Hati-Hati Dengan Fintech Ilegal!

Kamis, 15 November 2018

Sejak memasuki era digital, sepertinya mulai banyak sekali bermunculan perusahaan start-up di sektor keuangan.

Biasa disebut Fintech atau Financial Technology adalah lembaga keuangan yang beroperasi secara online. Permasalahannya adalah mereka tuh getol banget ngiklan dimana-mana lho. Kadang nongol di aplikasi atau bahkan SMS, nawar-nawarin duit terus. Siapa sih yang gak tergiur ketika ditawarin pinjaman secara online dan tanpa agunan? Hayoh siapa cobak?

Tapi proses peminjaman di Fintech ini terkadang syaratnya gampang bener, cuma ngirim data pribadi dan copy KTP doang pinjaman udah langsung bisa cair. Nah lho, gimana urusannya tuh. Kalo prosesnya terlalu mudah kayak gitu, buat gue sih malah jadi serem makanya gak pernah pengen nyobain.

Tapi justru kemudahan proses dan syarat pinjaman seperti itulah yang membuat banyak orang terjerat. Bayangin dong ketika kita lagi butuh banget duit, misalnya buat bayar sekolah anak atau nambah modal usaha tiba-tiba aja muncul tawaran seperti itu. Tanpa perhitungan dan pikir panjang pasti bawaannya pengen langsung minjem kan yah.

Kadang kita jadi terlena dan tidak memikirkan seberapa besar bunga atau denda yang akan dikenakan. Udah keburu napsu duluan. Padahal bunga yang diterapkan oleh Fintech ini biasanya cukup besar, bahkan untuk keterlambatan pembayaran biasanya dikenakan denda per-hari lho. Jadi akan semakin menggunung-lah hutang pinjaman kita.

Pada akhirnya banyak konsumen yang terjebak! 


Beberapa waktu yang lalu gue diundang oleh Tempo dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk membahas tentang fenomena Fintech yang saat ini sedang marak. Tema yang diangkat adalah Sosialisasi  Program Fintech Peer to Peer Lending : Kemudahan dan Risiko Untuk Konsumen.

Acara yang diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 13 November 2018 di Atmosphere Café tersebut dihadiri oleh Bpk. Audi Ramzi selaku Staf Direktorat Pengaturan, Perizinan & Pengawasan Fintech, Bpk. Iwa Gartiwa selaku Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Bandung, Bpk. Sigit Aryo Tejo selaku Head of Micro Business Modalku dan Bpk. Yefta Surya selaku Direktur Utama PT. Esta Kapital Fintek.

Bpk. Audi menjelaskan panjang lebar bahwa para konsumen diharapkan untuk lebih berhati-hati dan jangan sampai terjerat dengan Fintech ilegal.


Dikutip dari situs OJK, sampai tanggal 19 Oktober 2018 jumlah Fintech P2P Lending yang terdaftar atau berizin OJK mencapai 73 perusahaan. Jumlah perusahaan yang dalam proses pendaftaran berjumlah 47 sedangkan perusahaan yang menyatakan berminat mendaftar adalah 38 perusahaan. Untuk itu para konsumen harus waspada nih karena banyak Fintech Ilegal yang belum terdaftar di OJK berkeliaran mencari mangsa. 

Berikut ini adalah ciri-ciri dari Fintech illegal yang harus dihindari :
  • Kantor dan pengelola tidak jelas dan sengaja disamarkan keberadaaannya
  • Syarat dan proses pinjaman sangat mudah
  • Menyalin seluruh data nomor telepon dan foto-foto dari calon peminjam
  • Tingkat bunga dan denda sangat tinggi dan diakumulasi setiap hari tanpa batas
  • Melakukan penagihan online dengan cara intimidasi dan mempermalukan para peminjam melalui seluruh nomor  handphone yang disalin

Point terakhir yang paling serem sih dan udah banyak yang kejadian, ujungnya pada stress. Nah makanya kita harus hati-hati dan lebih selektif lagi ketika memberikan data pribadi atau men-ceklis apa pun ketika sedang mengisi aplikasi.

Biasanya sih ketika men-download aplikasi jenis apa pun seperti game, e-commerce, fintech atau digital banking akan muncul beberapa pertanyaan mengenai persetujuan pemilik smartphone untuk memberikan akses data pribadi digital yang dibutuhkan. Mulai sekarang jangan sembarangan main contreng atau ceklis yah, pertimbangkan kembali baik-baik konsekuensinya lho.

Dari pihak OJK sendiri sudah memiliki aturan-aturan yang bisa mencegah para konsumen untuk terlilit hutang, misalnya saja batasan bunga dan peminjaman hanya dari satu Fintech saja. Tapi banyaknya Fintech illegal terkadang membuat masyarakat kesulitan untuk membedakan mana yang resmi dan mana yang illegal.

Untuk memperkecil resiko, sebaiknya sih kalau memang punya niatan untuk meminjam atau butuh investasi carilah Fintech yang terdaftar secara resmi dan mendapat perlindungan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Saat ini sih diperkirakan ada sekitar 400 Fintech illegal yang tidak terdaftar tapi sudah beroperasi.

Agar kita terhindar dari belitan hutang, berikut ini adalah tips meminjam di fintech peer to peer lending :
  • Pastikan meminjam di perusahaan yang terdaftar/berizin OJK
  • Pinjamlah sesuai kebutuhan dan maksimal 30% dari penghasilan
  • Lunasi cicilan tepat waktu
  • Jangan lakukan gali lubang dan tutup lubang
  • Ketahuilah bunga dan denda pinjaman sebelum meminjam

Sesungguhnya Fintech tidak seluruhnya negatif. Dengan penanganan yang tepat sasaran, Fintech diharapkan bisa membantu masyarakat yang selama ini sulit mengakses produk keuangan dari bank konvensional. Para pedagang kecil yang tinggal di pelosok desa atau pemilik online shop yang baru merintis pastinya akan mendapat kesulitan kalau mau mengajukan kredit ke bank.

Nah, Fintech bisa menjadi solusi bagi mereka. Asalkan kita selalu berhati-hati aja yah!





15 komentar:

  1. Ada akoooh ... ngeri-ngeri sedap ya ... makin gampang soalnya pinjem duit

    BalasHapus
  2. serem juga ya kalau denda hariannya besar

    BalasHapus
  3. Iya,sebnernya kehadiran fintech membantu banget masyarakat terutama umkm2 tuh..
    Cuma kudu hati2 ya, Bi!

    BalasHapus
  4. Iya ih serem yabteh klo ada tipu2 gitu

    BalasHapus
  5. Ih serem ya?
    Mesti cerdas menggunakan teknologi karena warning nya jelas pisan

    BalasHapus
  6. Iya setuju harus tetap waspada soalnya orang2 pinter keblinger itu malah salah tempat mengarah ke penipuan. Kita harus lebih cerdas pastinya

    BalasHapus
  7. nah iya teh baru aja dapat sms dari fintech kok bisa dapetin nomer artis cimahi wkwkwk *autodelete komen*
    noted banget ini semakin mudah cair jangan2 ada masalah ya teh pinjem di bank aja belibet kek benang kusut kok memastikan ini dan inunya makanya emang harus waspada

    BalasHapus
  8. Ngeri juga kalau sampai terjebak gitu ya Teh

    BalasHapus
  9. Iya teh Fintech enggak seluruhnya negatif, asalkan jeli dan berhati-hati justru malah jadi solusi juga. Serem sih kalau ada yang nerapin denda harian yang guede kalau telat.

    BalasHapus
  10. Ya ampun, 400 fintech ilegal, sebanyak itu? :-o Rentenir era digital. Baca-baca cerita orang yg terjerat banyak hutang dg bbrp fintech itu emg ngeri ya. Gali lobang tutup lobang, hutang yg awalnya cuma 500rb bisa jadi belasan hingga puluhan juta.

    BalasHapus
  11. Nah, iya Teh aku juga suka bingung yang pinjaman cuma kasih ktp doang. Ternyata berbahaya ya

    BalasHapus
  12. Iya ngeri katanya banyak yg jd terjerat kyk pinjem ke rentenir...hiiy..

    BalasHapus
  13. Serem yah, hrs cek2 ke ojk dulu biar aman ya

    BalasHapus
  14. Sekarang banyak Fintech bodong berkeliaran yah, jadi kitanya yang harus teliti

    BalasHapus
  15. Penting banget ini pengetahuan tentang fintech. Biar gak salah kaprah.

    BalasHapus

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS