Senin, 15 Agustus 2016

Tentang Menghargai, Dihargai dan Penghargaan

Sebagai seorang ibu yang memiliki 2 orang anak, belajar menghargai merupakan hal mendasar yang selalu  berusaha untuk  gue tanamkan kepada mereka. Hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari seperti mengucapkan kata maaf & terima kasih menurut gue merupakan kunci agar anak bisa belajar untuk menghargai orang lain.

Anak adalah seorang peniru ulung. Tidak mungkin kita meminta mereka untuk melakukan sesuatu, padahal kita sendiri tidak melakukannya dengan setulus hati. Itulah makanya konon orang tua wajib menjadi teladan bagi anaknya.

Padahal menjadi teladan itu, dalam kenyataannya mah berat banget lho!

Dalam kehidupan ini, kalau boleh jujur sih gue sendiri juga merasa masih perlu belajar banyak tentang perilaku menghargai dan dihargai. Seriusan deh!


Masa Kelam dalam Kehidupan

Iya, gue juga pernah mengalami fase kelam penuh nestapa dalam hidup ini.

Saat itu gue baru saja melahirkan Fathir, anak kedua gue dan seharusnya sih merasa bahagia. Tidak ada alasan sama sekali bagi gue untuk tidak merasa berbahagia.

Gue telah dikaruniai 2 anak yang lucu dan sehat, Abah juga merupakan suami yang sangat pengertian dan sayang sama gue. Kondisi financial rumah tangga saat itu pun standard lah, walaupun tidak berlebihan tapi cukup. Kami juga sudah memiliki rumah sendiri, walaupun masih harus membayar cicilan 15 tahun, tapi pokoknya mah rumah sendiri. 

Tapi entah mengapa, saat itu gue selalu merasa sedih. 

Setiap hari gue bangun pagi dengan perasaan tidak bersemangat, terkadang menangis seharian tanpa tahu alasannya. Dan gue jadi mudah sekali tersulut, hanya alasan kecil yang gak penting saja bisa membuat gue marah besar. Duh, kasihan Kayla & Fathir.

There's no reason for me to be unhappy
Saat itu gue gak berani curhat kepada siapapun, selain takut dituduh kufur nikmat, juga karena memang seharusnya tak ada alasan bagi gue untuk bersedih terus-terusan. Gue menganggap bahwa saat itu gue hanya sedang lelah dan semua perasaan konyol itu hanyalah sebuah fase yang harus dilalui dan akan lewat dengan sendirinya. Jadi ya sudahlah, diemin aja. 

Tapi ternyata kok, malah jadi tambah parah!

Setelah bersedih terus-terusan sepanjang hari, gue jadi mulai bimbang dan mempertanyakan kembali semua keputusan gue dalam hidup ini. Apakah keputusan gue untuk keluar bekerja dan menjadi seorang ibu rumah tangga merupakan keputusan terbaik gue? Kalau memang iya, mengapa saat ini gue merasa tidak bahagia?

Apakah semua perasaan ini hanyalah merupakan ujian saja untuk keteguhan hati gue agar tetap menjadi ibu rumah tangga? Atau mungkin merupakan pertanda agar gue mengubah keputusan dan kembali bekerja?

Iya,  gue galau ala-ala sinetron gitu deh hahaha.

Tentang Passion

Akhirnya saat itu gue mengobrol banyak dengan Abah dan mengungkapkan isi hati gue. Kesimpulan Abah pada saat itu sih simple aja, menurut Abah gue keasyikan menjadi seorang ibu dan akhirnya kelupaan ‘menjadi diri sendiri’ yang mengakibatkan gue menjadi jenuh dengan semua rutinitas sehari-hari yang berkutat dengan anak-anak saja. Literally, no adult interaction.

Ehm iya juga sih, setelah menjadi ibu, tanpa disadari gue mencurahkan hampir semua waktu dan energi gue hanya kepada anak-anak. 

Abah menyarankan gue untuk mencari kegiatan lain sebagai stress reliever, semacam ‘me time’ gitu lah.
Gue pun mulai memikirkan kembali apa yang menjadi hasrat terdalam gue. Gue mencoba untuk menemukan passion gue.  Semangat gue. Sesuatu yang mampu membuat hati gue berdebar dan mata gue berbinar.

Selama ini sih gue sukanya membaca novel dan menonton drama seri. Kedua rak buku di rumah gue bahkan sudah hampir mencapai batas maksimal. 


Akhirnya Abah membuatkan blog dan meminta gue untuk mulai menulis. Menurut Abah apabila gue gemar membaca, minimal gue PASTI bisa menulis, karena di otak gue pastinya sudah terkubur ribuan kosa kata yang menunggu untuk dikeluarkan.

Gue agak bengong sejenak karena merasa belum pernah menulis sama sekali, pengalaman menulis gue hanya berkisar antara menulis surat lamaran kerja atau membuat proposal Agustusan hahaha.

Awal Mula Ngeblog

Gue mulai ngeblog sekitar tahun 2009, ketika Fathir masih berusia beberapa bulan.

Saat itu gue memasuki dunia blog dengan keputusasaan seorang ibu 2 anak yang sedang merasa tidak bahagia akan hidupnya.  Dengan segala kepolosan dan ketidakyakinan. Gue bahkan tidak tahu apakah gue bisa menulis atau tidak, I just decided to do it.

Setelah mulai menulis, gue pun tidak bisa berhenti.

Gue belajar untuk menganalisa perasaan gue tentang sesuatu hal dan kemudian menuliskannya ke dalam blog. Saat ini gue sedang merasa A- mungkin karena saat itu gue B - seharusnya sih gue C- berarti kalau lain kali kejadian kayak begini lagi,  gue harus D. 

Iya, tulisan di blog gue memang isinya curhat semua hahaha.

Apabila diibaratkan, blog membantu gue  untuk mengurai benang kusut yang selama ini berkecamuk dalam benak gue. Gue banyak menemukan A-HA moments dalam hidup gue karena blog. Semacam pencerahan yang membuat gue tersadar akan banyak hal dan akhirnya bisa memandang suatu masalah dari berbagai segi. Moments of truth!

Gue menyadari bahwa kebahagiaan yang selama ini gue cari, ternyata dapat ditemukan dengan mudah di dalam diri sendiri. Happiness is a state of mind. Kita bisa saja terlihat memiliki segalanya, tapi tidak merasa bahagia dan demikian pula sebaliknya. Kita bisa saja tidak memiliki apa pun tapi tetap merasa bahagia. Tergantung sudut pandang kita. 

Kita bisa memilih, gelas setengah kosong atau setengah penuh.

And I choose to be happy!
Dan disela-sela berbagai postingan konyol keluh kesah gue tentang beratnya menjadi seorang ibu, akhirnya gue menyadari satu hal penting tentang diri gue sendiri. Ternyata selama ini gue memandang rendah diri gue sendiri karena hanya bisa menjadi ibu rumah tangga yang tidak produktif dan tidak menghasilkan. I never said it loud, tapi ternyata tanpa disadari gue merasa seperti itu lho! BOOM!

TERNYATA GUE TIDAK MENGHARGAI DIRI SENDIRI!

Semua tercetus tanpa sadar ketika gue membuat tulisan tentang betapa sedihnya hati ini  karena orang-orang di sekeliling gue kebanyakan memanggil gue dengan sebutan Mama Kayla, Mama Fathir atau Ibu Boy.  Seakan-akan keberadaan gue di semesta ini semata-mata hanyalah untuk menjadi ‘ibunya’ seseorang dan ‘istrinya’ seseorang saja.

Dan betapa hampanya hati gue ketika di pagi hari tatkala sedang berinteraksi dengan mang sayur di depan rumah lengkap dengan daster batik dan dandanan belum mandi, tiba-tiba salah seorang ibu tetangga lewat dengan full make up dan parfum yang harum mewangi karena mau berangkat kerja. Gue kok berasanya hina banget sih.

Perasaan negatif itu secara diam-diam dan perlahan mulai merasuki alam bawah sadar dan merusak gue. Tapi akhirnya paling tidak gue jadi tahu apa yang sebenarnya gue rasakan selama ini dan belajar untuk mengakui dan menerimanya. Yang parah adalah ketika lo tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi lo gak mau mengakui dan berusaha untuk menyangkalnya. 

Saat itulah gue menyadari, bahwa sebelum bisa menjadi seorang ibu yang baik untuk anak-anak dan istri yang baik di mata Abah, gue harus bisa menjadi diri sendiri secara utuh. Gue harus belajar untuk menghargai diri sendiri terlebih dahulu.

Belajar Menghargai Diri Sendiri

Mungkin akan terdengar sangat klise apabila gue memberikan pernyataan bahwa nge-blog adalah salah satu cara yang membuat gue bisa merasa lebih bahagia.

Tapi memang benar sih.

Saat itu, bagi gue blog menjadi semacam katarsis, stress reliever, tong sampah emosional atau apa pun itu istilahnya. Gue selalu merasa senang setiap kali selesai posting yang isinya curhat dan kemudian menerima berbagai komentar penyemangat dari teman-teman blogger. Interaksi yang gue jalin dengan beberapa teman blogger pun kerap kali membuat hati gue terasa lebih hangat.

Melalui blogwalking gue jadi mengetahui bahwa di luar sana, banyak ibu-ibu yang juga mengalami perasaan yang kurang lebih sama seperti gue. Dan ternyata ada syndrome bernama baby blues yang kerap kali melanda para ibu yang baru saja melahirkan. Entahlah, mungkin saat itu gue terkena juga. Ternyata saat itu gue memang kurang gaul, kurang piknik dan kurang browsing. Gue hanya sibuk berkutat di dunia kecil gue. 

Saat itu, sekitar tahun 2009 dan masih belum jaman yang namanya smartphone lho yah, jadi kalau mau online baik untuk ngeblog atau sekedar browsing memang harus mau repot menyalakan PC. Tapi semuanya gue jalani dengan senang hati. Di sela-sela kesibukan gue mengurus Kayla dan Fathir yang masih pada balita, selalu gue luangkan waktu untuk nge-blog. Selalu.

Tapi yang terpenting adalah, saat itu perlahan-lahan gue mulai belajar untuk menghargai diri gue sendiri dan memperlakukan diri sendiri dengan penuh hormat.

Menghargai Diri Sendiri dan Mendapat Penghargaan 

Setelah merasa nyaman dengan dunia blog, gue pun iseng-iseng mulai mencoba untuk berpartisipasi dalam berbagai kontes blog. Dan setelah berpuluh-puluh kali mengalami kegagalan dalam mengikuti kontes blog, akhirnya sedikit demi sedikit gue mulai menuai kemenangan. 

Mungkin ketika lo bisa mulai untuk menghargai diri sendiri, memaafkan semua ketidaksempurnaan dalam diri sendiri, maka pada akhirnya lo bisa membangun rasa percaya diri dan mulai berani untuk melakukan sesuatu.

Dan ketika lo bisa menghargai diri sendiri, maka lo pun akan mulai menghargai semua hal yang ada di sekitar lo, termasuk menghargai orang-orang tercinta yang selama ini selalu ada untuk mendukung lo. Dan mereka pun akan berbalik menghargai lo kembali. Menurut hukum semesta sih memang seperti itu : whatever we put into universe, will comeback to us.

Mulai menghargai keberadaan keluarga tercinta yang selalu memberi dukungan!
Dan percaya atau tidak, hal itu ternyata akan dengan sendirinya tercermin dalam tulisan-tulisan lo.
Semenjak mulai ngeblog di tahun 2009, Alhamdulillah gue sudah berhasil memenangkan beberapa kontes blog dan mendapatkan berbagai hadiah mulai dari kosmetik, gadget bahkan uang tunai. Yang belum pernah sih memenangkan kontes dapat Voucher Belanja Sodexo aja sih hahaha. Padahal mah semua Merchant Sodexo beneran pada bikin ngiler dan mupeng banget deh :)

Tapi dari berbagai hadiah kontes yang pernah diterima, yang paling berkesan adalah ketika gue berhasil memenangkan kontes blog dengan hadiah liburan ke Korea. Dari dulu gue memang gemar sekali menonton drama Korea, sehingga  bisa berhasil pergi ke Korea berkat blog merupakan pencapaian yang sangat besar bagi gue.

Saat itu gue merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia. Peserta tour yang lain merupakan pemenang kontes dari Malaysia, Australia, USA dan Perancis.

menjadi satu-satunya peserta tour dari Indonesia yang sudah emak-emak
Selama 7 hari gue menikmati liburan yang sangat menyenangkan di Seoul & Jeju Island. Gue mencicipi berbagai hidangan lezat khas Korea, menginap di hotel berbintang dan menjalankan berbagai misi tak terbayangkan yang diberikan oleh panitia. Sungguh pengalaman menakjubkan yang tak kan pernah bisa terlupakan.

Gue bahkan berkesempatan untuk menaiki kapal pesiar dan juga Transparant Kayak walaupun kemudian dengan noraknya langsung mabok laut. Gue pun dengan gagah berani menaiki ski lift dan zipline walaupun sesudahnya langsung shock berat hahaha...

sok berani naik transparant kayak padahal sesudahnya langsung gemeteran!
semua terlihat riang gembira menaiki ski lift, hanya ada satu orang aneh yang terlihat ketakutan sambil megangin helm!
Sekitar 3 bulan kemudian, tanpa diduga team gue ternyata berhasil memenangkan voting online. Kami pun diundang kembali ke Korea pada musim gugur untuk menghadiri acara awards yang berlokasi di daerah paling elite di Seoul, yaitu Gangnam. Sungguh sulit dipercaya bahwa gue berhasil melangkahkan kaki kembali ke Korea untuk kedua kalinya berkat blog.

Saat itu bagaikan mimpi, gue seorang ibu beranak 2 ini, benar-benar bisa merasakan gemerlapnya berjalan di red carpet dan asyiknya nongkrong di backstage bersama Kpop idol.

Selfi dan persiapan sebelum acara awards!
Welcome Dinner di Gangnam
Dan yang membuat gue tidak henti-hentinya untuk mengucap syukur adalah, karena pada kunjungan yang kedua tersebut, gue juga berhasil memenangkan hadiah berupa uang sebesar 5 juta won, yang kalau dihitung secara rupiah dengan kurs pada saat itu jumlahnya adalah sekitar 42 juta rupiah. Subhanallah. Merupakan sebuah bentuk penghargaan yang sangat berarti dari jerih payah gue nge-blog dan berkompetisi sekian lama .

Foto backstage bersama Jun K personil 2 PM - Kpop Idol
Foto backstage bersama Ricky Kim - Korean Actor-Entertainer
 Seberapa Penting Arti Sebuah Penghargaan Bagi Gue

Penghargaan pada hakikatnya adalah sebuah bentuk apresiasi yang menyatakan bahwa keberadaan kita diakui. Tapi bagi gue sendiri, penghargaan memiliki makna yang sangat-sangat luas dan tak terbatas :

Penghargaan bagi gue sebagai seorang ibu adalah ketika Fathir berkata dengan polos kepada mamanya yang gak pernah bisa becus memasak ini bahwa : nasi goreng buatan mama adalah yang paling enak sedunia.

Penghargaan bagi gue sebagai seorang ibu adalah ketika sepulang sekolah, Kayla bergegas tidak sabar untuk segera bercerita kepada gue tentang obrolan singkatnya di kantin bersama si-cowok-kelas-sebelah yang selama ini selalu rajin nge-love foto-foto Kayla di instagram *ECIYEEEH*

Penghargaan bagi gue sebagai seorang istri adalah ketika Abah dengan tulus ikhlas rela hujan-hujanan membelikan martabak telur di depan komplek demi asupan gizi sang istri yang berniat begadang untuk marathon drama Korea.

Dan penghargaan bagi gue sebagai seorang blogger adalah ketika mengetahui bahwa tulisan yang selama ini gue tulis dengan seadanya tapi tulus itu, ternyata mampu menyentuh hati para pembaca dengan sedemikian rupa. Gue sungguh merasakan kebahagiaan tiada tara ketika para pembaca blog gue bisa merasa terhibur, bahagia bahkan merasa termotivasi setelah membaca tulisan gue. 

terharu...
speechless...
Ketika membaca kembali postingan-postingan lama di blog, gue masih bisa merasakan betapa getirnya gue memandang diri sendiri pada saat itu. Ternyata kita memang harus berada di lembah terlebih dahulu agar bisa menyadari betapa tingginya gunung yang ada di belakang kita. Gue pun tak henti-hentinya bersyukur karena merasa bahwa Allah masih teramat sayang kepada gue dan keluarga.

Gue juga bersyukur karena saat ini blog gue sudah mulai bisa menghasilkan sedikit materi bagi gue, walaupun jumlahnya memang tidak terlalu besar tapi kalau  untuk sekedar beli lipstick, jajan batagor atau bantu-bantu Abah bayar tagihan listrik sih masih bisa lah yah. Bahkan tanpa pernah gue duga sebelumnya, saat ini akun social media gue yang lain seperti twiter & instagram pun sedikit demi sedikit sudah mulai menghasilkan.

Alhamdulillah.

Gue percaya bahwa sejatinya, passion-lah yang mampu membawa gue melangkah sampai sejauh ini. Karena hanya dengan passion kita mampu melakukan hal-hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Passion jugalah faktor penting yang membuat kita merasa terpacu untuk memiliki ketekunan, disiplin dan dedikasi akan sesuatu.

Tapi gue juga meyakini bahwa passion yang hanya berjalan sendiri tanpa didampingi dengan penghargaan kepada diri sendiri maupun sekeliling kita, hanya akan menjadi ambisi yang kosong. Hampa.

Sampai saat ini sih, blog masih merupakan sarana yang paling asyik bagi gue untuk belajar mengenali diri sendiri, gaul-gaul elegan dan tentu saja mendapat sedikit penghasilan tambahan. Walaupun dalam ngeblog memang ada dinamika tersendiri, kadang rajin-kadang males, tapi gue selalu saja kembali. Selalu ada rasa kangen untuk nge-blog.

Mudah-mudahan sih bisa semangat terus nge-blognya yah!

Sodexo Blog Contest

69 komentar:

  1. sekarang ga sedih-sedih lagi ya Bi, makin happy apalagi dari blog bisa sampai ke Korea

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang udah gak pengen sedih lagi mbaaak!

      Pengen jadi blogger bahagia yang hobinya nge-baper-in drama korea aja hehe.

      Hapus
  2. mba Erry emang amazing :) saya malah blm mendapat pegnhargaan nih mba hiks hehe... foto kayla n fathir kecil lucu banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mbaaaak :)

      Akh dirimu mah suka begitu deh mbak padahal mah job di blogmu sepertinya bertaburan gitu deh *plak* hahaha...

      Iyaaaa, foto jaman mereka masih unyu-munyu tuh mbak :)

      Hapus
  3. Tuhkan teteh yang nulis aku yang terharu������ wkwkwk Sebagaian mirip seperti yang aku rasain, sebagian belum sih. Kayak syndrome baby blues itu aih belum ngerti rasanya wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah,
      Makasih udah terharu dan bisa merasa relate sama tulisanku yah :))

      Nah, jadi nanti kalo kamu udah nikah dan lahiran trus berasa galau-galau gak jelas nyantai aja dan gak perlu panik yah, ngeblog & nge-drama korea aja hehe.

      Hapus
  4. Wooowww... gue bacanya terhura teh... kereeeenn <3<3 Penghargaan dari anak2 itu yang gue juga ngerasain bangeeet.. Selalu bahagia pas anak2 bilang masakan gue paling enak daripada masakan abang jualan (meski gue bisanya numis, nyarur sop, sama nyeblak doang) :D
    Dan yang bikin paling bikin gue rada cirambay adalah :
    "Penghargaan bagi gue sebagai seorang istri adalah ketika Abah dengan tulus ikhlas rela hujan-hujanan membelikan martabak telur di depan komplek demi asupan gizi sang istri yang berniat begadang untuk marathon drama Korea."

    CIRAMBAY KARENA SESEURIAN GITUH! :))))) Hwaiiitiiingg yaaa! Semoga menang kontesnya! ^^ *suki melambai-lambai* Hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Utiiiiie...
      Bagi kita yang gak hobi masak mah diomongin kayak begitu teh meuni asa nyeredet banget yaaaah hehe..

      Edan gaya lo, seriusan bisa masak seblak?

      Iyaaa...kalo gue niat begadang buat marathon drama Abah suka beliin martabak atau gehu pedes dulu buat asupan gizi gue muahahaha....

      Hapus
  5. Pasukan pendukung me time *ngacung*

    BalasHapus
  6. baca blog nya mba erry..emang beneran suka senyum2... kalo baca yg ini terharu hahahahh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.
      Makasih udah suka senyum2 dan terharu kalo baca blogku yaaah :)

      Hapus
  7. Nah. Ngontes dengan isi yang tulus tulus kayak gini neh yang buat teteh menang yak. Soalnya yang laen kan kebanyakan iklannya. Hahahahah *baca :gue*

    Iihhh. Aku gak pernah menang blog! Sepertinya aku emang gak ada bakat jadi blogger sejati. Mungkin aku disuruh jadi pejabat aja di kantor *huahahahahaha*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Niiiiie...
      Ini sih emang kebeneran aja tema-nya asyik banget buat dipake curhat.

      Kalo tema-nya harus review produk mah, paling....curhat juga diseling ngiklan muahahaha...

      Aku dukuuuung dirimu jadi pejabat yang suka nge-blog Nie, asal masih tetep suka nge-drama aja sih hehe *penting*

      Hapus
  8. Mb Erry mah keren! Selalu suka dengan tulisan-tulisan mb Erry. Samalah, tulisanku juga banyakan curhat semua, tapi tulisan curhat mb Erry lebih berbobot hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbaaaaaak!
      Baru nyadar kita temenan di blog udah lamaaaaa banget yah mbak, dari jaman di detik dan Fathir masih bayi deh kayaknya hehehe...

      Makacih udah bersedia bacain semua curhatanku yah mbaaaak! *peyuk-peyuk*

      Hapus
  9. tulisan Teh Erry memang keren-keren kok!
    sejak pertama kali terdampar di tulisan Teteh yang tentang dramanya si alien yang diplagiat itu, saya sudah jatuh cinta dan tak pernah alpa membaca setiap tulisan Teteh, walau baru akhir-akhir ini berani ninggalin komen, hihihi :D

    Sukes buat lombanya yah Teh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah lhooooo....

      Ternyata dirimu udah mampir ke blog aku sejak jaman aku posting tentang alien dan plagiat itu toh?

      Ih, meuni gak pernah komen dulu mah, jadi aja aku telat berkunjung ke blogmu deh :((

      Makacih yaaaah :))

      Hapus
  10. duh nginspirasibanget, tulisannya keren... suka bagian yang saat ibu2 lewat dengan highheel, wangi menebar, kok saya juga kadang meraa gitu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, makasiiiih kalo merasa terinspirasi mah, aku jadi tersanjung nih :))

      Yah, problema standard para ibu rumah tangga kayaknya mah, mungkin lain kali kita kalo belanja sayur harus pake heels dulu lengkap dengan parfum mewangi yah haha.

      Hapus
  11. ahhh tumben serius sekali postingannya :) happy blogging yaa.. salam buat mama ajeng hehehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, sekali2 serius atuhlaaah :)

      Okay, nanti aku sampaikan yah. Eh, ngomong2 teteh Ajeng yaitu anaknya mama Ajeng keterima masuk ITB lho, keren yah!
      *malah ngegosip di kolom komen*

      Hapus
  12. buah dr menghargai diri sendiri ya teh, jd hasilnya prestasi teteh dimana2, salut bwt abah fathir, berkat saran abah, dikau bs menemukan serpihan passion yg sempat bertebaran dimana2, tsaaahhh
    sukses ya teh, amiiinnnn

    BalasHapus
  13. Penghargaan terbesar aku, yg jelas blm ada anak2 yg bikin riweh kaya Fatir dan bilang makanan buatanku enak

    BalasHapus
  14. dan ternyata kita mulai ngeblognya sama Mba Erry, tahun 2009 di Blogdetik juga hahahaha

    Sama Mba Erry, saya awal ngeblog juga karena galau... hahahah

    tapi untungnya kita ketemu tempat untuk bergalau yang asyik yaitu Blog ya Mba Erry hahahah

    BalasHapus
  15. Setuju bangat Mba Erry, kita harus bisa menghargai diri kita terlebih dahulu, baru dari sana kita akan sadar bahwa kita memang punya potensi. Dan kini Mba Erry sudah membuktikannya sendiri, dan hasilnya sungguh sangat fantastis, ke korea sampai dua kali duuuh saya ikut bangga bangat loh Mba Erry, kereeeeen :)

    BalasHapus
  16. Selalu ada cerita di balik sebuah penghargaan ya mbak. Bagaimanapun, penghargaan itu datang seiring usaha keras ya mbak.

    BalasHapus
  17. Iya dukungan keluarga dan orang-orang terdekat itu penting bangat ya Mba Erry, duuuh sosweet bangat sih Fathir, Kayla dan Abah... punya cara masing2 memberikan penghargaannya ke Mba Erry... semoga keluarga ini terus seperti ini, selalu dalam kebahagian. Aamiin :)

    Oh iya... Semoga ngontesnya menang ya Mba Erry. Aamiin :)

    BalasHapus
  18. Pernah dpt voucher sodexo juga, dan senengnyaa minta ampun, brasa apa2 bisa dibeli dg itu voucher.

    Btw aq suka salut loh mba erry sm yg konsisten nulis blog dg gaya dan cerita masing2. Dr cerita sehari2 yg kdg sepele eh bisa dpt sponsor, bs dpt ini itu rasanya kok mantap gtu, pengen nyontek deh.

    BalasHapus
  19. Quote, "Kita bisa memilih, gelas setengah kosong atau setengah penuh." (y)

    Btw, Abah romantis ya teh, rela beli martabak telur demi asupan gizi yang mau marathon drakor :D

    Dan yang di ski lift, gayanya Teteh anti mainstream dari gaya dua jari :P

    BalasHapus
  20. sama banget mba, klo ngeblog aku juga kadang rajin, kadang malas, tapi selalu balik lagi :D

    BalasHapus
  21. Inspiring bingids Neng, sukses selalu yaaa

    BalasHapus
  22. Teh Erry.... mau nangis saya bacanya :'))
    teteh daebak dari galau sampai nemuin passion dalam ngeblog. Pengen banget juga bisa dapat pengalaman mengesankan karena nulis blog. Terima kasih ya teteh

    BalasHapus
  23. Wah itu baby blues ya pas baru lahiran, aku juga pernah. Untung bisa diatasi dan malah jadi makin sukses spt sekarang yaa.., kerennn...

    BalasHapus
  24. Kereeen mbak Erry! Tulisan ini menginspirasi saya untuk semakin semangat ngeblog. Ternyata banyak hal yang bisa kita dapet dari ngeblog, ya. Gak hanya sebagai tempat numpahin curhatan doang. Bahkan sampe jelong-jelong ke luar negeri. Semoga saya bisa kayak mbak Erry. Yeaay!

    BalasHapus
  25. aku deg-degan bacanya, tulisanmu menghangatkan dada kali ini Teh.. aku terhura... termotivasi juga. baru kali ini, aku baca dan enggak cekikikan sorangan.

    BalasHapus
  26. Baca tulisan ini dr awal sampai akhir... Daan mendapat pencerahan.. Kadang hidup yg kita keluhkan adalah hidup yg diidamkan oleh orang lain yaah... Intinya kita banyakin syukur aja ya teh. Pelajaran juga buat diriku emak emak yg masih sering banyak mengeluh.

    BalasHapus
  27. Blog teh erry mah keren2. Enak bgy buat di baca engga ngebosenin.. kalau baca blog teh erry jadi termotivasi smgat ngblog.

    BalasHapus
  28. Wwiihhh luar biasa teh.
    Sebuah perjalanan yang nggak biasa

    BalasHapus
  29. kalo liat mb erry yg sekarang kadang g nyangka y mb bs jg galau and sedih tingkat dewa secara mb orangnya ceria bgt gt kirain hepi terus ��. selalu sukaaa baca postinganx mb, walau ngontes and ngiklan juga tp ga kerasa gt pas bacanya hahaha...

    BalasHapus
  30. teeeehhh.. you're my inspiration on blogging .. beneran lho teh, aku tuh jadi pede buat nulis setelah baca blog teteh (yg waktu itu masih di detik ya). luph u full teh, keep writing ya ..

    BalasHapus
  31. kalo liat mb erry yg sekarang kadang g nyangka y mb bs jg galau and sedih tingkat dewa secara mb orangnya ceria bgt gt kirain hepi terus ��. selalu sukaaa baca postinganx mb, walau ngontes and ngiklan juga tp ga kerasa gt pas bacanya hahaha...

    BalasHapus
  32. Jadi nahan napas baca postingan ini!
    Kayaknya sy terlontar ke masa lalu deh, ngeblog itu memang seru, Ry...rasanya campur2, tapi yg jelas, kita akan ketemu banyak temen baru lewat tulisan yg kita buat.
    Ada yg nyambung sampai sekarang, ada yg putus di tengah jalan.
    Kita?
    Ahahaha...malah kayak adik kakak ya...��

    BalasHapus
  33. Aaaaak ini artikel bikin ngiri sekaligus bisa memotivasi gitu, semacam moodbooster abis baca ini :')

    BalasHapus
  34. Teh, skrg klo sedih, paling sedih sm drakor2 aja yah teh bahahahaha

    Btw kangennn nih dah lama ga jumpa kita, curhat2an hahahaha

    BalasHapus
  35. Selalu mampu membuat pembaca larut dalam isi tulisan .. termasuk artikel ini... semoga menang !

    BalasHapus
  36. Teh Erry dirimu keren sampe pake emosi bacanya, hehe

    Wah aku juga harus semangat walau hanya dirumah ngurus rumah tangga, baru 6 bulan ngeblog semoga lewat ngeblog mimpi-mimpi bisa terwujud. You're inspiring, I heart you #eh

    Semoga menang ya ��

    BalasHapus
  37. Itu raknya sampai meliuk ya... saking banyak bukunya. Mantaps....

    BalasHapus
  38. Teteeeehhh.. maaf baru sempet mampir.
    "Yang parah adalah ketika lo tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi lo gak mau mengakui dan berusaha untuk menyangkalnya."
    Or even worse, menyerang orang laen yang beda demi pembenaran diri sendiri #maafnumpangnomensyen :D
    Keren postingannya, Teh. Semoga menang ^^

    BalasHapus
  39. baca ulasan di atas bikin senyum2 sendiri :-)
    keren blognya....

    BalasHapus
  40. Halo teteh...
    Salam kenal dari bumi Jember.

    Tulisannya benar-benar bikin senyum-senyum haru dan menggugah banyak smangat utk bisa mlangitkan mimpi sperti teteh yg bisa smpai ke Korea... Sugoii...
    Inspiratif banget...

    btw, itu rak bukunya emang meliuk, atau gegara beban bukunya yak, xixixixii

    BalasHapus
  41. kemaren waktu lahiran juga aku kan stress banget, dan salah satu cara ngobatinnya juga dengan nulis hehehehe....

    BalasHapus
  42. teh, tulisannya jadi inspirasi banget, aku juga suka nulis tapi cuma sekedar di buku sama disimpen di komputer, aku belum pede kalo harus nulis di blog, tapi tulisan teteh sederhana, tulus tapi bisa nyentuh yang baca bikin aku termotivasi buat mulai nulis blog. terimakasih buat teh erry untuk tulisannya yang sangat menyentuh hati dan bikin kita semua termotivasi. gomawo eonni :)

    BalasHapus
  43. Suka postingannya..Salam kenal

    BalasHapus
  44. orang tua memang harus menjadi teladan yg baik untuk anak2nya..

    BalasHapus
  45. waduh, kayla udah main instagram aja ya? harus tetep dalam pengawasan tuh mba

    BalasHapus
  46. sangat menginspirasi, makasih sudah mau sharing plus curhat-curhatnya ;)

    BalasHapus
  47. karna itulah aku chayank padamu biiii :-D

    Semoga menang yah kontesnya. biasanya kalau kontes-kontes gini trus akunya nongol dan ngata-ngatain supaya menang, pasti menang deh. bwehehehe (pengin ambil kreditnya aja sih gua sebenernya haha)

    BalasHapus
  48. sukses ngontesnya ya Teh Erry kebanggaan Kayla Fathir.

    BalasHapus
  49. Teteeeeh.... Keceee sangaaat. Btw... Itu naik apa itu di Korea seraaaam banget. Hihihi... Wajarlah si teteh pegangan sama helm. Btw.. Jadi semangat ngeblog nih. Thanks teteeeh... Goodluck buat lombanya..

    BalasHapus
  50. teteh, inspiratif banget
    aku juga abis lahian merasa hidup aku nggak bahagia
    capek dan pengen nangis n marah aja
    sekarang membaca dan menulis jadi obat
    walaupun pencapaiannya belum sebanyak teh erry
    sekarang aku dah mulai menata hati
    karena kita layak untuk bahagia ^_^

    BalasHapus
  51. Kelar baca postingan ini langsung semangat ngeblog lagi ^_^
    Makasih atas pencerahannya teh...

    BalasHapus
  52. Ahhh...iri banget ih bisa foto bareng ricky kim...eh..itu dia dah nikah belum ya waktu itu? Hahaha..aku suka banget liat ke 3 anaknya ricky kim di acara interaktif Oh My Baby.. Anaknya lucu lucu... (*kenapa malah ngomongin aktor korea ya bukannya ngebahas tulisan di blog ini..maaf maaaf).

    Btw.. Kasi tau dan ajarim dong caranya biar bisa liburan ke korea juga akunya... Mupengggggg..

    BalasHapus
  53. Mbak Erry...
    Aku terharuuu bacanyaaa *lap ingus*

    Ngga pernah mengalami yang kayak Mbak Erry sih,
    cuma pernah suatu saat kayak dijahatin sama orang, trus aku cedihhh,
    tapi abis itu sadar, ngapain cedihhh, choose to be happy aja lah yaaau XD XD

    BalasHapus
  54. Mengorek luka lama nih teteh.. hikksss itu foto Aki Jun.K ku nongkrong disituuuuuu tehhhhh..

    BalasHapus
  55. Tehh.. Aku kalo curhat bawaannya mellow tulisannya.. Padahal didunia nyata aku cheerful lhooo *terus agak geli gmn nulis kata C itu* *kebanyakan baca cosmopolitan*..ahaha.. Mesti banyak belajar nih biar curhatnya bikin motivasi orang, bukannya menambah beban yg baca..muahaha :D Moga menang ya teh :*

    BalasHapus
  56. Samaan dong Bi, blogku juga curhat semua isinya.
    Tumben Bi ada kata2 yang bijak banget tapi keplanting ama tulisan yang Abah rela hujan2nan beli martabak demi istrinya yang maraton drakor. Hahahahha, piiiis ya Biiii. Keren lah Bi atas semua curhatan dan postingan di blog yg membawa berkah.

    BalasHapus
  57. Teteh, boleh ya panggilnya kayak gitu, aku nyasar ke blog teteh gegara event meme yg udah expired. Seneng baca review drama korea versi teteh. Trus liat2 isi blog nyampe ke pos ini. Aku baru banget lulus dan belum dapet kerja😔 Aku terharu, termotivasi juga abis baca pos ini. Malu udah putus asa aja niatannya. Makassih yaa teteh, pos nya menginspirasi. Eh, btw aku pengen nyari abah versi aku😳

    BalasHapus

 

Blog Template by BloggerCandy.com