Tentang Waktu Berkualitas

Selasa, 05 Desember 2017



Menghabiskan waktu berkualitas sekeluarga emang penting sih, tapi kalo menurut gue yang gak kalah penting adalah menghabiskan waktu secara pribadi dengan masing-masing anggota keluarga.

Karena biasanya yang sering terjadi ketika kita ngumpul bareng sekeluarga adalah ngobrolnya suka saling rebutan dan semua suka ngotot pengen didengerin duluan bhahahaha. Atau apakah mungkin cuma keluarga gue doang yang pada cerewet dan kalo ngomong suka rebutan kayak gitu sih? Entahlah…

Makanya meluangkan waktu dengan masing-masing anggota keluarga penting banget buat kedekatan emosional. Biar berasa lebih syahdu gitulah ngobrolnya. Gak ada gangguan atau interupsi gak jelas. Dan yang paling penting sih biar perhatian kita bisa lebih ter-fokus satu sama lain dan gak teralihkan.

Makanya di postingan ini gue pengen cerita sedikit aja quality-time yang selama ini gue jalanin bareng Kayla, Fathir dan Abah juga yah.

#Evlog PyeongChang Winter Olympics 2018

Selasa, 21 November 2017



Anyeonghaseyo!

Who’s excited with the upcoming event 2018 Winter Olympics?

Okay, that would be me! I am so excited because 2018 Winter Olympic will be hosted by PyeongChang – South Korea! The Winter Olympic will be held in Korea for the first time in 30 years after Seoul Olympic Games in 1988.



Batas Antara Cinta & Realita

Selasa, 07 November 2017


Suatu hari ada yang pernah reply di tab mensyen gue.
Lupa sih isi tepatnya, tapi kurang lebih sih kira-kira kalimatnya seperti ini : “Wah sekian tahun lagi kalo aku udah nikah dan punya anak, aku bisa nge-drama sebebas ini lagi gak yah?”

Gue tercenung sejenak dan ingatan gue pun mau tidak mau melayang ke sekitar 17 tahun yang lalu ketika gue sedang terobsesi dengan geng F4 dari Meteor Farden, sebuah drama Taiwan yang saat itu sedang happening.

Saat itu situasinya gue baru aja diterima kerja dan masih pacaran sama Abah. Setelah sebelumnya sempat tergila-gila dengan dorama Jepang seperti Tokyo Love Story, Ordinary Love hati gue pun akhirnya berlabuh di geng 4 cowok ngeselin tukang bikin onar tapi kerap kali membuat hati berdebar di drama Meteor Garden.

Drama itu muncul dalam kehidupan gue di era kegelapan yang mana internet belum semudah sekarang. Jadi kalo mau fangirling ribet amat ya Allah. Gue teringat, selain rajin beli tabloid yang isinya berita tentang Jerry Yan, gue juga rajin bergentayangan di Cikapundung buat nyari majalah bekas tentang mereka hahaha.

Ketika gue sedang jongkok di emperan Cikapundung sambil memilih majalah bekas tersebut, sempat terlintas dalam benak gue : Ya Allah nanti sekian tahun lagi kalo gue udah kawin dan punya anak, apakah hidup gue akan masih kayak begini?

masih bergelimang drama

Kado Istimewa untuk Abah

Senin, 30 Oktober 2017



Jadi ceritanya kemaren Abah ulang tahun, yeay!, *iya,maap postingannya emang telat sehari*

Biasanya kita jarang merayakan ulang tahun yang sampe gimana banget sih. Paling ngucapin selamat dan kemudian pergi makan aja. Tempat makan pun gak terlalu special juga sih. Biasa aja. Tapi tahun ini Abah ulang tahun yang ke 40 jadi gue pengen memberikan sesuatu yang rada special. 

 14 tahun nikah + 7 tahun pacaran  = 21 kali rayain ulang tahun abah!
Kalo dipikir-pikir udah lama juga gue gak kasih kado special buat Abah. Special yang gue maksud disini tentu saja haruslah sesuatu yang gak bisa dibeli dengan uang. Sesuatu yang dibuat dengan usaha sendiri dan pake bumbu cinta.

Menanam Kenangan

Senin, 25 September 2017



Menurut KBBI sih kenangan itu adalah sesuatu yang membekas dalam hati dan ingatan kita. 

Untunglah gue gak punya mantan, karena konon katanya sih kenangan akan mantan seringkali terlalu indah untuk dilupakan. Okay, ini sebenernya gue antara naïf atau menyedihkan sih karena gak punya mantan, gue sendiri gak bisa memutuskan hehe.

Tapi yang membuat gue agak tertegun adalah, walopun kita mengalami kejadian tersebut bersama-sama tapi ternyata kenangan yang terekam dalam benak kita bisa jauh berbeda lho. Gue merasa tersentak ketika menyadari hal tersebut disela-sela obrolan santai bareng Kayla dan Fathir.

Yah, karena kita gak pernah bisa menyelami hati dan perasaan orang lain walaupun anak kita sendiri. Kejadian yang menurut kita biasa-biasa aja, ternyata buat mereka mampu menimbulkan kesan mendalam dan terkenang-kenang terus dalam relung hati mereka.

Sedangkan kejadian yang menurut kita fenomenal dan menggetarkan banget, ternyata terkubur dan pudar begitu saja dalam ingatan mereka. Like seriously Kayla! Masa sih kamu bisa-bisanya gak inget sama sekali betapa rempongnya Mama yang pernah berhari-hari begadang di rumah sakit nemenin kamu yang lagi diare parah! KZL!

Jadi di postingan kali ini, gue bakal cerita sedikit aja tentang perbedaan persepsi  dan sudut pandang kenangan yang telah terjalin antara gue dan anak-anak.

Berbagai Jenis Cinta dalam Drama Korea part 2

Senin, 18 September 2017

Akhirnya postingan yang telah mengendap sekian lama di draft ini terselesaikan jugak. Dasar blogger kurang dedikasi!

Di postingan ini gue akan mengulas secara mendalam tentang sejarah percintaan gue dengan para karakter di Kdramaland. Akan gue definisikan secara komprehensif awal muasal dari mana benih cinta itu muncul, mulai tumbuh bersemi dan bagaimana pada akhirnya posisi mereka bersemayam di hati gue *manteb bosque*

Biar makin greget, silahkan baca part 1-nya dulu yah : Berbagai Jenis Cinta dalam Drama Korea

Sebelumnya perlu gue tegaskan terlebih dahulu bahwa disclaimer-nya adalah tulisan ini akan sangat subjektif dan personal karena memang dipengaruhi oleh selera dan preferensi gue dalam menonton drama Korea.

Cinta Paripurna : Park Hyung Sik

Dari segi fisik Park Hyung Sik telah terbukti tampan secara konsisten. Kadar ketampanannya sudah

Nongkrong Asyik & Produktif di Rumah Cantik K-Link

Senin, 04 September 2017



Menjadi seorang ibu merupakan titik balik terbesar dalam hidup gue.

Kalau boleh jujur sih ada masa-masa ‘kegelapan’ dalam hidup gue, dimana saat itu gue terlalu asyik berperan menjadi seorang Ibu, sampai-sampai ‘kelupaan’ menjadi diri sendiri. Ujung-ujungnya gue jadi jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang hanya berkutat di seputar anak-anak. Hidup dengan cara seperti itu menurut gue sangat ‘tidak sehat’.

Dan karena kelelahan gue pun jadi mudah tersulut. Ketika berada pada situasi yang tidak gue inginkan, sering terlontar tuh sama anak ucapan seperti : Mama udah keluar kerja demi kamu lho, Mama udah gak pernah jalan lagi ama temen-temen  Mama demi kamu lho, kamu kok gitu sih sikapnya padahal Mama udah bela-belain gini lho sama kamu!

Berdasarkan pengalaman gue sih, ketika kita berlebihan mencurahkan segala sesuatunya untuk anak-anak kita, maka efek sampingnya adalah kita akan PAMRIH. Kita akan berbalik menuntut anak kita untuk menjadi apa yang kita inginkan. Semacam gak ikhlas gitu sih.

Gue tahu itu, soalnya gue pernah mengalaminya.

Untunglah masa itu sudah terlewati. Gue menyadari bahwa saat itu gue hanya kurang pikinik, kurang selfi dan kurang browsing. Dan sekarang sih udah insap hehe. Gue udah berhenti menyalahkan anak-anak gue atas situasi apa pun yang sedang gue hadapi saat ini.  

Gue percaya bahwa sebelum bisa menjadi Ibu yang baik, kita harus mampu menjadi manusia yang utuh terlebih dahulu. Menjadi bahagia adalah kuncinya. Ibu yang bahagia akan mampu menularkan perasaan bahagianya kepada anak-anaknya. Happy mommy, happy children!

Saat itu barulah gue menyadari betapa pentingnya ‘me time’ bagi seorang Ibu! Memiliki waktu berkualitas untuk diri sendiri bukan berarti kita gak sayang sama anak lho, tapi merupakan salah satu bentuk ikhtiar supaya kita bisa jadi ibu yang lebih baik dan lebih bahagia.

Selain menjalankan rutinitas sehari-hari sebagai Ibu, ada baiknya kita juga punya waktu buat diri kita sendiri. Gue sangat mendambakan memiliki teman yang satu visi, satu aliran dan satu frekwensi untuk mengisi kehampaan jiwa ketika sedang lelah *bahasanya mulai derama!*
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS