Belakangan
ini lagi nge-heits banget istilah Revolusi Industri 4.0.
Nah
lho, sebagai anak gawl millenial yang sering nongkrong di timeline *ngaku-ngaku
sih* mau tidak mau gue semakin menyadari perubahan super cepat yang tengah
terjadi saat ini. Saking cepatnya, baru juga ngedip udah ada informasi baru
yang beredar di timeline. Makanya orang zaman sekarang tuh saking gak mau
ketinggalan, kerjanya jadi kepo-in smartphone terus *bukan aku - bukan aku*
Revolusi
Teknologi yang digabungkan dengan Revolusi Digital akhirnya menghasilkan
Revolusi Industry 4.0. Akibatnya adalah saat ini sih mulai banyak banget
lapangan pekerjaan baru yang gak pernah muncul sebelumnya. 10 tahun yang lalu
siapa sih yang menyangka bahwa cuma sekadar posting foto dan nyetatus doang di
media sosial bisa menghasilkan duit? 10 tahun yang lalu siapa juga yang
menyangka bahwa cuma ngebacot dan bikin video di youtube bisa menghasilkan
adsense yang berlimpah?
Makanya
saat ini pemerintah tengah berusaha untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan
ekonomi digital sebagai model ekonomi baru yang kelak bakal jadi tulang
punggung negara kita.
Contoh
yang sederhana sih kalau zaman dulu kita jualan baju, maka untuk penjualan
biasanya kita akan membuka toko di rumah atau titipkan ke toko besar. Tidak
lupa untuk selalu membawa gembolan baju untuk dijual setiap menghadiri arisan
RT atau nongkrong bareng teman-teman. Ribet bener buk!
Sekarang
kan udah gak perlu serepot itu. Tinggal foto aja se-aesthetic mungkin dan bikin
online shop. Pajang fotonya di semua platform media sosial yang kita miliki.
Market place pun udah bertebaran dimana-mana tuh. Cakupan konsumen pun akan
semakin luas, makanya sistem distribusi dan logistik pun kudu lancar lah.

