Kelakuan emak-emak rempong di pagi hari biasanya sih selalu
rusuh dan hiruk pikuk.
Untuk gue sendiri selain gedebag-gedebug
mempersiapkan kebutuhan sekolah anak-anak, biasanya juga sedikit kelimpungan karena harus
menyiapkan sarapan, bekal makan siang, beresin cucian dan jemurin baju sambil
ngedownload drama korea yang tayang hari itu,
Pokoknya suasana pagi hari di
rumah gue selalu saja ribet. Apalagi bila terjadi peristiwa tak terduga seperti,
handphone Kayla yang ternyata belum di-charge, lupa cetrek-in rice cooker untuk
sarapan, atau berusaha menemukan kaos kaki Fathir yang tiba-tiba saja raib *entah
mengapa di pagi hari semua kaos kaki mendadak jadi pada jomblo sih*duh Gusti!
Biasanya ketika sedang
terburu-buru seperti itu, kita cenderung menjadi agak ceroboh. Lagi sibuk
menggoreng ikan kembung, tiba-tiba minyak panas meletup dan terciprat terkena
tangan karena kelupaan gak ditutup. Ouch! Iya, itu aku maksudnya!
Setelah kecipratan minyak panas
biasanya langsung panik dan reflek mencari pasta gigi atau mentega buat dioles
pulak! Nah lho! Kelakuan siapa tuh! Jangan suka sembarang oles lho buk!
Memang masih banyak orang yang masih
mempercayai mitos seputar penanganan luka bakar. Padahal mengoleskan minyak,
kecap atau mentega justru akan membuat panas menyebar dan semakin luas. Bahkan
kandungan pewarna yang terdapat dalam odol dapat meningkatkan potensi infeksi.
Mitos paling beken adalah mengompres
luka dengan es batu yang justru dapat mengakibatkan pembuluh darah berkerut dan
perubahan suhu yang drastis dapat memperlambat penyembuhan luka.


