYA LAMPU EMERGENCY!

Atau ketika nongkrong di sore hari dan melihat segerombolan anak komplek sedang bermain gembira sembari mengejar kupu-kupu kemudian mendadak terhenyak dan reflek mengomeli mereka *lalu diberikan tatapan aneh oleh ibu-ibu tetangga*

Atau mungkin membuka pintu kamar mandi dan dengan konyolnya berharap langsung nyampe Quebec? 


Ngeselin bangetlah kenapa kok ada orang yang bisa bebas bolak-balik ke luar negeri udah kayak ke kamar mandi aja, mana cuma pake sandal jepit doang. Aku mah mau plesir ke Majalaya aja harus minum antimo dulu sambil bawa bekel rantang.

Drama Korea Ter-Baper 2016 - part 2

Senin, 30 Januari 2017

Bulan Januari telah hampir berakhir, tapi gue dengan leletnya baru kelar bikin review untuk drama Korea tahun 2016!

Agak sulit untuk meneguhkan niat nge-draft postingan apabila hatinya selalu saja digerogoti oleh sosok ahjusi gaptek tapi sotoy yang hobinya nongkrong di playstore. Gak konsen!


*TIUP LILIN TRUS NGUMPET KE BAWAH SELIMUT!*
Kalo ada yang bertanya-tanya mengapakah gerangan postingan ini tahu-tahu udah part 2 aja, silahkan untuk melipir dan baca dulu part 1 disini yah : Drama Korea yang Layak Dibaperin 2016

Walaupun sebenernya kalo menurut gue sih, di Kdramaland itu sejatinya gak ada drama yang bagus atau jelek, yang ada hanyalah apakah drama tersebut sesuai sama selera lo atau gak. Itu aja sih.

Kalaupun ternyata selera gue gak sama dengan elo bukan berarti selera elo lebih jelek atau lebih bagus lho yah, tapi ya udah sih beda selera aja, and it's okay! Karena yang namanya selera itu kan gak bisa diukur dan sulit untuk diprediksi.

Seleb Generasi Millenial yang Tidak Gue Pahami!

Selasa, 10 Januari 2017

Eh tapi, gue gak akan membahas para seleb millenial yang 'ketebak' model mbak Awkarin atau kakak Younglex lho yah!

Jaman sekarang memang cukup banyak seleb socmed yang mulai tumbuh baik dari youtube, twiter, instagram atau blog. Walaupun ada beberapa dari seleb tersebut yang kurang sesuai dengan selera gue ataupun simply karena memang berasa beda aliran atau beda usia, tapi di lubuk hati terdalam gue memahami mengapa mereka bisa menjadi seleb. Gue paham.

Walaupun gue sendiri secara pribadi merasa biasa-biasa aja ketika melihat mereka, atau menonton karya mereka atau apalah, tapi gue mengerti bahwa sejatinya they have certain charm yang bisa membuat mereka memiliki banyak fans dan akhirnya menjadi idola.

Mereka nongol ke permukaaan dan kemudian diperdebatkan sana-sini mengenai kepantasannya untuk menyandang predikat seleb. Ya udah, terserah aja sih. Bebas lah!

Postingan Random Kurang Berfaedah

Kamis, 05 Januari 2017



Udah tahun 2017!

Tadinya sih gue kepengen membuat postingan cetar-membahana-syalala model kaleidoskop atau mungkin semacam renungan kontemplatif penuh makna  yang mencerminkan ke-keren-an gue sebagai seorang blogger sepanjang tahun 2016. Tapi kemudian terhenyak ketika menyadari bahwa ternyata  gue kagak ada unsur kerennya sama sekali hahaha! *iya, gak apa-apa sok ketawa aja, silahkan! Nistai saja aku!*

Dan ternyata ketika diniatkan untuk membuat postingan seperti itu, gue jadi merasa terbebani sendiri dan malah kagak mulai-mulai nulisnya. Akhirnya memutuskan untuk bikin postingan random kurang berfaedah aja, just write for the sake of writing.

Dan anehnya setelah mengambil keputusan tersebut, beban berat terasa terangkat dari pundak gue, hati gue terasa lebih ringan dan jadi berasa pengen nulis lagi. Duh, mentalku ini kok cetek sekali sih, maafkanlah!

Yeay! Selfi pertama di tahun 2017!

Menjajal Perawatan Radio Frekuensi di DF Clinic

Selasa, 03 Januari 2017



Sesungguhnya gue ini termasuk mahluk  yang jarang banget melakukan perawatan khusus untuk wajah, terutama yang agak ribet gitu. Kalau ditanya alasannya mengapa, tentu saja gue akan menggunakan alasan paling berbobot sejagat yaitu : MALAS! *hempaskan sayah ke rawa-rawa*

Perawatan rutin gue sehari-hari untuk wajah biasanya terbatas hanya sekedar rajin membersihkan muka setelah bepergian dan kasih cream cantik kalo mau tidur. Udah itu aja.

Tapi yang namanya usia kan semakin bertambah, sehingga gue merasa bahwa sudah waktunya kulit wajah gue diperlakukan dengan sedikit istimewa *biar gak kalah sama Ha Ji Won* 

 
Beberapa waktu yang lalu gue berkunjung ke klinik kecantikan DF Clinic yang lokasinya berada di daerah Pasteur. Dan kesan pertama yang tertangkap ketika gue berada disana adalah auranya sangat membuat hati tenang dan relaks.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS