Showing posts with label My Sunshine Girl. Show all posts
Showing posts with label My Sunshine Girl. Show all posts

Belajar di Rumah Bersama Zenius Optima

Sunday, July 26, 2020


Sepertinya tidak pernah terlintas sedikit pun dalam benak kita bahwa akan ada suatu masa dalam hidup, di mana kita tidak bisa pergi dengan bebas ke mana pun juga. Bahkan ke sekolah. 

Kebebasan yang selama ini kita anggap enteng, terasa jadi begitu berharga.

Covid-19 yang sedang melanda dunia pada saat ini memang telah berhasil mengubah gaya hidup bahkan cara berpikir kita. Hanya dalam jangka waktu 5 bulan saja, semua rencana yang mungkin sudah kita susun dengan rapi langsung hancur berantakan menjadi serpihan. Tidak bersisa sedikit pun hahaha. 

Rencana mudik lebaran, liburan sekolah, staycation atau apa pun itu batal seketika. Ikhlaskan saja lah yah, karena prioritas utama kita saat ini adalah kesehatan dan keselamatan kita. Tapi hanya sekadar batal liburan sih masih bisa diatasi lah yah.

Sebagai seorang ibu beranak dua sih, justru yang menjadi kekhawatiran utama gue di masa pandemi ini adalah pendidikan anak-anak. Saat ini sekolah masih tutup karena kebijakan pemerintah untuk mencegah terjadinya kerumunan bagi anak-anak. Jadi anak-anak disarankan untuk belajar online di rumah saja.

Awalnya sih, mungkin sama seperti ibu-ibu yang lain gue masih nyantai aja karena pemerintah hanya meminta kita self-quarantine selama 14 hari saja. Dengan naif, gue beranggapan bahwa setelah 14 hari semua akan baik-baik saja dan kembali seperti semula. HAHA.

Tapi ternyata setelah hampir 5 bulan waktu berjalan, kurva semakin naik dan anak-anak masih tetap belajar online di rumah saja. Liburan kenaikan kelas sudah usai. Saat ini anak-anak sudah mulai tahun ajaran baru. Debar-debar kegelisahan pun mulai muncul ke permukaan. Keadaan seperti Ini mau sampai kapan yah? 

Saat ini Fathir masih duduk di kelas 5 SD sehingga proses belajar online di rumah masih berada dalam pengawasan gue. Walau berasanya ribet banget karena harus tergabung di group whatsapp yang berisi guru dan orang tua murid, tapi masih bisa teratasi deh yah. Gue masih bisa membantu Fathir menyelesaikan tugas sekolahnya.

Justru yang menjadi permasalahan bagi gue adalah Kayla yang saat ini duduk di kelas 11.

Kayla temen fangirling kalo di rumah, temen berbagi bias jugak ehehe

Drama Whatsapp Keluarga

Thursday, February 14, 2019


Gue sih berasa sejak ada whatsapp hidup gue jadi makin berisik.

Sejujurnya gue termasuk oknum yang sangat terlambat untuk menginstall whatsapp. Ketika whatsapp mulai booming, gue keukeuh cuma mau pake kakaotalk dan line doang, karena saat itu kebetulan temen-temen gue dari team Touch Korea Tour pakenya itu. Jadi kan bisa sekalian alesan juga untuk menghindar di-invite ke grup-grup yang kurang berfaedah.

Gue akhirnya terpaksa install whatsap, karena ternyata semua bentuk komunikasi untuk mendapat kerjaan dari blog tuh ternyata kebanyakan via whatsapp ahahaha. Gue pun menelan ego gue dan memutuskan untuk ikutan menginstall whatsapp, yah demi apa lagi kalo bukan demi duit lah! *AKU KOTOR* hahaha


Dan mulailah gue terjerat dan terperangkap ke dalam berbagai group super berisik, mulai dari grup reuni, grup keluarga, grup RT, grup pengajian, grup sekolah Kayla, grup sekolah Fathir, grup arisan, grup blogger, grup kdrama, grup ghibah dan grup lainnya!

Pengen Anak Mandiri, Tapi...

Monday, July 23, 2018


Wah, udah lama banget gak nulis dan nengokin blog nih! *kretekin jari*

Berhubung liburan kenaikan kelas kemaren panjaaaang bener, akhirnya hal tersebut turut memberikan efek negatif atas keberadaan blog gue! *mau bilang males nge-blog aja banyak alesan*
Padahal selama liburan kagak ngapa-ngapain jugak sih, tapi yang namanya males sih yah males aja gak butuh alesan kan yah hehehe.

Jadi kali ini gue cuma pengen cerita-cerita sedikit aja tentang usaha gue yang berencana untuk membuat anak-anak sedikit mandiri selama liburan kemaren dengan cara melibatkan mereka dalam kegiatan  beres-beres rumah *modus*

Selama ini Kayla dan Fathir emang udah gue kasih tanggung jawab kecil-kecilan aja di rumah, seperti harus beresin barangnya masing-masing. Untuk Kayla sendiri karena udah SMP, udah gue ajarin sedikit-sedikit buat cuci piring, masak nasi dan tentu saja beresin kamar sendiri. Standard lah yah. Soalnya di rumah gue kan gak pake asisten rumah tangga, jadi wajar aja kalo anak-anak harus mulai diajarin untuk beres-beres sedikit.


Menangkap Kenangan!

Thursday, May 31, 2018


Sebelum nge-heits kebiasaan pajang-pajang foto di media sosial, gue termasuk oknum yang rajin nyetak dan ngumpulin berbagai foto untuk disusun dalam album foto.

Mungkin karena pada saat itu belum era digital dan kita masih pake kamera tanpa kamera depan yang gak bisa dipake selfie itu lah yah. Ribet banget ya Allah, kalo mau dipake harus beli film isi 24 atau 36 dulu. Itu pun ketika dicetak belum tentu hasilnya bagus semua, ada yang kebakar atau kita-nya lagi merem. Gak bisa dikit-dikit jekrek di setiap situasi. Ya udah lah pasrah aja sih. 

Setelah itu filmya dicetak dalam bentuk foto dan kita mendapat klise atau negatif film sebagai backup, yang mana di kemudian hari klise-nya sudah dipastikan akan raib tertelan dalam keheningan malam *apasih*.

Gue juga heran dengan fakta aneh bahwa klise atau negatif film itu SUDAH PASTI bakal hilang lho. Semacam tersedot dengan ajaib dalam ketiadaan gitu sih, lenyap tak berbekas walaupun perasaan sudah disimpan baik-baik. Bahkan klise foto/negatif film waktu acara pernikahan gue pun hilang tak tentu rimbanya lho. Padahal itu moment yang sangat sakral, tapi tetep aja sih. 

Aku tydack paham dengan misteri kehidupan ini! 

Kayla & Fathir versi unyu-munyu

Problema Generasi Millenial : Terlalu Banyak Kemudahan

Thursday, May 24, 2018


Ketika sedang bersantai sore, tiba-tiba saja di layar TV berkumandang lagu super jadul yang merupakan favorite gue banget. Stay by Lisa Loeb. Adakah generasi jadul yang sempat terobsesi dengan lagu itu juga?

Gue pun tak bisa menahan diri dan akhirnya mulai mengoceh penuh semangat kepada Kayla tentang berbagai kenangan indah seputar lagu tersebut. Gue juga cerita tentang betapa kerasnya dulu gue berusaha untuk bisa menulis dan menghapalkan lirik lagu tersebut. 

Iya, zaman dulu mah kalau ada lagu yang lagi disuka alih-alih beli kaset yang mana harganya lumayan mahal buat ukuran kantong, biasanya sih gue lebih memilih buat rekam aja sendiri dari radio bhahahaha *ya Allah, maapkanlah aku karena telah membajak*

Problema Orangtua Millenial : Pacaran dan Jatuh Cinta

Monday, May 14, 2018


Siang hari itu Kayla membawa beberapa teman sekolahnya untuk belajar kelompok di rumah. Sekitar 5-6 abg cewek pada tumplek-tumplekan di ruang tamu untuk mengerjakan tugas dengan sangat berisik. 

Setelah menyambut mereka dengan sok akrab dan menyiapkan cemilan sekadarnya, gue pun melipir ke kamar supaya mereka bisa merasa lebih bebas ngobrolnya. Beberapa kali gue mendengar pekikan suara mereka yang pada heboh dan seru entahlah lagi pada ngebahas apaan hehehe.

Setelah mereka pulang, gue pun kepo dan nanya sama Kayla emangnya tadi lagi pada ngebahas apan sih kok pada berisik banget. Menurut Kayla sih ternyata ada salah seorang teman Kayla yang baru aja di-chat lagi sama mantannya. Akh, ternyata hal tersebutlah yang telah menimbulkan kegemparan dan pekikan-pekikan histeris tadi siang muehehehehe. 

Sebagai seorang ibu dengan rasa ingin tahu tinggi tentu saja gue pengen tahu dong, chat macam apa sih yang dikirim sama si mantan sampek bisa menimbulkan kehebohan seperti tadi. Dan Kayla pun menjawab dengan cuek, “ Cuma di-chat ‘P’ doang sih!”

*BEJEK-BEJEKLAH AKOH DAN LEMPARKAN KE SUMUR TERDALAM*

Obrolan kita pun berlanjut dan jadi membahas tentang serba-serbi pacaran. Kayla banyak curhat dan bercerita tentang beberapa temannya yang sudah pada mulai pacaran. Duh!

Ucapan yang Membuat Terharu

Monday, March 12, 2018

Setelah menjadi seorang ibu barulah gue tersadar betapa yang namanya orang tua tuh emang punya kecenderungan untuk selalu menganggap anaknya masih kecil terus walopun kenyataannya mereka sudah beranjak besar. Suka semacam gak sadar aja gitu lho.

Selama ini gue selalu menganggap Fathir masih kecil, bahkan tanpa sadar sering memperlakukannya seperti anak kecil, maklumlah anak bungsu hehehe. Makanya kadang gue suka kaget campur haru kalo sekonyong-konyong mendengar ucapan Fathir yang mencerminkan betapa ia sudah berhasil mengikis ego anak kecilnya dan mulai memiliki secuil empati untuk orang lain, untuk gue sih tepatnya.

Di postingan ini gue mau cerita sedikit tentang hal itu deh yah, supaya gue bisa teringat terus moment indah ini dan gak terlupakan kalo Fathir udah gede nanti.


Gagal Nonton di Bioskop

Selama ini gue seringnya sih nonton ke bioskop berdua bareng Kayla dan rupanya hal ini mulai menimbulkan rasa iri di hati Fathir. Terakhir gue nonton Dilan bareng Kayla dan sepulang nonton gue ngebahas film ini habis-habisan bareng Kayla, diiringi oleh tatapan sirik dari Fathir hehehe.

Belajar Mendengar Dengan Setulus Hati

Monday, February 26, 2018



Seperti yang telah berkali-kali gue tulis di blog ini, salah satu trik yang selalu gue pakai untuk bisa lebih dekat dengan Kayla & Fathir adalah : Trik Mendengar.

Trik ini gampang-gampang susah untuk dijalankan karena Trik Mendengar yang gue bahas di sini bukan sekedar ‘mendengar’ Kayla cerita tentang latihan Paskibra-nya sembari gue mainan hape untuk scrolling timeline twiter dan nyari spoiler-an drama,…

dengerin Kayla ngoceh dulu sambil ngemil :))
Atau mendengar Fathir ngoceh tentang latihan futsal-nya sambil mata gue jelalatan nonton acara gosip tentang pernikahan abad ini yang melibatkan konsonan langit sehingga omongan Fathir cuma masuk kiri keluar kanan dan tidak mengendap sepercik pun di hati gue,.. 

*sejujurnya hal tersebut sering terjadi, makanya gue bilang mendengar itu susah!*

Tapi trik mendengar yang gue bahas disini adalah benar-benar tidak melakukan apa pun dan berkonsentrasi setulus hati mendengarkan ocehan mereka se-sepele atau se-gak-penting apa pun topik yang sedang mereka bahas.

Pertemanan Anak Komplek

Tuesday, February 13, 2018



Gak terasa ternyata gue udah hampir 15 tahun tinggal di rumah yang gue tempati sekarang ini. Cicilan KPR gue pun bentaran lagi bakal lunas! Yeay! *penting banget buat dibahas mbak*

Gue teringat ketika baru pindah ke komplek ini, saat itu gue baru saja menikah dan masih bekerja. Saat itu sih gue sering ngerasa kurang nyambung kalo diajak ngobrol sama ibu-ibu komplek. Kadang gue suka kurang paham ini sebenernya mereka lagi pada ngebahas apaan sih, tapi tetap suka manggut-manggut belagak ngerti aja agar tak tersisih dari pergawlan hahaha

Tapi seiring berjalannya waktu, Alhamdulilah gue bisa juga menyesuaikan diri. Walau pun gue termasuk oknum yang jarang keluar rumah atau nongkrong gaul bareng buibuk komplek, tapi gue tetap suka diajak setiap kali lagi ada acara. Apakah sekedar botram di depan Masjid atau piknik ke luar kota. Makanya pas acara penutupan arisan RT kemaren, gue iseng-iseng aja bikinin aja vlog-nya buat kenang-kenangan hahaha. Emang sekalian lagi belajar ngedit jugak sih.

Kayla dan Fathir pun udah punya lingkaran pertemanannya sendiri di komplek ini. Berantem-berantem kecil sih biasalah yah, namanya juga anak-anak. Tapi untunglah gak sampai yang menimbulkan keretakan antar tetangga. Nyantai!

Dulu sih gue lumayan sering nulis tentang lingkaran pertemanan Kayla yang penuh dengan intrik. Mungkin karena anak cewek kali yah, jadi suka banyak dramanya hehehe. Sekarang gue mau cerita sedikit tentang seluk-beluk pertemanan di komplek ala Fathir.

Welfi dulu sambil ngasih unjuk gigi Fathir yang berantakan tapi tetep kece hehehehe.

Anak Rumahan

Ada sekelompok teman Fathir di komplek ini yang ‘rumahan’ banget. Jadi mereka tuh sukanya yah main di rumah aja. Ngapain? YAH NGAPAIN LAGI KALO BUKAN MAIN GAME!!

Karma Sang Pengendara Motor!

Monday, January 8, 2018



Wah, postingan pertama gue di tahun 2018! Selamat tahun baru semuanya yah!

Mari kita awali tahun 2018 ini dengan tulisan yang receh-receh aja yah!
*padahal mah biasanya jugak emang nge-receh* #Recehkan

fotnya emang gak nyambung, tapi biarin aja yang penting gue kece!
 Di Suatu Siang

Sebenernya sih kejadiannya udah lumayan lama, tapi baru sempet kepikiran untuk ditulis karena kebeneran lagi gak ada bahan posting.

Tentang Waktu Berkualitas

Tuesday, December 5, 2017



Menghabiskan waktu berkualitas sekeluarga emang penting sih, tapi kalo menurut gue yang gak kalah penting adalah menghabiskan waktu secara pribadi dengan masing-masing anggota keluarga.

Karena biasanya yang sering terjadi ketika kita ngumpul bareng sekeluarga adalah ngobrolnya suka saling rebutan dan semua suka ngotot pengen didengerin duluan bhahahaha. Atau apakah mungkin cuma keluarga gue doang yang pada cerewet dan kalo ngomong suka rebutan kayak gitu sih? Entahlah…

Makanya meluangkan waktu dengan masing-masing anggota keluarga penting banget buat kedekatan emosional. Biar berasa lebih syahdu gitulah ngobrolnya. Gak ada gangguan atau interupsi gak jelas. Dan yang paling penting sih biar perhatian kita bisa lebih ter-fokus satu sama lain dan gak teralihkan.

Makanya di postingan ini gue pengen cerita sedikit aja quality-time yang selama ini gue jalanin bareng Kayla, Fathir dan Abah juga yah.

Kado Istimewa untuk Abah

Monday, October 30, 2017



Jadi ceritanya kemaren Abah ulang tahun, yeay!, *iya,maap postingannya emang telat sehari*

Biasanya kita jarang merayakan ulang tahun yang sampe gimana banget sih. Paling ngucapin selamat dan kemudian pergi makan aja. Tempat makan pun gak terlalu special juga sih. Biasa aja. Tapi tahun ini Abah ulang tahun yang ke 40 jadi gue pengen memberikan sesuatu yang rada special. 

 14 tahun nikah + 7 tahun pacaran  = 21 kali rayain ulang tahun abah!
Kalo dipikir-pikir udah lama juga gue gak kasih kado special buat Abah. Special yang gue maksud disini tentu saja haruslah sesuatu yang gak bisa dibeli dengan uang. Sesuatu yang dibuat dengan usaha sendiri dan pake bumbu cinta.

Menanam Kenangan

Monday, September 25, 2017



Menurut KBBI sih kenangan itu adalah sesuatu yang membekas dalam hati dan ingatan kita. 

Untunglah gue gak punya mantan, karena konon katanya sih kenangan akan mantan seringkali terlalu indah untuk dilupakan. Okay, ini sebenernya gue antara naïf atau menyedihkan sih karena gak punya mantan, gue sendiri gak bisa memutuskan hehe.

Tapi yang membuat gue agak tertegun adalah, walopun kita mengalami kejadian tersebut bersama-sama tapi ternyata kenangan yang terekam dalam benak kita bisa jauh berbeda lho. Gue merasa tersentak ketika menyadari hal tersebut disela-sela obrolan santai bareng Kayla dan Fathir.

Yah, karena kita gak pernah bisa menyelami hati dan perasaan orang lain walaupun anak kita sendiri. Kejadian yang menurut kita biasa-biasa aja, ternyata buat mereka mampu menimbulkan kesan mendalam dan terkenang-kenang terus dalam relung hati mereka.

Sedangkan kejadian yang menurut kita fenomenal dan menggetarkan banget, ternyata terkubur dan pudar begitu saja dalam ingatan mereka. Like seriously Kayla! Masa sih kamu bisa-bisanya gak inget sama sekali betapa rempongnya Mama yang pernah berhari-hari begadang di rumah sakit nemenin kamu yang lagi diare parah! KZL!

Jadi di postingan kali ini, gue bakal cerita sedikit aja tentang perbedaan persepsi  dan sudut pandang kenangan yang telah terjalin antara gue dan anak-anak.

Kekuatan Nasi Padang!

Monday, August 28, 2017



Saat itu gue sedang menonton TV dengan tujuan untuk menambah dan memperluas wawasan gue tentang kehidupan. *nonton insert siang, berita tentang Sarwendah yang ke pasar pake daster* 

Pikiran gue pun menerawang kesana kemari dan tiba-tiba menyadari bahwa ternyata selama ini nasi padang belum pernah sekali pun gue bahas dalam bentuk postingan di blog, padahal nasi padang telah menempati posisi yang sangat spesial di sudut hati gue. 

Gue pun tercekat selama 46 detik dan akhirnya memutuskan untuk membuat postingan receh ini. *udah cukup dramatis dan plot twist belum nih opening aing!*

Nasi padang merupakan comfort food gue yang paling hakiki setelah indomie ayam bawang yang biasanya sangat nikmat disantap tengah malam sembari nge-drama *kemudian gelisah mikirin berapa besar kalori yang mengendap di tubuh tapi tetap dimakan juga, dan kemudian diulangi lagi keesokan harinya. Siklus berkepanjangan tiada akhir*

Masalahnya kalo buat gue sih, sampai detik ini kayaknya gue belum pernah nemu nasi padang yang rasanya gak enak lho. Mungkin emang standard gue aja yang rendah kali yah, tapi perasaan gue mah semuanya enak-enak aja sih. 

Dan kalo abis makan nasi padang hati ini rasanya bahagia bener deh. Apalagi ditambah pake es the manis. Lengkap sudah kebahagiaanku. *anaknya mudah dibahagiakan*

Maka dalam postingan ini akan gue jabarkan arti keberadaan nasi padang dalam kehidupan gue yah!

Berusaha Adil, Tapi Gagal!

Thursday, August 10, 2017

Akhirnya blognya apdet lagi, setelah jutaan tahun cahaya tak terjamah oleh pemiliknya.

Padahal sang pemilik blog gak lagi sibuq ngapa-ngapain juga sih, cuma berasa lagi rada jenuh aja gitu. Tapi akhirnya ia memutuskan untuk menghempaskan kejenuhan yang melanda dan balik ngeblog lagi setelah pulang belanja dari Indomaret.

Ada insiden apakah gerangan?

Malu aja sih sama kasir indomaret yang tak kenal jenuh dan selalu nawarin buat beli pulsa kepada para konsumennya setiap kali abis belanja. Padahal selalu ditolak mentah-mentah karena sang pemilik blog setia membeli pulsa di warung Mama Ajeng. 

Gila aja sih, dia aja kagaq jenuh nawarin pulsa terus tiap hari, masa gue baru ngeblog berapa tahun aja pake jenuh segala, hih! *sang pemilik blog membatin dalam hati kecilnya*

Akhirnya setelah kejadian inspiratif yang menggugah dari sang kasir tersebut, ia pun memutuskan untuk ngeblog kembali.

Demikianlah intro kurang berfaedah tentang kejenuhan seorang blogger yang sedang berusaha untuk bangkit ngeblog kembali. Mohon diberi percikan semangat dari pembacanya yah.
*walopun ragu juga apakah blog gue ini masih ada yang baca bhahahaha*



Berhubung udah lama gak nulis dan masih pemanasan, jadi kali ini gue cuma mau curhat ringan aja tentang kelakuan Kayla & Fathir kalo lagi pada berantem, dan gimana cara gue mengatasinya.

Kejadian yang Terulang Kembali

Monday, February 27, 2017

Ternyata tanpa gue sadari ada beberapa pengulangan dari percakapan atau kelakuan dari Kayla & Fathir selama ini walopun sebenernya sih kurang penting juga. Saking sepelenya, gue yakin kejadian tersebut gak akan mungkin gue ingat kalo gue tidak pernah menuliskannya di blog. 

Memang sih duluuuu banget tujuan awal gue menulis di blog adalah untuk merekam ingatan gue akan berbagai kejadian sepele dalam kehidupan gue sebagai seorang ibu. Tapi walaupun sepele pengen tetap dikenang lah!

Gue pengennya sih sekian tahun ke depan ketika gue membaca tulisan-tulisan lama tersebut, gue bisa tersenyum mengenang berbagai kerempongan ketika gue belajar menjadi ibu, yang mana sampai sekarang pun masih belajar sih. Dan kayaknya emang harus belajar terus sih. Being a mom is an everyday learning. Ya kan? Kan? Kan?

Being a mom is an everyday learning

Pura-Pura Sakit (?)

Monday, February 20, 2017



Kayla dan Fathir memiliki penyakit paling susah bangun pagi. Tapi gue gak berani marah-marah kalo lagi bangunin mereka, karena sejatinya penyakit mereka ...sama persis kayak gue! *tutupin muka pake selimut angry bird Fathir*

Untunglah gue menikahi Abah yang baik hati dan penuh pengertian serta selalu bersedia membantu segala kerepotan & drama di pagi hari tatkala sang istri telat bangun, yang mana kejadian telat bangunnya itu hampir setiap pagi haha. Untung aja suami gue bukan Zumi Zola, telat bangun dikit, gue bakalan ditendang muluk kali! Eh, gimana?
 
Tapi beberapa waktu belakangan ini, ketika bangun di pagi hari Fathir sering mengeluh pusing dan merengek supaya gak masuk sekolah.


Seleb Generasi Millenial yang Tidak Gue Pahami!

Tuesday, January 10, 2017

Eh tapi, gue gak akan membahas para seleb millenial yang 'ketebak' model mbak Awkarin atau kakak Younglex lho yah!

Jaman sekarang memang cukup banyak seleb socmed yang mulai tumbuh baik dari youtube, twiter, instagram atau blog. Walaupun ada beberapa dari seleb tersebut yang kurang sesuai dengan selera gue ataupun simply karena memang berasa beda aliran atau beda usia, tapi di lubuk hati terdalam gue memahami mengapa mereka bisa menjadi seleb. Gue paham.

Walaupun gue sendiri secara pribadi merasa biasa-biasa aja ketika melihat mereka, atau menonton karya mereka atau apalah, tapi gue mengerti bahwa sejatinya they have certain charm yang bisa membuat mereka memiliki banyak fans dan akhirnya menjadi idola.

Mereka nongol ke permukaaan dan kemudian diperdebatkan sana-sini mengenai kepantasannya untuk menyandang predikat seleb. Ya udah, terserah aja sih. Bebas lah!

Bercandaan Anak Jaman Sekarang : Tapi Mamah Nyangu?

Monday, December 19, 2016



Gue merasa bahwa kemampuan yang harus selalu diasah setelah menjadi seorang Ibu adalah : kemampuan untuk mendengar. Sepertinya simple, tapi percayalah prakteknya tidak semudah itu terutama ketika anak lo sudah mulai beranjak ABG.

Setiap kali mendengar Kayla curhat, selalu ada keinginan dalam diri gue untuk segera memotong kalimatnya, atau sekedar menimpalinya dengan wejangan, atau mendoktrin dia dengan pemikiran dan pendapat gue sendiri. SELALU!

Tapi gue berusaha sekuat tenaga untuk menahannya, dan bersabar untuk mendengarkan keseluruhan ceritanya terlebih dahulu dan mendengarkan pendapatnya, YANG MANA TERNYATA SUSYEH BENER LHO ITUH, SERIUSAN!

Apalagi, sekedar info aja nih yah politik pertemanan ABG jaman sekarang itu intriknya jauh lebih ribet dari pada pilkada lho yah. Pilkada minimal ada masa kampanye dan badan pengawasnya, lah kalo para ABG ini mah bablas aja gitu lho!

Curhat-Curhat-Curhat

Monday, December 5, 2016

Jadi sesungguhnya beberapa waktu yang lalu, Abah sakit.

Entahlah apakah bisa dikategorikan parah atau kagak sih, tapi selama ini Abah kondisinya fit banget dan jarang sakit. Kalaupun sakit paling banter cuma flu biasa atau sakit perut, jadi ketika kemarin tekanan darahnya tinggi hingga mencapai 200, kita semua agak terhenyak.


 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS