Camping Asyik Sahabat Keluarga!

Selasa, 16 Oktober 2018


Sejak membuat blog di tahun 2009, gue lumayan sering mengikuti berbagai event blogger.

Tapi dari berbagai macam event blogger yang diikuti, gue selalu bersemangat untuk mengikuti event blogger yang berkaitan dengan parenting. Seperti diketahui bahwa postingan di blog ini didominasi dengan curhatan seputar Kayla dan Fathir.

Bahkan niat awal membuat blog ini pun sesungguhnya didorong akan kegelisahan dan keresahan gue sebagai seorang ibu. Gue membuat blog ini ketika baru saja melahirkan Fathir sekitar 9 tahun yang lalu, ketika lagi labil-labilnya hahahaha *sekarang juga masih sih*

Tulisan-tulisan di blog ini sesungguhnya merupakan semacam potret perjalanan gue untuk menjadi seorang ibu yang lebih baik. Insya Allah.

 
Makanya gue sangat bersemangat ketika mendapat kesempatan dari komunitas Kumpulan Emak-Emak Blogger untuk dapat berpartisipasi dalam acara Camping Sapa Sahabat Keluarga yang diadakan di The Forest – Cisarua Bogor pada tanggal 5 – 7 Oktober 2018.

Acara yang digagas oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Kemdikbud ini super berfaedah karena diisi oleh berbagai nara sumber cetar seperti penulis novel Gol A Gong dan Street Photograper Sambara, sehingga memberikan banyak pencerahan dan wawasan baru kepada gue sebagai seorang ibu. 

Satu hal lagi yang membuat gue bahagia adalah dalam acara tersebut kita diperkenankan untuk membawa anak kita. Tahu sendiri dong masalah klasik para emak blogger setiap kali mau hadir di sebuah event, apalagi kalo pake acara menginap adalah galau karena harus meninggalkan anak. Nah, di acara ini mah, kita sudah tydack perlu baper dan lebih tentram mengikuti event karena boleh membawa anak hahaha.

Setelah sempat galau untuk memilih apakah mau membawa Kayla atau Fathir, akhirnya gue pun memutuskan untuk membawa Fathir saja dalam event Camping Sahabat Keluarga.

Menuju Kantor Kemdikbud -  Jakarta

Para peserta diminta untuk berkumpul pukul 13.00 di kantor Kemdikbud daerah Sudirman, sehingga gue dan Fathir pun harus berangkat subuh dari Bandung naik kereta, barengan dengan Nchie dan Olive yang sama-sama akan hadir di acara tersebut.

 
Sepanjang perjalanan menuju Jakarta Fathir, terlihat excited bercampur gugup dan tidak henti-hentinya bertanya tentang acara yang akan diikutinya nanti. Padahal jadwal acaranya sudah gue berikan, tapi dia tetap terlihat gugup dan ngoceh terus di kereta. Mamanya Fathir kan jadi gak bisa bobok hahaha.

Ternyata rombongan dari Bandung merupakan yang pertama kali tiba di kantor Kemendikbud. Setelah menunggu beberapa saat para emak pun mulai berdatangan bersama anak-anak mereka. Fathir pun terlihat sudah mulai santai dan tidak gugup lagi ketika Airlangga anaknya mak Siwi mulai menempel dan mengikuti Fathir kemana pun ia pergi hahahaha.


Camping Sapa Sahabat Keluarga – The Forest Cisarua Bogor

Kami tiba di Bogor sore hari dan langsung menempati kamar yang telah disediakan. Setelah makan malam, acara Camping Sahabat Keluarga pun dibuka dengan perkenalan yang dipandu oleh Bpk. Warisno, M.Pd Kasubdit Program dan Evaluasi, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan Kebudayaan. Acara berlangsung cukup meriah, semua partisipan diperkenalkan mulai dari nara sumber, panitia maupun peserta. 


Keesokan harinya, setelah mengikuti yoga super berfaedah yang dipimpin oleh makpon Mira Sahid para peserta pun siap untuk mengikuti workshop di hari pertama. Acara dibuka oleh Dr. Sukiman, M.Pd. Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Bpk. Sukiman saat ini ada sekitar 70 juta keluarga di Indonesia dan sekitar 46 juta diantaranya memiliki anak di jenjang taman kanak-kanak sampai SMA atau SMK.“ Pada tahun 2045, anak-anak kita kelak akan menjadi pemegang kendali Negara. Kitalah yang bertanggungjawab untuk membentuk prestasi dan karakter mereka.” ujar Bpk. Sukiman.

Berdasarkan hasil riset, 6 dari 10 keluarga hanya berpendidikan sampai dengan SMP. Kemampuan orang tua untuk mendidik masih sangat terbatas. Masih banyak orang tua yang belum paham mendidik anak dengan cara yang tepat. Sehingga saat ini Kemendikbud telah memiliki Laman Sahabat Keluarga yang bisa diakses oleh para orang tua.


Semoga laman Sahabat Keluarga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para orang tua. Para konten kreator seperti para blogger juga diharapkan bisa membantu untuk memperkaya dan menyebarkan konten dari laman Sahabat Keluarga. Tuh, para blogger bisa banget kalo mau berkontribusi kirim-kirim tulisan seputar parenting ke laman Sahabat Keluarga lho, Insya Allah bermanfaat.

Sharing Kepenulisan Bersama Gol A Gong  

Sharing tentang tehnik menulis yang dibawakan oleh Gol A Gong merupakan salah satu materi yang ditunggu-tunggu oleh para peserta. Siapa yang tidak tahu Gol A Gong, penulis novel Balada Si Roy yang rencananya sebentar lagi akan segera difilmkan.

Gol A Gong menceritakan kisah masa kecil dan kedekatannya dengan ibunda tercinta. Ia menyatakan bahwa semua hal yang ia lakukan selama ini selalu meminta ridho sang ibu. Bahkan ketika pertama kali memutuskan untuk menjadi penulis dan nama aslinya yaitu Heri Hendrayana dianggap tidak komersil sehingga harus mencari nama pena. Nama Gol A Gong pun didapatkan setelah berdiskusi dengan kedua orang tuanya.

Pesan yang selalu diingat dari ayahnya adalah, “Bacalah buku apa pun, nanti kamu akan lupa kalau kamu itu cacat. Dengan membaca buku kamu akan pintar dan lupa bahwa kamu punya kekurangan.”
Di usianya yang 11 tahun Gol A Gong terjatuh dari pohon dan terjadi salah penanganan sehingga tangannya harus diamputasi. Tapi ia tetap semangat berkat dukungan dari orangtuanya. Masa kecil Gol A Gong diisi dengan membaca dan berolahraga. Ia bahkan sempat menjadi atlit bulu tangkis, meraih berbagai penghargaan dan berkeliling dunia. Saat ini Gol A Gong mengelola Rumah Dunia di Serang, Banten bersama istri tercinta, Tias Tatanka. 


Setelah mengungkapkan kisah masa kecilnya yang sangat inspiratif dan menggugah semangat, materi pun beralih ke tehnik menulis. Kami diberikan berbagai ilmu tentang tehnik menulis essay. Contohnya tentang pemberian judul yang sebaiknya tidak ada unsur memberi tahu tapi justru harus mengundang tanya. Juga tentang hakikat penulisan essay yang merupakan opini penulis sehingga memang memiliki subjektivitas penulis.

Sebagai blogger gue sih merasa tercerahkan sekali dengan sharing dari Kang Gol A Gong karena selama ini kebiasaan para blogger ketika menulis judul seringkali panjang-panjang dan mencantumkan kata kunci dengan harapan bisa masuk ke mesin pencari google hahaha. Ternyata tehniknya agak berbeda sedikit dengan penulisan essay.

Dan merasa tersentil dengan ucapan Kang Gol A Gong yang mengungkapkan sebaiknya dalam menulis tidak ada unsur menggurui. INI IYA BANGET SIH! Kerendahan hati merupakan sesuatu hal yang selalu gue junjung tinggi setiap kali menulis. Hanya karena sering menulis tentang parenting bukan berarti gue merasa yang paling tahu dan paling pinter masalah parenting, tapi murni hanya menuliskan apa yang telah gue alami dan cara menanggapinya. Itu aja sih.

Street Photography Bersama Sambara

Materi selanjutnya yang sudah ditunggu oleh para blogger adalah Street Photography : Mendigitalkan Cerita Keluarga dalam Bentuk Foto dengan menggunakan Smartphone yang dibawakan oleh Sambara.

Belum apa-apa gue sudah tercengang dan terkagum-kagum dengan berbagai foto yang diambil oleh Kang Sambara. Menggugah emosi banget. Dalam Street Photography akan begitu banyak hal unik dalam sebuah moment yang tidak dapat terulang.

 
Jadi intinya sih kalo pake ilmu Street Photography tuh kita motretnya gak boleh banyak ngatur si subjek yang akan kita visualisasikan. Justru kita yang harus bisa peka dan menangkap moment yang sedang terjadi. Kalau mau motret anak ketika sedang bermain, yah potret saja mereka secara natural gak usah disuruh-suruh senyum atau nengok ke kanan-kiri hahahahaha. Siapa tuh emak yang suka ngatur-ngatur anaknya kalo mau motret? *aku ngacung!*

Setelah mendapat materi, para blogger pun langsung terjun ke lapangan dan motretin anak-anak yang sedang asyik berenang. Duh gimana kabarnya tuh gue yang kalo selfi aja masih sering nge-blur hahahaha. Tapi seru sih, belajar hal baru memang selalu menyenangkan.


Belajar Mendongeng!

Sementara para emak blogger mendapat berbagai materi berfaedah, anak-anak pun asyik bermain dibawah bimbingan Kak Dandi Ukulele dan Kak Arnel. menurut cerita dari Fathir sih anak-anak diajak bermain ular naga, permainan tupai, bermain origami, mengikuti lomba menggambar dan belajar mendongeng.


Anak-anak terlihat bersemangat karena tehnik mendongeng yang diajarkan oleh kak Dandi & Kak Arnel melibatkan unsur musikal, jadi mereka banyak belajar lagu baru. Mereka juga mempersiapkan pementasan drama yang akan dipersembahkan di malam harinya di acara api unggun. Kalau Fathir sih sesudah mendapat peran di kamar lansgung sibuk nyanyi terus. Kayaknya sih lagi latihan sembari berusaha menghapalkan lirik dan dialog hahaha.

Pementasan drama di acara api unggun pun berjalan lancar dan kocaaaaak banget! Walaupun jalan ceritanya sederhana, tapi mereka sangat bersemangat dalam membawakan peran yang diberikan. Aniwey, Fathir kedapetan peran sebagai dokter yang bertugas untuk mengobati sayap si Keli Kelelawar hahaha.

Setelah pementasan drama, acara ditutup dengan ucapan terima kasih dan bersama-sama menyanyikan lagu Kemesraan. Sungguh acara yang hangat.

Cerita Fathir yang Sulit Move On

Sepertinya acara Camping Sahabat Keluarga menimbulkan kesan yang mendalam di hati Fathir. Sepulangnya dari Bogor, dia tidak henti-hentinya bercerita tentang betapa senangnya ia bersama teman-teman barunya.

Satu hal yang membuat Fathir merasa tersanjung adalah bahwa ketika acara berlangsung, nama dia tercantum di daftar absen dan mendapat name tag sendiri. Anaknya seneng karena berasa dianggap dan benar-benar diundang ke acara tersebut hahahaha.


Padahal sebelum berangkat Fathir rada insecure dan tidak henti-hentinya bertanya apa yang harus ia lakukan selama di sana. Ia sepertinya ketakutan gue bakal sibuk kerja dan meninggalkannya mati gaya sendirian hahaha.

Waktu itu sih gue jawabnya simple aja. "Pokoknya tugas kamu selama di sana ikutin aja semua acara yang berlangsung, trus kalo kata Mama disuruh foto harus mau lho yah! Tugas utama kamu jadi model Mama selama di sana." Hahahaha.

Ternyata sesampainya di sana, Fathir malah asyik sendiri bareng teman-temannya dan meninggalkan gue terus. Asli deh, Fathir tuh gak pernah kelihatan dan menghilang terus, seringnya sih nongkrong di lapangan bola. Bahkan di acara makan pun, dia gak pernah bareng ama gue, sibuk ngoceh sama teman-temannya. Hahaha

Tapi untunglah, Fathir terlihat sangat senang dan bisa menyesuaikan diri dengan baik bersama teman-teman barunya di acara tersebut.


Parenting is an Everyday Learning

Sesungguhnya menjadi seorang ibu merupakan salah satu kegelisahan terbesar dalam hidup gue.

Setiap kali dihadapkan pada sebuah situasi tertentu yang mengharuskan gue untuk mengambil keputusan, hati gue selalu diliputi perasaan bimbang dan ragu. Gue kerap kali bertanya pada diri sendiri apakah keputusan gue sudah tepat? Apakah ini merupakan jalan yang terbaik untuk anak-anak gue?


Tapi setelah mengikuti event Camping Sahabat Keluarga dan berdiskusi serta mengobrol banyak dengan sesama orang tua, gue pun menyadari bahwa sejatinya ilmu parenting bukanlah ilmu pasti. Tidak akan ada teori parenting yang pasti cocok untuk setiap anak, karena setiap anak berbeda dan istimewa. Jadi teori yang cock untuk anakmu, belum tentu akan cocok jika diterapkan kepada anak gue. Demikian pula sebaliknya.

Satu-satunya hal pasti dalam teori parenting hanyalah bahwa setiap orang tua pasti sayang kepada anaknya. Itu saja. Mudah-mudahan saja kita semua bisa menjadi orang tua terbaik untuk anak-anak kita yah. Wah, gue merasa mendapat banyak pencerahan.

Terima kasih banyak yah KEB dan Kemdikbud karena sudah dilibatkan di acara super keren ini. Semoga di lain kesempatan kita bisa bertemu kembali.

Silahkan kunjungi :
Website : Sahabat Keluarga
Instagram : @sahabatkeluargakemdikbud
Twiter : @shbkeluarga
Facebook : Sahabat Keluarga


30 komentar:

  1. Beruntung banget teteh bisa ikutan acara super duper keren ini, btw aku kemana aja baru tau kalo Gol A Gong teh tangan kirinya diamputasi, dan nasehat bapaknya ngena banget!

    Aku juga kalau jadi Fathir ikutan acara emak2 suka deg2an nanti ngapain aja lalu diem aja hahaha

    memang jadi orang tua tuh berat ya teh mesti terus belajar tiada henti

    BalasHapus
  2. Wow seru banget, asli baru tahu kisah Gol a gong btw, tfs ya tetehh

    BalasHapus
  3. wah seru banget yah teh Erry, beruntung banget bisa ikutan yah. Banyak ilmu baru tentunya ya teh. Setuju banget bahwa parenting itu everyday learning

    BalasHapus
  4. Penulis Gol A Gong bener2 menginspirasi ya Teh, fokus sama hal lain biar lupa sama kekurangan. Seneng banget kalo bisa ikut acaranya.

    BalasHapus
  5. Acaranya seru banget, teh. Jadi orang tua memang everday learning ya, teh. Ak kerasa banget

    BalasHapus
  6. Aku terharu banget loh waktu sharing mas Golagong. Trus jadi penyemangat diri untuk bisa lebih baik sama anak2

    BalasHapus
  7. Iyaa, sebuah pengalaman luarbiasa untuk bekal kita sebagai orangtua, dan juga anak-anak, ya. Materi yang disampaikan para nara sumber pun ngena banget. Ah, belum bisa move on jadinya

    BalasHapus
  8. Banyak banget pengalaman dari camping yang belom bisa tertuliskan, gagal move on.
    Bener kata Mak Dwina, berasa ditabok sama sharingnya Mas Gol A Gong, hayu ah semangat..semangat..
    Hayu ah belajar, apgred trus menjadi ortu sepanjang masa ..

    BalasHapus
  9. Seneng banget bisa jadi salah satu bagian dari acara ini, kaya mimpi bisa kepilih dari sekian banyak yang daftar #rezekiemaksolehah hehee.. Jadi orang tua emank kudu terus upgrade ilmu ya teh, apalagi belajarnya kaya kemaren seneng banget gak berasa kalo kita lagi belajar..

    Si abang pulang dari sana ngomongnya jafi sesundaan gitu teh hahaaa

    BalasHapus
  10. Uwooh seru bangeeet. Mupeeeng.
    Akutu dari dulu pengen ngajakin io camping belum kesampean, keburu tau kalau doi alergi dingin, keburu punya bayi. Liat ini makin mupeeng gusti.

    Dan iya banget, jadi orang tua mah belajar sepanjang masa yaa

    BalasHapus
  11. Wah seru banget nih acaranya. Padat bergizi. Mdh2an bakal ada lagi acara camping manjah kyk begini n kl waktunya cocok pengen banget bs ikutan

    BalasHapus
  12. Kemping sama anak tuh memang seru banget! Senangnyaaaa.... Apalagi kalau kegiatannya banyak.

    BalasHapus
  13. Wah aku baru tau kisahnya Gol A Gong yang ngalamin kecelakaan itu *ke mana aja elu, Fi?*
    Aku suka foto candidnya Fathir sama Zahran, Ry. Tsakep banget

    BalasHapus
  14. Ilmu2nya asik banget ya Ry. Dan diajarin motret pula, berarti nanti gantian fotoin saya ya kalau ketemu, hehe

    BalasHapus
  15. Waaah asyek banget ih dapat ilmu yang luar biasa 😅😍😍😍

    BalasHapus
  16. Wiih asik bangeeet.. banyak dapet pelajaran sambil seneng2.. mau ikuuut

    BalasHapus
  17. Keren banget sharingnya Kang Gola Gong ttg ibunya yg ngasih semangat menulis dan baca buku. Baca berkali2 langsung inget anak2. Semangat! Semangaaat!

    BalasHapus
  18. Galau bawa Kayla atau Fathir. Kalau yg dibawa Kayla pasti Fathir bakal nelpon terus dan nanyain mamah udah sampai dimana padahal baru juga naik bus sejam yang lalu. :D

    Seru amat acaranya, Teh. Aku ngikutin di storynya KEB dan emak2 lainnya nih. Jadi pengen ngajakin anak-anak camping lagi.

    BalasHapus
  19. Yang sharing ilmunya keren-keren :)

    BalasHapus
  20. Camping emang selalu bikin bahagia dan asyik ya teh, jadi lebih deket juga kan sama yang tadinya engga deket.

    BalasHapus
  21. “Bacalah buku apa pun, nanti kamu akan lupa kalau kamu itu cacat. Dengan membaca buku kamu akan pintar dan lupa bahwa kamu punya kekurangan.” ini pesan yang dalam, aku bakalan inget ini baik2, nuhun teh

    BalasHapus
  22. Waaaaah Gola Gong! Buat saya, Gola Gong adalah pelopor travel blogger indonesia. Ihihihi. Btw kempingnya seru banget sih, Teh. Nyesel gak daftar deh.

    BalasHapus
  23. Wah banyak pisan ilmunya : bikin essays, street fotografi, belajar mendongeng ....
    #Ngiri :D

    BalasHapus
  24. Sungguh jadi orang tua yang baik buat anak-anak kelak adalah PR terbesar ya teh..

    Aku suka deh sama Fathir, anaknya humble bisa cepat beradaptasi sama lingkungan baru. Sampai besar kayak gitu ya dek, biar temennya banyak. ��

    BalasHapus
  25. Kalau dengar cerita parent lain yang camping suka kepengen tapi masih belum berani :D maybe someday yaa. Camping2an dulu di rumah hihi.

    BalasHapus
  26. Wahh seru ya ..bisa kamoing bareng anak n temen2 juga, beruntung deh teh Ery bs ikut :)

    BalasHapus
  27. wahh asyiikk yaa dapet banyak pengalaman dan ilmu

    BalasHapus
  28. Terharu dengan kalimat ini,"Parenting is everyday learning." huhuhu...

    BalasHapus
  29. Seru banget acaranya teh, ibu happy anak happy :)

    BalasHapus
  30. Seru ya acara yang melibatkan ibu dan anak kayak gini :)

    BalasHapus

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS