Senin, 25 Januari 2016

Mempersiapkan Anak Menghadapi Era Digital Dengan Acer Liquid Z320



Beberapa waktu yang lalu, gue terkejut ketika membaca surat tagihan dari kartu kredit.

Kartu tersebut jarang dipergunakan dan masih tersimpan rapi di dompet gue, tapi mengapakah gerangan ada tagihan sebesar ratusan ribu rupiah yang tercantum di dalamnya?

Ya ampun, kartu kredit gue pasti ada yang nge-hack nih! Kok bisa? 

Dan gue pun sudah bersiap-siap mau ‘drama’ mumpung lagi ada kasus kan yah!
*maklumlah anaknya suka haus akan drama *

Tapi setelah ditelusuri lebih lanjut, gue pun menemukan sedikit keganjilan yang agak mengkhawatirkan, karena ternyata tagihan tersebut berasal dari pembelanjaan online untuk pembelian…KARAKTER ANGRY BIRD!

Mau tidak mau, batin gue pun mulai mencium aroma ketidakberesan akan kasus ini, dan kecurigaan pun perlahan tapi pasti muncul ke permukaan.

Berikut ini adalah oknum yang berpeluang tinggi untuk menjadi tersangka utama dalam kasus-pembelian-karakter-kurang-penting-dalam-game-online


Fathir, 6 tahun dan baru saja diomeli mamanya karena sudah berhasil membuat kartu kredit sang mama jebol ratusan ribu rupiah.
Setelah diskusi dengan Abah, akhirnya terbongkar jugalah kasus yang kurang berbobot tapi cukup menyebalkan itu. 

Ternyata beberapa waktu yang lalu, Abah memang pernah memasukkan nomor kartu kredit gue di tabletnya untuk meng-unlock sebuah game taekwondo, murah sih harganya hanya 12 ribu rupiah saja.

Tapi Abah lupa untuk log out dan remove history, sehingga Fathir pun bisa dengan bebas ikutan berbelanja karakter Angry Brid favoritnya. 

ckckck...
 Memang Abah yang lalai dan gue juga yang masih kurang ketat mengawasi sih. 

Dalam kasus seperti ini, kita memang gak bisa juga terlalu menyalahkan anak yang sudah seenaknya pencet-pencet tombol ‘buy’, karena kontrol seharusnya memang berada di tangan kita sebagai orang tua.

Terus, jadi gimana dong? Ya udah sih terpaksa dibayar saja, walaupun setelah gue intip ternyata karakter Angry Bird yang dibeli itu gak ada bagus-bagusnya sama sekali! Hih!
*semacam masih kurang ikhlas*

Jaman Dulu VS Jaman Sekarang

Sebagai seorang ibu, ada kalanya gue merasa sedikit gamang mengikuti perkembangan teknologi yang berkembang sangat pesat tak tertahankan. Tapi mau tidak mau, kita harus berusaha untuk mengimbanginya karena kita memang hidup di masa yang serba cepat ini.

Masa kecil gue tentu saja jauh berbeda dengan anak-anak gue. 

Di jaman gue sih, punya buku kenangan yang isinya biodata teman-teman sekelas, lengkap berisi foto dan kata mutiara dari mereka saja,  rasanya diri ini sudah bertransformasi menjadi mahluk paling keren sejagat.
*sampai sekarang masih tersimpan rapi buku kenangan jaman SD & SMP*

Sedangkan definisi keren anak masa kini mungkin adalah : kamu pakai smartphone jenis apa atau berapa sih followers IG kamu? 

Bahkan Kayla yang baru berusia 10 tahun saja akhirnya ikut kekinian dan membuat akun instagram juga, walaupun semua isinya…SELFIE!

Difoto dengan pose kekinian sembari makan permen loli yang dibeli di warung mama Ajeng
Dengan penuh semangat, ia  meng-install berbagai jenis aplikasi untuk mengedit fotonya agar bisa terlihat lebih cetar dan gaul.

Fotonya harus diedit dulu supaya terlihat makin gahol!
Selain smartphone milik gue dan tablet kepunyaan Abah, di rumah memang kita sediakan 1 buah smartphone khusus untuk anak-anak yang isinya sebagian besar sih games punya Fathir dan foto narsisnya Kayla.

Dan tentu saja secara berkala smartphone itu selalu kita cek. 

Karena walaupun kita sudah mewanti-wanti anak kita untuk menghindari konten tertentu, tapi masih tetap bisa kecolongan juga sih.

Gue bahkan pernah menemukan iklan yang kurang senonoh tiba-tiba saja nongol di salah satu aplikasi yang di install oleh Kayla, padahal itu cuma aplikasi untuk mengedit foto saja lho.

Sebagai orang tua, pokoknya kita benar-benar harus waspada deh.

Orang Tua, Anak & Gadget 

Jadi untuk mengantisipasi berbagai pengaruh buruk yang mungkin didapat dari gadget,  ada beberapa hal yang selama ini sedang berusaha banget untuk gue dan Abah lakukan sebagai orang tua.

Karena sekali lagi, kontrol akan selalu ada di tangan orang tua lho.

Membatasi Waktu Bermain Gadget


Mungkin selama ini kita merasa sudah aman dan nyaman karena telah membatasi waktu bermain gadget bagi anak kita? 

Ada baiknya gue perjelas kembali pernyataan diatas, karena menurut gue yang harus dibatasi untuk bermain gadget bukan hanya anak, tapi juga kita sebagai orang tua.

Monkey see, monkey do!

Adilkah bagi anak, kalau dengan jumawa kita membatasi jam bermain gadget untuk mereka sedangkan kita sendiri sibuk seharian membalas mention di facebook dan menanggapi pembicaraan yang gak jelas juntrungannya di group whatsapp? Hayo lho…
*tutup muka sendiri*

Jangan sampai kita asyik sendiri dan kurang memperdulikan mereka deh yah
Makanya untuk gue sendiri, sebisa mungkin sih bergentayangan di social media hanya di pagi hari ketika anak-anak di sekolah. Itulah makanya gue selalu slow respon ketika membalas mention baik di FB ataupun twiter *walaupun tetep aja sih  kadang suka mengintip TL sedikit lah*

Dan untuk berbagai macam notif socmed sih, biasanya gue silent saja supaya gak bikin kepo hehe. Biasanya sih gue baru akan nongol lagi di socmed malam hari ketika mereka sudah tidur. Di malam hari barulah gue bisa bebas nge-blog atau nge-drama korea.

Menjaga Keseimbangan

Menurut gue penting sekali bagi anak untuk bisa menjaga keseimbangan antara kemampuan teknologi dan kemampuan untuk bersosialisasi.

Banyak yang ‘menuduh’ bahwa anak yang kebanyakan memegang gadget akan canggung bersosialisasi dan memiliki kecenderungan untuk memiliki ego yang tinggi. 

Iya juga sih, karena ketika anak bermain game, biasanya mereka akan terhanyut dalam game itu. Mereka asyik sendiri dan seringnya sih merasa superior atau jagoan karena merasa bagaikan menjadi tokoh utama dalam game yang dimainkannya. 

Sebagai seorang ibu, gue pengen banget melawan stereotype seperti itu. Kan percuma saja kalau anak kita sudah pintar dan canggih banget tapi ternyata gak bisa punya kemampuan untuk mensosialisasikan kecanggihannya itu di dunia kerja nantinya. 

Jangan sampai kejadian!

Dan menurut gue sih hal seperti itu memang harus dipupuk dari sekarang. Bermain dengan teman sebaya merupakan cara yang paling ampuh untuk mengikis ego seorang anak.

Jadi kalau anak kita suka berantem atau ribut-ribut sedikit sama teman sebayanya, sebaiknya sih kita sebagai orang tua gak usah ikut campur lebih dulu kecuali memang sudah parah banget.

Biarkanlah mereka belajar menyelesaikan masalahnya sendiri, apakah harus ada yang mengalah dan minta maaf duluan atau mereka cuma sekadar diam-diaman tapi tetap bermain bersama. Udah, biarin aja, terserah mereka!

Gue sih ingin anak gue bisa merasakan keasyikan yang sama, antara ketika dia naik level bermain game Subway Surf, dengan serunya bermain bola di lapangan Mesjid, bersepeda keliling komplek, atau bermain gasing petarung bersama teman-temannya.

Keduanya terasa sama-sama seru dan menyenangkan!

Dan sampai saat ini sih, gue masih belum bisa memahami misteri tentang mengapakah rumah gue yang harus selalu dijadikan markas besar untuk permainan gasing petarung itu?

Terkadang mereka menguasai teras rumah!

tidak jarang mereka mengobrak-abrik ruang tamu gue. Berisiknya itu lhooo...
Kenapa harus di rumah kita sih Fathiir?

Dan Alhamdulillah sampai detik ini gue masih belum juga menemukan jawabannya.
Hidup ini memang penuh dengan misteri.

Mendampingi & Mengawasi Anak

Point yang ini klise banget yah, tapi memang penting sih, bahkan mungkin merupakan unsur yang paling utama.

Bukan hanya sekadar melihat dan mengetahui saat ini Kayla atau Fathir lagi ngapain dengan gadgetnya, tapi gue selalu ingin tahu bagaimana perasaan mereka ketika mereka sedang memainkan game tertentu atau menonton video tertentu.

Gue ini termasuk golongan emak-emak yang kepo banget dan selalu bertanya bagaimana perasaan mereka tentang suatu hal.

Kenapa sih kamu suka banget main Angry Bird? Apanya yang bikin kamu suka? Bagian mana yang paling seru? Asyikan mana main Angry Bird sama Subway Surf? Kenapa kok sekarang si Pou dicuekin dan gak pernah dimainin lagi?

*Duh, ternyata aku ini cerewet sekali ya Tuhan!*

Kayla dan Fathir bersama mama mereka yang sering cerewet dan suka kebanyakan nanya!
Kita harus peka dan menggali terus perasaan mereka dengan penuh rasa ingin tahu dan rasa cinta tentunya lho yah. Jangan sampai semua pertanyaan yang kita ajukan kesannya jadi kayak interogasi dan malah membuat mereka kesal. 

Dan kalau anak kita terlihat setia dan terpaku sekali dengan suatu game, ada baiknya orang tua juga ikut memainkannya supaya kita bisa turut merasakan apa yang dirasakan oleh mereka. 

Karena ada beberapa jenis permainan yang bisa menimbulkan adiksi atau kecanduan, biasanya sih jenis game petualangan atau balapan.

Untuk hal seperti ini, biasanya sih gue delegasikan saja kepada Abah karena dia dulu mantan gamer jadi lebih mengerti model beginian. Bahkan kalau menurut Abah sih, ada beberapa game tertentu yang dengan liciknya menyelipkan unsur pornografi yang parah banget ketika naik level lho, jahat banget lah ini!

Dan kita baru akan tahu tentang hal ini apabila kita beneran ikut bermain dan naik level.
*Lho, tapi kok Abah tahu? Jadi dulu udah sampai level berapa nih Bah?*

Jadi sebaiknya sih ketika anak terlalu anteng bermain sebuah game tertentu, kita harus waspada lho yah!

Memilih Perangkat Yang Tepat

Itulah makanya, gue merasa senang ketika mendengar kabar bahwa akhirnya ada juga smartphone yang dapat memahami hati para ibu yang resah mengikuti perkembangan teknologi.

It’s about time.

Saat ini sudah tersedia Acer Liquid Z320 yaitu smartphone keren yang memiliki fitur Kids Center yang ter-install langsung dan memiliki berbagai konten bermanfaat didalamnya.

Acer Liquid Z320 dilengkapi dengan fitur Kids Center
Ini asyik sekali, dengan smartphone Acer Liquid Z320 kita sudah tidak perlu lagi repot-repot mampir ke playstore untuk memilih berbagai games dan aplikasi, karena Acer sudah memilihkannya untuk kita, dan yang paling penting adalah kids friendly.

Selain terdapat ribuan aplikasi edukasi yang sarat manfaat untuk mengasah kreativitas anak, smartphone Acer Liquid Z320 ini juga menyediakan aplikasi untuk games dan video, yang pastinya sudah diseleksi dengan baik oleh Acer sehingga kita gak perlu khawatir ada konten dewasa yang gak sesuai bagi mereka.

Anak juga bisa banget menikmati konten terbaru dari Acer karena tersedia update content pada smartphone ini, jadi anak pun tidak merasa mudah bosan.

Dan yang super penting sih, smartphone Acer Liquid Z320 juga dilengkapi fitur Parental Control yang dapat memantau aktivitas internet anak kita. Jadi nanti ketahuan nih, mereka ngapain aja di di dunia maya dan bisa kita antisipasi dengan segera kalau mulai ada keganjilan.

Kids Center di Acer Liquid Z320
Hal ini juga sekaligus mengatur keamanan  dan mencegah anak untuk mendownload konten dewasa atau membeli aplikasi baru tanpa seijin kita.

Duh, cobak gue punya Acer Liquid Z320 dari dulu, mungkin tak akan terjadi tragedi pembelian karakter Angry Bird yang telah menjebol kartu kreditku itu!
*semacam masih belum mau move on*

Mengisi Waktu Liburan Dengan Berkreasi 

Saat ini selain gemar bermain game dan berfoto narsis, Kayla juga lagi suka banget menonton video tutorial tentang tata cara pembuatan kokoru di youtube. Kokoru itu semacam kertas lipat canggih yang bisa dibikin untuk membentuk karakter 2 atau 3 dimensi. Lagi nge-hits banget tuh.

Sehingga ketika libur panjang kemarin Kayla minta dibelikan kokoru untuk kemudian dibuat menjadi berbagai bentuk lucu.  Ia pun mengajari Fathir cara membuatnya.

Mengisi waktu liburan dengan membuat kokoru!
Mereka gue bebaskan untuk membuat semuanya sendiri, sedangkan gue hanya mengawasi saja. Ehm, paling sih gue kebagian membereskan ruang tamu yang biasanya porak poranda setelah mereka menyelesaikan proses pembuatannya.

Itu yang kanan atas maksudnya sih doraemon, tapi ya gitu deh haha.
Setelah itu, gue mendengar mereka bisik-bisik merencanakan sesuatu dan ternyata mereka berniat untuk ikutan membuat video tutorialnya juga. Lagi-lagi gue hanya mengawasi dan membiarkan mereka untuk berkreasi sendiri saja.

Ternyata videonya kepanjangan dan seperti yang sudah gue duga, hasilnya kacau balau hehehe.

Akhirnya Kayla pun jadi berkeinginan untuk mencari aplikasi yang bisa mengedit video supaya lebih kece. Mereka pun sibuk mencari-cari, sementara gue hanya menemani saja dan membiarkan mereka sendiri yang memilih.

Akhirnya setelah mendapat sebuah aplikasi, mereka pun gue tinggal dan gue biarkan untuk mengeksplorasinya sendiri.

Ternyata mereka jadi kepengen bikin semacam iklan gitu bhahaha.

Gue menguping dan mengintip sambil ketawa-ketawa sendiri, menyaksikan bagaimana seriusnya mereka ketika melakukan brainstorming.

Ceritanya Fathir yang bakal jadi bintang iklan dan Kayla yang jadi sutradara. 

Dan Kayla beneran cerewet dan gaya banget ketika mencoba untuk mengarahkan Fathir : nanti kamu loncat dari kursi terus senyum ke arah kamera yah, kamu ngomongnya lebih jelas lagi dong, itu kenapa kamu senyumnya kurang manis dan kurang ceria sih. Duh!

Dan hasilnya, ya gitu deh hehehe.
*nyalakan speakernya sebelum ditonton yah*



Tapi dari proyek kecil seperti ini, gue merasa mereka bisa belajar banyak hal. Mulai dari menyusun konsep, memilih produk yang akan dijadikan objek iklan, bahkan mempersiapkan dialog walaupun pada akhirnya Fathir ngomongnya tetap berantakan sih haha.  

Gue bahkan mendengar Kayla sempat berkomentar seperti : duh, ternyata kalau ngambil videonya dari arah sini, gambarnya gelap dan kurang bagus dek, coba kamu pindah. Eh, mending kita cobain pakai lampu ini aja yuk.

*kemudian mereka pun memakai lampu emergency yang biasa gue pakai kalau lagi mati lampu*

Dari situ saja tanpa disadari Kayla sudah mulai belajar tentang angle & lighting, dan berusaha mencari solusi untuk permasalahannya.

Yah, walaupun hasilnya masih standard banget dan begitu-begitu saja tapi kalau buat gue sih, minimal mereka mulai berkeinginan untuk menciptakan sesuatu. 

Dari sekadar pengguna yang biasanya bermain game atau menonton youtube, mereka mulai berkeinginan untuk berkreasi dan membuat sesuatu. 

Akhirnya Abah pun mulai turun tangan dan ikutan membantu untuk mencari aplikasi lain. Dan ketemu juga sih sebuah aplikasi lucu untuk membuat video. 

Dan kalau dilihat dari gayanya Fathir yang pede banget di depan kamera, sepertinya sih 10 tahun ke depan gue prediksi minimal ia bakalan jadi the next Fedi Nuril lah yah bhahahaha.
*namanya juga emaknya sendiri yang ngomong, jadi ya udah iya-in aja*  

Jangan lupa nyalakan speakernya sebelum ditonton yah :) 





Video yang ke dua diambil di sebuah pelataran parkir gedung pernikahan ketika kita sedang menghadiri pernikahan saudara. Dan ketika videonya diambil, orang-orang yang lewat mulai melihatnya dengan tatapan aneh, tapi anaknya cuek aja. 

Sungguh profesional sekali anakku ini!

Mempersiapkan Anak Menghadapi Era Digital Dengan Acer Liquid Z320

Sebagai seorang ibu, gue merasa bahwa anak-anak kita tidak bisa dijauhkan dari teknologi. Kita hidup di era digital dan di masa depan anak-anak kita pasti akan berkecimpung di dunia kerja yang berhubungan dengan teknologi. 

Itu pasti!

Apalagi seperti yang kita ketahui, sekarang sudah jaman MEA lho, yang mana artinya anak-anak kita di kemudian hari kelak akan bersaing ketat bukan hanya dengan sesama orang Indonesia saja, tapi kompetitornya  se-ASEAN!

Jangan sampai anak kita merasa gagap dan kemudian canggung ketika harus berhadapan dengan teknologi, hanya karena orang tua memiliki rasa khawatir yang berlebihan akan teknologi.

Gue sih ingin sekali bisa membiarkan Kayla & Fathir untuk bisa bebas mengeksplorasi potensi dirinya sehubungan dengan teknologi, tanpa harus merasa was-was setiap saat.

Sehingga memiliki perangkat yang tepat untuk mendampingi anak-anak kita ketika berhadapan dengan teknologi sudah menjadi sebuah harga mati. 

Acer Liquid Z320 sepertinya merupakan solusi tepat bagi para orang tua yang memiliki pemikiran dan visi yang sama dengan gue.

Fitur Kids Center yang terdapat dalam Acer Liquid Z320  membuat perasaan gue sebagai seorang ibu menjadi sedikit lebih tenang ketika anak memegang gadget, walaupun tetap saja harus ada pengawasan.

Kids Center yang menyediakan games dan berbagai konten menarik bagi anak
Kids Center menyediakan situs web aman dan menarik bagi anak-anak
Dengan mempergunakan Acer Liquid Z320 anak senang dan orang tua pun merasa tenang. 

Mari kita gali potensi diri anak-anak kita sedari sekarang dengan perangkat yang tepat, sehingga mereka siap bersaing untuk menghadapi era digital yang akan semakin kompetitif di masa depan.

Ya udah, kalau gitu gue mau meluncur dulu sebentar ke counter hape buat ngintipin Acer Liquid Z320 yah!
*lirik ATM Abah* 

Mari kita persiapkan anak-anak kita menghadapi era digital!


http://www.acerid.com/z320blogcompetition/


51 komentar:

  1. Kereeeen.....anak-anak digital..hehehe

    BalasHapus
  2. waaah.. keren.. komplit banget biii... fathir lucu jogetnyaa.. pasti niru emaknyaa :))

    BalasHapus
  3. Kayla Fathir itu perpaduan seru ya, Erry!
    Seneng deh lihat anak2 bisa kreatif dgn gadget gitu. Tapi mamanya harus ngerem lah ngomel2nya biar anak2 tambah kreatif. Haahhaaahaa.. *peace*

    Anyway, sukses yaa lombanya.
    Salam hangat.

    BalasHapus
  4. Hahaha kena dah ama fathir. Btw ipar gw pernah ngalamin juga. Trus dia ngomong ke istore nya bilang kalo itu gak sengaja anaknya yg beli. Akhirnya dibalikin lho duitnya. Lu coba aja ngomong.

    Kayla udh kayak remaja banget ya ry hehehe. Iya anak anak kalo main hp mesti diawasi dah. So far kita belum ngasih si andrew main Instagram walaupun anaknya udh minta hehe

    BalasHapus
  5. fathiiiir, kamu keren banget sih dek (merasa muda) :) :)
    selalu suka ekspresi fathir kalo di foto :D :D

    BalasHapus
  6. hahahaha.. fathir yang dikejar naga keren banget :D dapet naganya dari aplikasi juga?

    btw kalo kata saya mah mending rumah yang dijadiin markas buat ngumpul daripada anaknya main entah kemana... kan jadi sekalian bisa ngawasin dan nguping *mamak parnoan*

    BalasHapus
  7. Gilingan Teh Erry lengkap abwesh sampe ke pidiony juga. Saluuut. Saya tadi kepikiran buat nyaranin kayak Teh Arman Teh. Tapi belom pernha ngalamin sndiri sih. Btw Kayla ama Fathir dah remaja ya Teh. Ya ampuuun. Dah lama bener ya terakhir saya ketemu mereka.

    BalasHapus
  8. Waa... udh pada bs jd sutradara n pemain ya Fathir n Kayla.. emang ya mak jd ibu itu kudu memfasilitasi anaknya tp ttp dlm pengawasan.

    BalasHapus
  9. Pernah tuh teh, teman juga kayak gitu. Dipake sama anaknya terus ternyata anaknya itu buy buy buy... sampe bobol habis.

    BalasHapus
  10. maaaaak, waktu mudik anak sy juga pernah install game di hp neneknya sampe pulsa 100 ribu ulang. ampuuuun deh

    BalasHapus
  11. teh, aku pangling liat kayla. :), emang dunia digital sekarang cepet banget yah teh. keponakan ku nathan aja *2 tahun* udah ngerti banget, buka video marsha dan bisa foto selfie. ahahaha..

    BalasHapus
  12. hahaha naganya nyemburin api ke Fathan tapi gak gosong, hebat.. jd pengen punya acer liquid :D

    BalasHapus
  13. Ya ampuuunn. Kayla gayanya udah remaja banget teeehhh. Udah bukan anak anak lagi ya. 😆

    Iihh soal teknologi dan digital mah rmang susah juga menghindarinya. Yang ada skrg tinggal kita awasi aja ya. Paling ok ya kayak mereka berdua jadi mengexplore dan banyak belajar.

    BalasHapus
  14. Kayla tambah gede, badannya makin kurusan, ya Mbak. Mukanya tirus. Tapi makin cantik hehe
    Lucu lihat Fathir, suka jogetannya yang sama tengkorak. goyangannya pas hehe

    BalasHapus
  15. Wuihhh...postingannya panjang.. Tapi kereenn... anak2mu keren juga yah Teh. . Kreatif!Ntar gedean dikit ajari ngeblog :D Sapa tau jd seleb blog juga kaya emaknya..amiiinn

    BalasHapus
  16. Wuuuh, HP nya canggih euy :D

    BalasHapus
  17. semoga menang ya biiii... *pasti menang, pasti menang, pasti menang* tuh mantranya udah kukeluarin hahaha....

    soal rumah yang selalu jadi markas, dulu rumah ortuku juga gitu, selalu jadi markas. berdasarkan analisa ngawurku, mungkin karena rumah yang selalu jadi markas anak-anak kompleks untuk main itu yg punya rumah (alias kedua ortu) selalu gaul, ramah sama anak-anak, dan ga ambil pusing dengan kegaduhan yang ditimbulkan.

    kan ada tuh pemilik rumah yang ga mau rumahnya dikotorin anak-anak yg maen trus biasanya mereka diusir-usirin karena bikin gaduh (pengalaman dulu pernah diusir tetangga hahaha).

    sebagai anak-anak yg punya martabat, tentulah kita sakit hati digituan, ga mau lagi maen ke rumahnya di A karena bokapnya galak! hahaha....

    jadi bersyukurlah berarti anak-anak di kompleks bibi suka maen ke rumah Fathir karena Abah sama Bibi ortu yg ramah, keren, gaul dan disayang anak-anak sekompleks! LOL

    BalasHapus
  18. Teteh, Kayla udah gadis gitu ya, pasti rasanya terharu-terharu gimana gitu, ya nggak sih?
    Kalo soal temen-temen Fathir ngejadiin rumah basecamp, itu malah goal aku banget. Aku maunya ntar temen-temen Nadya dan Zizi aja yang pada maen ke rumah. Kan lebih gampang ngawasinnya, udah gitu bisa nguping pembicaraan mereka #eh
    Kalo punya hp yang ada kids centernya gitu enak juga ya, Teh. Seenggaknya berkurang lagi satu masalah :)
    Btw itu beneran mereka ngedit video sendiri? Pinter banget iiiiiiiihhh.. jadi mo uyel-uyel pipinya Fathir ^_^

    BalasHapus
  19. Fathiiirr lucu banget deh..

    Teh makasih ya postingannya, aku jadi banyak belajar dari tiap postingan teh Ery. Kadang merasa kurang cerewet dan kurang kepo nih, jadi kurang tau apa perasaan anak huhuhu..

    BalasHapus
  20. Fathiiiiiiirrrrrrrrr....
    kamu keren, minta tanda tangannya doonkk.. hehe
    recomended bgd dah ni acer ya teh

    BalasHapus
  21. Baru tau ada smartphone yang buat anak-anak... jadi ingat adek di rumah yang juga suka main game di gadget. Tapi dianya lebih suka nonton youtube dan cekrek-cekrek gak jelas XD.kira-kira ada gak ya di acer liquid aplikasi nonton buat anak-anak? hehehe *banyak maunya* XD

    btw teh, kayla dan fathir ternyata akur ya... :D

    BalasHapus
  22. Haha teteh aq ngakak liat pidionya, emang kudu ati2 sama gadget, pernah diceritain suami ttg game porno itu, serem :(

    BalasHapus
  23. Anak anak udah jamannya ngerti gadget, emang ngga bijak juga dibatesin. Paling ya dijaga

    BalasHapus
  24. Aku pingin acer liquid ini biar nggak galau lagi liat anak-anak mantengin gadget mulu.
    Ya ampun itu kayla sudah ABG sekarang ya, tambah cantik *Emaknya punya saingan nih hehe :D

    BalasHapus
  25. Waaahhh..
    Untungnya aku gak put CC di Android. Jadi Android billingnya pakai Pulsa Indosat saja.
    Kalau di IOS, Vaya ga bisa login untuk beli-beli, jadi aman.... LOL.

    BalasHapus
  26. Aheyyy.. Eksis juga ya Kayla :D

    Dicatet diotak banget ini teh, ut dipraktekan kelak.. *ahzeeekk*

    BalasHapus
  27. beneran harus lebih telaten klo nanti ngasih krucils gadget "beneran"
    anak2 mmg luar biasa gak diajarin udah lebih pinter pake gadget dr ortunya
    btw mantap ulasannya teh...

    BalasHapus
  28. saya malah seneng kalo rumah dijadiin markas temen2nya anak hehe,, soalnya kita jd bs ngontrol mereka pada ngapain aja. kalo anak yg pergi ke rmh temennya malah suka was2 nih anak ke mana ya, lagi ngapain ya.. dll.. (emak lebay)

    BalasHapus
  29. si Fathir gemesin banget sih Teh >.< wkwkwk

    BalasHapus
  30. suka ekspresi fathir, suka tulisanya, ulasannya asyik, loved it

    BalasHapus
  31. emang parah sekarang iklan-iklan di aplikasi android, banyak yang menjerumus ke porno grafi -_-

    BalasHapus
  32. Itu emaknya kali yang beli-beli merchandise drakor atau apa gitu dari onlines shop. Hahahah.

    BalasHapus
  33. iya mea oh mea.. sekarang aja udah ketar ketir ngadepin si mea...

    sukses utk lombanya mbak..

    BalasHapus
  34. Fathir dari dulu ga berubah ya teh, tiap difoto, posenya selalu ajaib hihihi pengen uyel2in father ih gemeeezzz

    BalasHapus
  35. Kaayla skrg tambah cakep ajaaaaa

    eh kita emang kudu waspada dan mengawasi anak dlm main gadget. Jgn sampe kita kalah canggih dr mreka

    BalasHapus
  36. anak jaman dulu nyari power rangers ... anak jaman sekarang mah nyari power bank.

    Musti extra waspada kalo anak udah mulai pegang gadget.

    BalasHapus
  37. Fathir ajarin dong belanja on line tapi pakai CC mama ya... Cepat sekali ya perkembangan Kayla Fathir. Sukses di perhelatan ini Teh Erry..

    BalasHapus
  38. Jadi ingat lagi cerita Angry bird itu Mba Erry... heheheh tapi itu bukan salah Fathir loh Mba, lalu salah siapa ya? *kulkas kali... hahahahah

    Fathir ini banyak teman mainnya itu artinya Fathir asyik anaknya... aku ikutan main dong Fathir... heheheh

    hehehee yang sabar ya Mba Erry rumahnya benrantakan, tapi lebih aman begeitu Mba... Fathir main dirumah sendiri dari pada Fathir yang main ke rumah orang lain. Lebih aman :)

    BalasHapus
  39. Hahaha bikin ktawa aja bisa juga ya tau no.rekening kartu kredit mamanya *kaget klo tiba2 ada tagihan*

    Tpi anak2nya pinter deh mbak wkwk.
    kayla kayak udah umur 17an gitu :))

    Salam kenal mbak,
    mampir2 ke blogku ya yolandangelina28.blogspot.com

    BalasHapus
  40. kayaknya harus beli ini buat adekku wekeke
    Tapi dia mah sukanya game2 perang, pasti gak demen deh hp yg gitu -_-"

    BalasHapus
  41. Memang bahaya banget kalau anak kecil pegang HP

    BalasHapus
  42. Teteeeeh... Itu video terakhir ada anak cewek pakai baju pink ngelihatin Fathir banget. Naksir kali, Teh. Hihihi....
    Duh, emang susah move on ya kalau beli sesuatu yang ga perlu. ratusan ribu pulak. Emang keren sepertinya nih si acer. Bisa dikontrol orangtua.

    BalasHapus
  43. Semoga menang mba.. I vote you hihi...
    Besok kalau menang hadiahnya buat beli tagline :D (aku lihat belum ada taglinenya blog ini..)

    BalasHapus
  44. Berapa lama sih aku gak mampir kesini? Rasanya baru setahun belakangan ini aku gak aktif ngeblog, tapi kenapa saat mampir kesini aku jadi terkaget-kaget ya? itu Kayla kok ujug2 bisa segede itu? Sudah gadis... cantik pula!

    Maaf kali ini komen OOT yaa... maafkeeennn hehehe. Gutlak lah utk kontesnya.

    BalasHapus
  45. ada fitur kids centernya yaaa....okeee nih HP :). Urusan beli membeli game online tuh nyebelin bangeeet memang yaaa...terkadang anak-anak ngga sengaja tapi mahaal jugaa bayarnya euuy..

    BalasHapus
  46. Salah satu rekomendasi smartphone yang pas nih buat si kecil,sukses buat reviewnya :)

    jika berkenan,kunjungi juga reviewku dihttp://ifulanggara.blogspot.co.id/2016/01/acer-liquid-z320-smartphone-stylish.html

    BalasHapus
  47. wkwk, mantapp niih sih fathir, kreatf bgtt.
    smg jd anak yg shaleh dan berbakti.

    kunjungan balik kesini ya bunda

    Visit| Endangermanto.com

    BalasHapus
  48. Huahahahahk masih aja dibahas ini drama kelakuan Fathir. XD *ya maklum, udah lama ngikutin blog Mbak Erry :D

    Wah, boleh dong kapan-kapan aku collab ama Fathir :v

    BalasHapus
  49. wah horror banget itu lihat tagihan kartu kredit membengkak padahal ngga dipakai apa-apa, memang kita harus berhati-hati ya untuk urusan digital seperti ini meski bukan berarti sepenuhnya menolak atau melarang..

    BalasHapus

 

Blog Template by BloggerCandy.com