Keseruan ASUS ZenBook Blogger Gathering di Bandung

Sunday, April 21, 2019


Sudah beberapa hari belakangan ini Bandung diguyur hujan deras menjelang sore hari.

Siang itu pun langit mulai terlihat mendung. Tapi gue tetap meninggalkan rumah dengan penuh semangat sembari mengendarai motor pink kesayangan menuju Savoy Homan. Lokasinya lumayan jauh dari rumah gue sih dan harus melewati beberapa titik macet. Untunglah gue berhasil tiba tepat waktu di kawasan Asia Afrika.

Setibanya di parkiran motor Hotel Savoy Homan, hujan mulai turun bergemericik. Dalam hati gue berdoa semoga hujan segera reda. Gue sedikit khawatir karena menurut jadwal sih, sore ini seharusnya kita akan berjalan-jalan dan berfoto-ria di kawasan Landmark Bandung seperti Titik Nol, Gedung Merdeka, Braga dan Alun-Alun. Mudah-mudahan nanti sore cuacanya cerah yah.

Ternyata gue bertemu dengan beberapa teman blogger di area parkir motor yaitu Dedew dan Kang Abah Raka. Kebetulan sekali nih, jadi kita bisa bersama-sama menuju ke Meeting Room di lantai satu yang mana masih belum gue ketahui lokasinya. Sesampainya di sana, rupanya teman-teman blogger sudah mulai banyak yang hadir.


Asyiknya Nongkrong Sendirian di Mall

Monday, April 15, 2019


Adakah di sini yang suka nongkrong di mall sendirian aja? Gue sering lho!

Dulu sih gue gak berani lho nongkrong di mall sendirian, alesannya simple dan cemen bener : KARENA TAKUT DI-JUDGE! Hahaha. Gak jelas juga sih khawatir di-judge apaan. Mungkin takut dianggep gak punya temen kali yah. Gak penting juga sih.

Segitu pedulinya yah gue sama pendapat orang lain, padahal sebenernya  sih gak ada yang merhatiin juga. Semua orang sibuk sama urusan dan masalahnya masing-masing. Gak ada yang punya waktu buat mikirin atau mempedulikan gue. Itu mah gue-nya aja yang sok-sok kena sindrom berasa penting hahaha.

Saat itu gue lagi nongkrong sendirian di BIP – Bandung Indah Plaza, duduk di foodcourt sembari scrolling instagram untuk nyari spoiler drama korea favorite gue. Karena keasyikan nonton spoiler, batre smartphone gue pun  akhirnya menyerah dan tumbang deh.

Sebagai anak *sok* millenial yang memiliki tingkat ketergantungan tinggi dengan hapenya, debar-debar panik mulai menyelusup ke relung jiwa karena saat itu kebetulan gue lagi  gak bawa colokan dan power bank. Gimana kalo tiba-tiba ada yang nawarin job ketika hape gue mati? Nanti dianggapnya gue slow respon dan kurang gesit! *anaknya job oriented bener*

Setelah celingukan sejenak, mata gue tiba-tiba saja menemukan mesin uwu-uwu berwana hijau yang bertuliskan ReCharge - SEWA POWER BANK. Kebetulan lokasi mesin tersebut memang dekat Food Court, jadi emang terlihat cukup jelas dan pasti kamu lewati sih. Nah lho! Emang beneran sekarang bisa nyewa power bank di Mall? Tapi kok cuma ada mesinnya doang sih? Gak ada mbak-mbak nya nih? Gimana dong cara transaksinya?

Setelah gue baca-baca petunjuk di mesin tersebut, ternyata kita harus download aplikasinya terlebih dahulu di playstore atau app store . Dengan kekuatan batre yang di ambang kematian, gue pun install aplikasi ReCharge. Setelah itu tinggal melakukan registrasi dan konfirm aja via no hape. Gampang banget deh pokoknya.

JNE Balarea 2019 di Bandung

Monday, April 8, 2019


Belakangan ini lagi nge-heits banget istilah Revolusi Industri 4.0.

Nah lho, sebagai anak gawl millenial yang sering nongkrong di timeline *ngaku-ngaku sih* mau tidak mau gue semakin menyadari perubahan super cepat yang tengah terjadi saat ini. Saking cepatnya, baru juga ngedip udah ada informasi baru yang beredar di timeline. Makanya orang zaman sekarang tuh saking gak mau ketinggalan, kerjanya jadi kepo-in smartphone terus *bukan aku - bukan aku*

Revolusi Teknologi yang digabungkan dengan Revolusi Digital akhirnya menghasilkan Revolusi Industry 4.0. Akibatnya adalah saat ini sih mulai banyak banget lapangan pekerjaan baru yang gak pernah muncul sebelumnya. 10 tahun yang lalu siapa sih yang menyangka bahwa cuma sekadar posting foto dan nyetatus doang di media sosial bisa menghasilkan duit? 10 tahun yang lalu siapa juga yang menyangka bahwa cuma ngebacot dan bikin video di youtube bisa menghasilkan adsense yang berlimpah?

Makanya saat ini pemerintah tengah berusaha untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan ekonomi digital sebagai model ekonomi baru yang kelak bakal jadi tulang punggung negara kita.

Contoh yang sederhana sih kalau zaman dulu kita jualan baju, maka untuk penjualan biasanya kita akan membuka toko di rumah atau titipkan ke toko besar. Tidak lupa untuk selalu membawa gembolan baju untuk dijual setiap menghadiri arisan RT atau nongkrong bareng teman-teman. Ribet bener buk!

Sekarang kan udah gak perlu serepot itu. Tinggal foto aja se-aesthetic mungkin dan bikin online shop. Pajang fotonya di semua platform media sosial yang kita miliki. Market place pun udah bertebaran dimana-mana tuh. Cakupan konsumen pun akan semakin luas, makanya sistem distribusi dan logistik pun kudu lancar lah.



Tentang Personal Branding dan Etika Blogger

Wednesday, March 20, 2019


Beberapa waktu yang lalu, gue diminta untuk sharing sama temen-teman blogger untuk membahas tentang Personal Branding dan Etika Blogger. Alhamdulillah acaranya berjalan dengan baik. Walaupun awalnya sempat agak nervous tapi setelah berhasil mengikis kegugupan gak penting tersebut, akhirnya gue pun bisa nge-bacot dengan lancar udah kayak yang lagi curhat beneran hahaha.

Bagi yang sering mampir ke blog ini, mungkin sudah mengetahui bahwa gue tuh suka banget sama standup comedy. Dulu gue sering datang ke acara sharing para komika Bandung untuk mendapatkan ilmu seputar tehnik standup comedy. Salah satunya adalah cara bagaimana untuk bisa perform dengan baik di atas panggung. Dan gue pernah beneran bikin materi standup comedy,  kemudian nekad ikutan open mic hahahaha. Kayaknya dulu pernah gue posting deh di blog gue yang detik.

Saat itu gue sempat diberikan tips tentang tehnik penguasaan panggung dalam standup comedy, yang mana masih gue ingat sampai sekarang. 3 hal penting yang harus diperhatikan ketika akan tampil  adalah : menguasai materi, menguasai panggung dan menguasai  penonton.

Biasanya tehnik yang paling sulit dan agak tricky adalah point terakhir yaitu menguasai penonton. Karena ketika sedang open mic di café, biasanya penonton yang hadir terdiri dari berbagai usia dan lapisan sehingga sulit sekali untuk bisa menebak dan menembus cara berpikirnya. Akhirnya gue pun menyerah jadi standup comedian dan memilih untuk menjadi blogger aja bhahahahahaha

Personal Branding dan Etika Blogger

Ibu yang Baper!

Tuesday, March 12, 2019

Akhirnya saat itu tiba juga!

Gue sudah tahu bahwa moment seperti ini pasti akan tiba dan gue sudah mempersiapkan hati gue sebaik-baiknya.  Gue pikir, gue sudah siap. Tapi sepertinya gue terlalu gegabah dalam menilai situasi ini, karena gue rasa gue tidak akan pernah bisa siap menghadapi moment ini.

POKOKNYA GUE BAPER!

Saat ini Fathir sudah berusia 9 tahun dan duduk di kelas 3 SD. Awalnya gue tidak menyadari sih, namun perlahan tapi pasti gue mulai yakin bahwa Fathir saat ini telah masuk ke fase tersebut. Fase yang bikin gue baper.


Gelegar Hadiah 2019 - Metro Indah Mall

Thursday, March 7, 2019

Kategori mall atau tempat nongkrong favorite lo apaan sih?

Untuk gue sendiri sih selain tempatnya harus cozy dan harga barang-barangnya masih terjangkau dompetku, yang paling penting adalah tempatnya jangan jauh-jauh dari rumah karena gue anaknya rada cemen dan malesan hahaha

Menetap di sebuah komplek perumahan yang telah gue tinggali selama lebih dari 15 tahun membuat gue betah, karena selain lingkungannya asyik juga karena deket sama mall super lengkap yang dalemnya serba ada yaitu Metro Indah Mall.

Metro Indah Mall ini sepertinya emang mall kesayangan warga komplek deh. Tempat langganan untuk mengadakan berbagai acara mulai dari arisan, buka puasa bareng, perpisahan sekolah, atau cuma sekadar tempat ngumpul para ibu-ibu sepulang nganterin anaknya ekskul berenang hehehe *iya itu emang aku dan gerombolanku!*


Melindungi Anak dari Pelecehan Seksual

Tuesday, February 26, 2019


Hati gue bagai teriris membaca berita yang tengah berseliweran beberapa waktu belakangan ini tentang pelecehan seksual pada anak. Kayaknya kok makin sini kasusnya jadi semakin banyak dan korban pun semakin muda sih. Korbannya tuh rata-rata masih berusia SD, yang mana dadanya aja masih belum tumbuh dan bisa dipastikan belum ada ada edukasi sama sekali tentang seks.

Udah sakit jiwa nih orang-orang. Aslik emosi gue!

Gue akui bahwa selama ini baik di blog, twiter atau IG sebenernya gue memang lebih suka nulis hal-hal yang receh, ringan dan membahagiakan saja. Paling banter heboh ngebahas drama korea doang. Tapi kali ini gue beneran emosi dan merasa harus menuliskannya. Hati gue sebagai seorang ibu benar-benar merasa terusik.

Pentingnya Edukasi Seks

Selama ini mungkin orang tua mikirnya membahas seks dengan anak mah nanti ajalah kalau mereka udah remaja, udah datang bulan atau udah mimpi basah. Ngebahas seks dengan anak tuh rasanya campur aduklah. Berasa malu, canggung dan bingung harus mulai dari mana. Sebagai ibu gue sangat memahami keengganan tersebut. Gue juga sama kok. Pengennya dinanti-nanti aja.

Tapi kalo melihat kasus yang berkembang belakangan ini, bahwa para predator menyerang anak-anak kita di usia yang masih muda banget, maka sudah sepantasnya para orang tua menyingkirkan keenganan tersebut. Dan mulai memberikan edukasi seks kepada anak-anak kita sebagai proteksi mereka. Sesegera mungkin!

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS