Gue adalah lulusan sastra Inggris, jadi memang wajib memiliki berbagai macam kamus bahasa Inggris. Tapi memang yang sering dipakai di masa kuliah adalah Kamus Oxford. Kamus kesayangan gue adalah kamus Oxford Inggris – Inggris berukuran kecil semacam buku saku yang selalu dibawa ke mana-mana.
Iya, mahasiswa jurusan bahasa Inggris tuh diketawain kalau bacanya kamus Inggris- Indonesia. Jadi kamus jimat kita adalah harus kamus Inggris- Inggris dan biasanya sih pake yang Oxford. Sayang sekali setelah menikah dan punya rumah sendiri, kamus-kamus gue ditinggal di rumah orang tua hehe
Selama ini gue memiliki berbagai kamus bahasa Inggris dan menganggapnya sebagai hal yang biasa saja. Tapi pemikiran ‘biasa aja’ itu langsung berubah drastis ketika gue menonton streaming film Professor and The Madman di Bioskop Exclusive Mola TV.
Setelah menonton film biografi Professor Sir James Murray dan menyaksikan perjuangan mereka dalam menyusun sebuah kamus, sepertinya gue akan memandang kamus Oxford dengan pemikiran yang berbeda. Mulai saat ini gue akan memandangnya dengan PENUH PENGHARGAAN!
Plot Film Professor and the Madman
Film yang disutradarai oleh sinematrografer Farhad Safinia ini mengisahkan tentang perjuangan Professor James Murray pada tahun 1857 dalam menyusun Oxford English Dictionary. Dalam proses penyusunannya ia dibantu oleh team yang solid dan seorang dokter bedah bernama William Minor.





