Menanam Kenangan

Senin, 25 September 2017



Menurut KBBI sih kenangan itu adalah sesuatu yang membekas dalam hati dan ingatan kita. 

Untunglah gue gak punya mantan, karena konon katanya sih kenangan akan mantan seringkali terlalu indah untuk dilupakan. Okay, ini sebenernya gue antara naïf atau menyedihkan sih karena gak punya mantan, gue sendiri gak bisa memutuskan hehe.

Tapi yang membuat gue agak tertegun adalah, walopun kita mengalami kejadian tersebut bersama-sama tapi ternyata kenangan yang terekam dalam benak kita bisa jauh berbeda lho. Gue merasa tersentak ketika menyadari hal tersebut disela-sela obrolan santai bareng Kayla dan Fathir.

Yah, karena kita gak pernah bisa menyelami hati dan perasaan orang lain walaupun anak kita sendiri. Kejadian yang menurut kita biasa-biasa aja, ternyata buat mereka mampu menimbulkan kesan mendalam dan terkenang-kenang terus dalam relung hati mereka.

Sedangkan kejadian yang menurut kita fenomenal dan menggetarkan banget, ternyata terkubur dan pudar begitu saja dalam ingatan mereka. Like seriously Kayla! Masa sih kamu bisa-bisanya gak inget sama sekali betapa rempongnya Mama yang pernah berhari-hari begadang di rumah sakit nemenin kamu yang lagi diare parah! KZL!

Jadi di postingan kali ini, gue bakal cerita sedikit aja tentang perbedaan persepsi  dan sudut pandang kenangan yang telah terjalin antara gue dan anak-anak.

Berbagai Jenis Cinta dalam Drama Korea part 2

Senin, 18 September 2017

Akhirnya postingan yang telah mengendap sekian lama di draft ini terselesaikan jugak. Dasar blogger kurang dedikasi!

Di postingan ini gue akan mengulas secara mendalam tentang sejarah percintaan gue dengan para karakter di Kdramaland. Akan gue definisikan secara komprehensif awal muasal dari mana benih cinta itu muncul, mulai tumbuh bersemi dan bagaimana pada akhirnya posisi mereka bersemayam di hati gue *manteb bosque*

Biar makin greget, silahkan baca part 1-nya dulu yah : Berbagai Jenis Cinta dalam Drama Korea

Sebelumnya perlu gue tegaskan terlebih dahulu bahwa disclaimer-nya adalah tulisan ini akan sangat subjektif dan personal karena memang dipengaruhi oleh selera dan preferensi gue dalam menonton drama Korea.

Cinta Paripurna : Park Hyung Sik

Dari segi fisik Park Hyung Sik telah terbukti tampan secara konsisten. Kadar ketampanannya sudah

Nongkrong Asyik & Produktif di Rumah Cantik K-Link

Senin, 04 September 2017



Menjadi seorang ibu merupakan titik balik terbesar dalam hidup gue.

Kalau boleh jujur sih ada masa-masa ‘kegelapan’ dalam hidup gue, dimana saat itu gue terlalu asyik berperan menjadi seorang Ibu, sampai-sampai ‘kelupaan’ menjadi diri sendiri. Ujung-ujungnya gue jadi jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang hanya berkutat di seputar anak-anak. Hidup dengan cara seperti itu menurut gue sangat ‘tidak sehat’.

Dan karena kelelahan gue pun jadi mudah tersulut. Ketika berada pada situasi yang tidak gue inginkan, sering terlontar tuh sama anak ucapan seperti : Mama udah keluar kerja demi kamu lho, Mama udah gak pernah jalan lagi ama temen-temen  Mama demi kamu lho, kamu kok gitu sih sikapnya padahal Mama udah bela-belain gini lho sama kamu!

Berdasarkan pengalaman gue sih, ketika kita berlebihan mencurahkan segala sesuatunya untuk anak-anak kita, maka efek sampingnya adalah kita akan PAMRIH. Kita akan berbalik menuntut anak kita untuk menjadi apa yang kita inginkan. Semacam gak ikhlas gitu sih.

Gue tahu itu, soalnya gue pernah mengalaminya.

Untunglah masa itu sudah terlewati. Gue menyadari bahwa saat itu gue hanya kurang pikinik, kurang selfi dan kurang browsing. Dan sekarang sih udah insap hehe. Gue udah berhenti menyalahkan anak-anak gue atas situasi apa pun yang sedang gue hadapi saat ini.  

Gue percaya bahwa sebelum bisa menjadi Ibu yang baik, kita harus mampu menjadi manusia yang utuh terlebih dahulu. Menjadi bahagia adalah kuncinya. Ibu yang bahagia akan mampu menularkan perasaan bahagianya kepada anak-anaknya. Happy mommy, happy children!

Saat itu barulah gue menyadari betapa pentingnya ‘me time’ bagi seorang Ibu! Memiliki waktu berkualitas untuk diri sendiri bukan berarti kita gak sayang sama anak lho, tapi merupakan salah satu bentuk ikhtiar supaya kita bisa jadi ibu yang lebih baik dan lebih bahagia.

Selain menjalankan rutinitas sehari-hari sebagai Ibu, ada baiknya kita juga punya waktu buat diri kita sendiri. Gue sangat mendambakan memiliki teman yang satu visi, satu aliran dan satu frekwensi untuk mengisi kehampaan jiwa ketika sedang lelah *bahasanya mulai derama!*
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS