Belajar Keuangan Anak bareng Cha-Ching Kids at Home

Tuesday, March 30, 2021

Sesungguhnya dulu gue jarang secara serius membahas tentang uang dengan Fathir.

Biasanya gue hanya memberikan uang jajan secukupnya ketika ia berangkat sekolah, disertai pesan-pesan tentang beberapa jajanan yang gak boleh dibeli hehe. Kemudian malamnya sembari ngobrol, suka  gue tanya tadi di sekolah jajan apa aja.

Saking polosnya, dulu Fathir sampai pernah memuja mesin ATM karena dianggap sebagai mesin ajaib yang bisa ngasih uang, kapan pun kita butuh! Haha

Akhirnya pelan-pelan gue mulai memberikan pondasi tentang nilai-nilai keuangan kepada Fathir, tapi masih yang versi sederhana aja. Minimal dia belajar dulu untuk bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Jadi setiap kali Fathir ingin membeli sesuatu, selalu gue tanya dulu berkali-kali : apakah emang bener-bener butuh atau hanya sekadar kepengen aja? Seringnya sih cuma sekadar pengen doang hahaha.

Fathir juga sedikit-sedikit belajar menabung dan investasi sih. Untuk uang dalam jumlah besar yang pernah diterima Fathir seperti angpau THR dan angpau sunatan, biasanya dititipkan ke gue. Kemudian sebagian ditabungkan dan sebagian lagi gue belikan emas hehe. Fathir tahu sih jumlahnya dan terkadang suka gatel pengen pake, tapi gue tahan-tahan aja haha.

Cha-Ching Kids at Home Bersama Prudential Indonesia

Makanya bahagia banget ketika gue dan Fathir berkesempatan untuk ikutan event online Cha-Ching Kids at Home yang diadakan oleh Prudential Indonesia pada hari Sabtu tanggal 27 Maret 2021.

Acaranya seru banget karena dikemas secara menarik dan menyenangkan.  Apa lagi ditemani sama lagu-lagu kece dengan lirik catchy yang edukatif dari Band Cha-Ching Kids. Kalo ada yang belon kenal, Cha-Ching adalah band musik yang mengenalkan cara pengelolaan keuangan untuk anak-anak melalui lagu yang dinyanyikan.

Cha-Ching merupakan program literasi keuangan pemenang penghargaan yang diluncurkan oleh Prudence Foundation pada tahun 2011, bekerja sama dengan Cartoon Network serta Dr. Alice Wilder pakar edukasi dan psikolog ternama. Saat ini telah diimplementasikan di 13 negara di Asia dan Afrika

Belajar keuangan lewat lagu dan lirik jadinya gak terasa lagi belajar lho. Anak-anak untuk usia 7-12 tahun diajarkan tentang empat konsep dasar pengelolaan uang yaitu : 

  1. Earn (Memperoleh) 
  2. Save (Menyimpan)
  3. Spend (Membelanjakan)
  4. Donate (Menyumbang)

Prudential Indonesia Mendukung Global Money Week Melalui Cha-Ching Kids at Home

PT. Prudential Life Assurance sangat memahami pentingnya memperkuat literasi keuangan anak  yang berkelanjutan dan menyeluruh, agar mereka lebih siap dalam menjalani masa depan. Untuk itulah diadakan sesi Cha-Ching Kids at Home yang bisa membantu anak-anak dalam memahami konsep dasar pengelolaan uang.

Cha-Ching Kids at Home juga sejalan dengan Global Money Week, kampanye tahunan global yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya memastikan anak-anak memahami literasi keuangan sejak dini. Hal tersebut dilakukan secara bertahap, supaya kelak anak bisa lebih bijak dalam membuat keputusan financial. Sesuai dengan temanya yaitu ‘Take care yourself, take care your money’

Menurut Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, “Kami memahami bahwa anak-anak mulai membentuk kebiasaan financial sejak usia 7 tahun, oleh karena itu sangat penting untuk memberikan pemahaman dasar mengenai keuangan sejak usia tersebut. Dengan sistem pembelajaran daring yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, serta modul pembelajaran yang menarik dan interaktif kami berharap Cha-Ching Kids at Home dapat mengajarkan literasi keuangan kepada anak Indonesia”.

Menurut Alan J Tangkas Darmawan CEO Eastspring Indonesia, “Kami senang dapat menjadi bagian dari Program Cha-Ching Kids at Home karena program ini sejalan dengan inisiatif #MoneyParenting kami yang bertujuan untuk memberdayakan orang tua dengan kepercayaan diri dan tahu bagaimana melatih anak dalam mengelola keuangan yang sukses. Membantu orang tua memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya bilai uang kepada anak-anak, karena orang rua memiliki peranan penting dalamm membentuk karakter anak”.

Prudential Indonesia berkolaborasi dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) untuk pelaksaan program Cha-Ching Kids at Home di Indonesia sejak tahun 2012. Hingga Semptember 2020, kurikulum Cha-ching telah diimplementasikan di 2.665 sekolah di Sidoarjo, Trenggalek, Blitar, Jakarta dan menjangkau 4.828 guru dan 146.799 siswa sekolah dasar.

Berkenalan dengan Cha-Ching Kids

Di acara Cha-Ching Kids at Home yang dihadiri secara online, Fathir bisa berkenalan dengan Cha-Ching Band sekalian belajar tentang konsep dasar pengelolaan uang. Layaknya sebuah band beneran, Cha-Ching memiliki personil dengan berbagai karakter yang berbeda. Menariknya dari masing-masing karakter tersebut anak bisa belajar sesuatu tentang keuangan. Bahkan bisa bercermin jika karakter tersebut memiliki kemiripan dengan dirinya.

Cha-Ching Band terdiri dari 6 karakter :

  • Prudence : karakter anak perempuan yang senang membuat rencana dengan baik dan teliti termasuk dalam membuat rencana keuangan.
  • Bobby : karakter anak laki-laki yang hobinya berfoya-foya sehingga selalu kehabisan uang 
  • Zul : karakter anak laki-laki yang senang menghasilkan uang untuk ditabung 
  • Pepper : karakter anak perempuan yang senang berbelanja
  • Charity : karakter anak perempuan yang senang membantu sesama dan hobi menyumbangkan uang 
  • Justin : karakter anak laki-laki yang pekerjaannya mencari uang

Wah, semua karakternya sangat relate-able karena mewakili karakter yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari yah. Gue dan Fathir sempat berdiskusi membahas berbagai karakter tersebut sih. Fathir pengen jadi Prudence aja, supaya bisa belajar membuat rencana keuangan. Dan menurut Fathir karakter Pepper rada-rada mirip sama mamanya karena sering ada kiriman paket ke rumah hahaha *langsung uninstall semua aplikasi marketplace yang ada di hape*

Serunya Belajar Mengelola Uang secara Bijak ala Cha-Ching Kids

Melalui tayangan video dan lirik lagu yang dinyanyikan oleh Cha-Ching Band anak-anak diajarkan tentang perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Misalnya saja makanan dan rumah tempat kita tinggal merupakan kebutuhan yang harus diutamakan. Sedangkan jajan atau membeli mainan merupakan keinginan yang bisa ditunda pembeliannya.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ketika sesi diskusi juga membuka wawasan anak banget. Seperti apakah uang mudah untuk didapatkan? Bagaimana cara mendapatkan uang? Uang didapatkan dari hasil kerja keras lho, bukan nongol sendiri dari mesin ATM haha. Anak-anak juga diminta untuk menuliskan harga-harga barang yang ada di rumah. Supaya anak bisa mengetahui nilai uang.

Dengan cara ini anak-anak jadi lebih mengetahui bahwa uang tidak mudah diperoleh. Harus mulai menghargai barang-barang yang sudah dimiliki karena semua sudah dibeli dengan uang.

Anak juga diajarkan kebiasaan menabung, menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk disimpan dan kemudian digunakan untuk mencapai keinginan atau memenuhi kebutuhan. Hal ini perlahan sedang gue tanamkan ke Fathir sih. Belajar menahan keinginan, gak semuanya harus langsung dibeli. Nabung dulu. Bahkan pernah juga kejadian, setelah beberapa bulan menabung ketika uangnya sudah kekumpul ternyata Fathir berasa sayang untuk membelinya hehe.

Setelah bersusah payah menabung, Fathir jadi lebih bijak dalam membelanjakan uang yang sudah dimiliki. Minimal harus belajar membandingkan harga dulu lah sebelum membeli sesuatu. Ketika anak udah tahu perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, anak bisa belajar untuk menentukan prioritas. Ketika mereka beranjak dewasa dan udah punya penghasilan sendiri, udah gak gagap lagi dalam menentukan prioritas.

Selain menabung, yang gak kalah penting sih menyumbang. Menyumbang tuh gak harus berupa uang lho, bisa juga memberikan waktu, tenaga atau barang untuk membantu orang lain. Yang penting mah ikhlas.

Setelah mengikuti acara ini, sebagai ibu gue tersadar bahwa memberikan pondasi tentang nilai-nilai keuangan kepada anak tuh sangat penting karena bisa membentuk karakter anak lho. Gue sih berharap setelah mengikuti acara ini Fathir bisa lebih paham tentang nilai uang dan bisa lebih bijak dalam mengelola keuangannya setelah besar nanti.

21 comments:

  1. Aku sepakat Mbak kalau nilai-nilai keuangan emang harus ditanamkan sejak dini. Kalau enggak, bisa berabe besarnya beli ini itu yang diinginkan tapi nggak sesuai sama kebutuhan.

    ReplyDelete
  2. aku tuh masih belum ngenalin uang sama anakku teh, padahal udah usia 8 tahun tapi aku masih takut2 karena ngeri salah mengajarkan hahaaa harusnya aku ikutan ini ya :(

    ReplyDelete
  3. seruuu banget acaranya.. memang penting sih mengajarkan tentang kelola keuangan sejak anak-anak, terutama kebiasaan menabung.

    ReplyDelete
  4. FATHIR GANTENG AMAAATTTT
    udah mirip OPPA dgn kearifan lokal ini Fathir mahh

    Btw, mengajarkan literasi keuangan kepada anak itu susah susah gampang ya Teh.
    Menurutku, bagian yg paling susah ituuu, karena kadang sebagai Ibu, aku suka ga tega.

    anak pengin apa aja, rasa2 ibu mau beliin aja dah :(

    ReplyDelete
  5. anak - anak memang sejak dini sudah harus diajarkan ya mbaaa tentang penting mengelola uang, mengatur pemasukan dan pengeluaran biar mereka pham dan menghargai prosesnya

    ReplyDelete
  6. Iya iya, saya juga jarang mengajak anak-anak untuk lebih mengerti uang, dulunya.
    Bahkan dulu anak-anak pikir kalau kita butuh uang kita tinggal ambil aja di ATM hehehe.

    Memang seharusnya kita mengajarkan anak-anak agar lebih paham keuangan sejak dini
    Keren banget inovasi Prudential mengajarkan anak tentang keuangan sejak dini.

    ReplyDelete
  7. Seru ya permainan cha ching ini. Anak jadi meningkat kecerdasan finansialnya

    ReplyDelete
  8. Sejak kecil aku merasa mengajarkan keuangan kepada anak adalah pilihan yang tepat :)

    ReplyDelete
  9. Aduh, Teh. Mohon maap nih. Aku gagal fokus sama Fathir yang udah Gedhe dan kelihatan makin ganteng, wahahaha

    Btw, ngajarin anak buat ngatur keuangan sejak dini memang penting banget ya

    ReplyDelete
  10. Bijak mengelola keuangan selayaknya diajarkan pada anak yaa, jadi lebih belajar menghargai barang yang dia punya. Seruu dan asyik nih mengenal band Cha Ching..

    ReplyDelete
  11. Anakku 7 tahun ngerti banget sama uang. Kalau punya uang tuh bisa beli mainan apa aja. Bahkan apa-apa sekarang kalau ngerjain sesuatu minta upah. Ampoonn abis itu uangnya dijajanin ke warung. Harusnya dia ikut kelas ini ya

    ReplyDelete
  12. Kayaknya setiap anak sama, ya. Pernah ada masanya memuja ATM hahaha. Belajar keuangan dengan Cha-Ching memang bagus materinya

    ReplyDelete
  13. Setuju sih kalo mengatur uang perlu dilakukan secara dini biar anak jg tahu hidup ini serba tidak pasti hehe. Dan saya setuju banget sama 4 konsep dasar pengelolaan uang dan gimana bedakan keinginan dan kebutuhan.

    ReplyDelete
  14. Waaaa seru ini Chaching, jadi pengen nyari juga permainan semacam ini tapi untuk yang balita.... uda ada apa belum ya?

    ReplyDelete
  15. wah ada lagi ya tahun ini, dulu offline seru banget anak2 antusias ngikutin setiap programnya tapi pas online serunya bisa ketemu lintas daerah deh mba.

    ReplyDelete
  16. Kadang nyesel nggak bisa belajar keuangan dari dulu heheh, tapi sikecil bisa nih dengna program chaching ini ya Mba. Persiapan ntar kalau jadi calon ibu.

    ReplyDelete
  17. seru yaa.. ini anak-anakku masih TK nih, gak kebayang nanti kalau mereka udah SD inovasi apa lagi yang akan muncul untuk anak belajar keuangan.

    ReplyDelete
  18. Seneng deh bisa berkesempatan ikut acara ini. Anakku jadi semangat nih nabung. Malah ngingetin aku buat berhemat. Katanya biar bisa kaya. Wkwkwkwk. Keren ya program Cha-Ching ini. Semoga seluruh anak bisa dapet. Biar semua anak Indonesia bisa melek finansial sejak dini.

    ReplyDelete
  19. Whuaa..liat Fathir udah bujang aja, tapi Erry masih segitu aja, huhuhu meuni awet cantiknya, btw kalau usia Fathan kira-kira udah bisa belum ya belajar pengelolaan keuangan, kalau ada uang dikasih nenek/om/tante sodara pasti langsung habis dibeliin mainan

    ReplyDelete
  20. Teteeehhh... Itu kenapa anaknya bertumbuh tapi tth enggak. Awet muda sekaleee. Panutankuuuhhh.

    Aku save postingan ini sebagai bekal nanti untuk anakku 😍

    ReplyDelete
  21. Bagus eventnya ya mbak,benar banget saya mulai melek duit aka finansial waktu SD, bareng temen temen ngolah duit jajan biar bisa bertambah dan bisa berenang dengan bikin produk heuheu beneran deh kalau ada caching saat kecil kayaknua kita tambah pinter ngelola keuangannya.

    ReplyDelete

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS