Minggu, 21 Juni 2015

Perfect Timing

LDR atau Long Distance Relationship itu sangatlah menyebalkan!

Gue telah menjalani LDR selama kurang lebih 6 bulan an, Abah bekerja di Sukabumi sedangkan gue, Kayla dan Fathir tinggal di Bandung. Biasanya Abah berangkat ke Sukabumi setiap Senin subuh dan pulang ke Bandung setiap Jumat malam. Dan kalo lagi kangen berat biasanya tengah minggu abah suka pulang ke Bandung.

Untuk mengetahui proses pengambilan keputusan untuk LDR nya abah ini, silahkan baca postingan mendayu dayu gue yang judulnya di persimpangan yaaa…
Ketika kita mengetahui bahwa abah harus pindah ke Sukabumi, sebenernya ada 2 opsi yang kita pikirkan supaya kita gak perlu menjalani LDR…
  • Apakah gue dan anak anak ikutan pindah ke Sukabumi
  • Ataukah abah mencoba mencari pekerjaan lain aja yang di Bandung
Opsi pertama gue kurang sreg, karena gue pengen anak anak sekolah di Bandung aja.

Sedangkan untuk opsi kedua, kalaupun Abah mendapat pekerjaan lain dan pindah ke Bandung, yang menjadi pertimbangan kita adalah, tentu saja Abah harus mendapatkan pekerjaan dengan income yang lebih baik atau minimal sama dengan yang sekarang *bills,bills,bills*
Dan kita pun menyadari bahwa hal tersebut bukanlah suatu hal yang mudah dan bisa diburu buru…


Tentu saja dalam hal ini, duh gimana ngomongnya yah...
…we dont want to let the money become the main problem in our relationship, however, nowadays apparently the money has become the ONLY problem in our relationship…hihihi…

*maapkanlah emak emak matre yang perlahan lahan mulai menggerogoti jiwa gue yang murni dan suci inih..hihihi..*
I’m just being realistic!!

Sehingga akhirnya kita pun terpaksa menjalani LDR…
Selama 6 bulan menjalani LDR ini…tentu saja seperti 2 sisi mata koin…there are good times and bad times…

Good Times
Sejak abah di Sukabumi, gue bisa menjadi diktator dalam menguasai komputer dan internet karena tidak perlu berbagi dengan abah yang gemar bermain game itu!!!! Gue jadi lebih rajin posting kan??ya kan?? ya kan???
Kecuali Sabtu Minggu tentu saja, di hari hari itu gue biasanya jarang online karena si Bang Toyib pulang ke rumah…

Dan…
Gue juga bisa memainkan remote TV dan DVD sesuka hati gue, dan gue juga terbebas dari kewajiban menonton OVJ dan Tukul setiap malamnya…hore!!!!

Ada satu lagi sih..
Berat badan gue yang normal adalah sekitar 50 -52 kg an…naik turun lah…
dan sejak abah di sukabumi, berat badan gue langsung anjlok ke angka 46 kg, dan setelah seminggu kemaren Kayla, Fathir dan gue sendiri pada kompakan sakit batuk, turun lagi hingga ke angka…44 kg sajah…
*sepertinya gue harus buka usaha pelangsingan tubuh*

Bad Times
Selain gue menanggung beban yang cukup berat karena harus menjalani semua kegiatan rumah tangga seorang diri, gue juga harus menghadapi Kayla dan Fathir yang kalo gak ada abah kelakuannya persis seperti 2 orang bocah liar yang haus akan kasih sayang sehingga selalu mencari perhatian.

Dan yang menjadi masalah disini adalah, mungkin karena …Abah adores me so much *ihiy*,
he always treats me like a princess…yang *gue akui*…hal itu membuat gue menjadi sedikit manja…
Sehingga ketika abah gak ada…sekonyong konyong predikat putri gue berubah sangat drastis… persis menjadi upik abu yang sedang diperbudak secara sadis untuk melakukan kerja rodi…

Gue langsung krisis identitas!!!!

Gimana ribetnya gue ketika tiba tiba aja lampu kamar mandi gue mati dan gue terlalu takut untuk nge gantinya *karena licin*, dan akhirnya kita mandi gelap gelapan atau pake lampu emergency,

Atau bagaimana dilematisnya gue ketika tiang gorden gue tiba tiba aja runtuh *karena ditarikin Fathir*, sehingga ruang tamu berantakan gue ter ekspose dengan vulgarnya keluar rumah. Dan pilihan gue pada saat itu adalah tunggu sampai Jumat dan membiarkan para tukang siomay dan baso malang yang lewat depan rumah bisa melihat wall paper gue yang dicorat coret Fathir, atau nekad bongkar bongkar kotak perkakas nya abah dan ngambil palu dan paku sambil ngetok ngetok sendiri pake feeling…ternyata berhasil!

Atau gimana repotnya gue menghadapi Kayla dan Fathir yang sedang kompakan sakit batuk dan mengalami demam tinggi yang mengakibatkan mereka menjadi sangat manja. Ada satu momen pedih, ketika di tengah malam buta, Kayla yang badannya sedang panas tiba tiba mengigau dan minta dipeluk, sedangkan pada saat itu Fathir juga sedang sangat manja dan minta ASI dan digendong terus terusan, sehingga gue mencoba minta pengertian Kayla dan berucap, “Tunggu sampai dede bobo dulu, baru dipeluk ya” .
 Dan Kayla pun langsung membuang muka dan menghadap tembok dengan gaya sinetron setelah sebelumnya menatap gue dengan sangat tajam yang seakan akan menyiratkan, “mama mah sayang cuman ama dede doang sih!”

Abah tolongiiiiin!!!!!

Dan ada satu kejadian konyol, yang sebenernya sih sepele tapi sangat menikam di hati gue…
Pada saat itu, sampah di komplek perumahan gue gak diangkut angkut. Setelah dengar dengar gosip dari tetangga ternyata truk sampahnya lagi rusak. Hal tersebut sangat menyebalkan karena sampah nya semakin hari semakin menumpuk sampai gak bisa ditutup, kehujanan, bau, banyak lalat, dsb. Udah sempet komplen ke Pak RT, tapi belum ada tindakan apa apa.

Suatu hari, iseng iseng gue melihat, ternyata tumpukan sampah yang paling penuh adalah sampah di rumah gue, pas gue tanya sama para tetangga, ternyata, setelah mengetahui kendala bahwa truk sampahnya rusak dan entah kapan benernya, sampah sampah tersebut, dibawa oleh suami mereka masing masing. Ada yang dibuang ke pasar, ada yang langsung ke TPS, ada juga yang dibakar. Lah gue????

Seketika itu juga gue langsung merasakan banget ketidakberadaan abah di samping gue…
*walopun abah bukan tukang sampah*
Dan langsung nangis di kamar mandi setiap kali abis buang sampah…hihihi…

Perfect Timing
Tapi seperti biasa, Tuhan memang selalu memiliki perfect timing…
Jadi ketika gue mendengar berita baik itu, perasaan gue dapat diibaratkan…

Bagaikan menemukan oase yang segar di padang gurun yang tandus….
Bagaikan menemukan warung kopi lengkap dengan pisang goreng dan combronya di tengah hutan belantara ketika sedang hujan lebat….

Bagaikan meminum seteguk air dikala bedug maghrib setelah seharian penuh berpuasa padahal dipagi harinya bangun kesiangan sehingga gak sempet saur….

Bagaikan Anang yang nekad menyatakan cintanya kepada Ashanti di tengah tengah siaran langsung acara musik Dahsyat *karena dikomporin Olga dan Raffi*…trus diterima…*untung gak ditolak lo!*…
oke…karena tambah sini perumpamaannya tambah aneh, jadi gue sudahi saja lah ya…hihihi…

Jadi mulai tanggal 1 bulan depan, which is 2 hari lagi, kita gak perlu lagi LDR-an karena abah udah dapet kerjaan baru di Bandung…horeeee…*so happy*

Alhamdulillah, pekerjaan baru yang sesuai dengan keinginan kita, income dan jenjang karier yang lebih baik…mohon doanya supaya mudah mudahan abah bisa sukses di kerjaan barunya yaaaa :)

Tapi gue sangat merasa bersyukur dengan masa masa LDR kemaren, dimana gue merasa benar benar ditempa untuk bisa menjadi lebih matang…

Gue jadi lebih dewasa dalam banyak hal, minimal setelah LDR an,
Gue akhirnya nekad untuk belajar motor,…
Dan otot lengan gue menjadi lebih berisi karena keseringan ngangkat AQUA gallon sendiri,…
Dan gue tidak pernah panik dan histeris lagi setiap kali dapur gue bau gas…*itu artinya tabungnya udah mau abis*,
dan bisa lebih tenang dan kalem menghadapi situasi sejenisnya, misalnya pompa rusak, mesin cuci gak bisa diputer, mati lampu dan belum masak nasi *minta nasi ama tetangga aja*…

dan satu lagi…
Kalo gue gak LDR an….
Mungkin gue akan lupa sama satu perasaan yang namanya…ehm…kangen..*hoek!!*

We're so happy to welcome you home Abah!


 

Bandung, 29 Mei 2011

Note : Postingan ini merupakan pidahan dari blog lama gue, buat yang pengen baca komentar untuk postingan ini silahkan mampir kesini yah :)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Blog Template by BloggerCandy.com