Senin, 24 Agustus 2015

Menanggapi Komentar Buruk di Blog



Ih, emangnya gue pernah gitu dapet komentar gak enak di blog? 
Iya, pernah banget!

Gue juga heran, padahal mah selama ini, gue jarang banget menulis postingan opini atau apapun yang sifatnya kontroversial lho!
*YA IYA LAH SECARA POSTINGAN LO ISINYA CURHAT SEMUA GITU LHO!*

Tapi, tetap aja sih postingan bernada curhat yang gak pernah berniat untuk menyenggol siapa-siapa pun ternyata ada aja yang mungkin gak suka bacanya.

Anak-anak gue pernah dikasihan-in dan dibilang kurang gizi karena gak pernah dimasakin sama emaknya, gue pun pernah dituduh kurang nasionalis karena kebanyakan posting soal Korea, dan bahkan yang paling menikam adalah ketika ada juga yang merasa prihatin karena Abah memiliki istri seperti gue.


OUCH!!

 *ih da aku mah meuni selalu salah aja di mata kamu teh,  trus ai aku harus gimana lagi atuh?*
Akh, pokoknya kalo diceritain mah sedih pisan siah! 

Berdasarkan pengalaman nge-blog selama ini, maka berikut ini gue akan mrncoba untuk mengklasifikasikan berbagai type orang yang berpotensi untuk memberikan komentar bernada gak enak di blog menjadi beberapa macam :

Type 1 – gak lucu!

Type yang seperti ini biasanya memberikan komentar dengan nada bercanda dan bermaksud untuk melucu. Tapi entahlah mungkin karena memang kurang gaul atau sense of humor nya aja yang kurang baik, jatuhnya malah jadi gak enak di hati kita.

Tapi karena memang pada dasarnya mereka tidak berniat untuk menyakiti hati kita dan murni hanya dikarenakan ketidakpekaan mereka semata,  jadi mending dimaklum aja deh yah.

Justru type yang seperti ini sebenernya patut dikasihani dan perlu dipukpuk, karena sebenernya dia gak tahu apa kesalahannya tapi ujung-ujungnya malah disebelin.

Mungkin kalo lo memang lagi ada waktu, sekali-sekali bolehlah ajak mereka piknik ke Monas atau ke Taman Mini, biar hidupnya gak terlalu garing lagi.

Type 2 –gue benci elo, elo elo, dan iya elo juga! 

Mungkin lo punya teman yang setiap saat kerjaannya nyetatus atau nge-twit hal-hal yang dipenuhi aura kebencian?

Yah pokoknya semua dikeluhkan, mulai dari harga-harga yang pada naik, pemerintah yang pada gak bener kerjanya, temen2 nya dia yang suka pada ngomongin dia di belakang, blablabla…

Sekali-sekali mengeluh sih, wajar aja namanya juga manusia, tapi kalo keseringan ehm,…

Kebayang gak sih kalo type kayak beginian mampir ke blog lo?

Jangankan postingan di blog lo, tukang sayur ganti hape aja gue rasa bakal dikomentarin juga ama dia.

Hah? Ya ampun si mang ganti hape pake Iphone? Tega banget sih dia nyakitin gue! TEGA BANGET! Pokoknya gue gak bakalan pernah mau belanja ikan kembung lagi di dia! GAK SUDI!

Jadi udah jelas lah yah, kalo lo dapet komentar gak enak dari type orang yang kayak begini mah mending diabaikan aja, daripada lo jadi ikutan kebawa sarap kayak dia juga!

Type 3 – Gak Setuju Aja Sih!

Yah namanya juga kita manusia yang memiliki berbagai pemikiran dan pendapat yang berbeda.
Tentu saja lo gak bisa mengharapkan bahwa SEMUA orang di muka bumi ini suka sama tulisan lo dan bahwa SEMUA orang memiliki pendapat yang sama dengan lo!

Tentu saja dalam hal ini dibutuhkan kebesaran hati lo sebagai seorang penulis dan seorang blogger untuk bisa menerima pendapat yang berbeda dengan lo.

Kita gak perlu memaksakan pendapat kita, sama seperti halnya dengan orang lain juga gak bisa memaksa kita untuk setuju dengan pendapat mereka dong, iya kan?

Dalam hal ini sih, solusi yang paling tepat menurut gue adalah : Let’s just agree to disagree!
Okay kan? Mari kita sepakat untuk tidak sepakat aja.

Lo dengan jalan lo dan gue dengan jalan gue, tapi marilah kita tetap berteman karena kita sama-sama manusia dewasa yang bisa menerima segala perbedaan.

*EDAN, INI KENAPA GUE JADI BIJAK BEGINI!!*
*ciye-in gue atuhlah!*

Type 4 – Baik sih, Tapi Kok Nyakitin!

Nah type seperti ini nih yang sebenernya paling berat untuk dihadapi.

Seperti komentar yang gue terima dan gue capture di atas tuh, mungkin maksudnya baik, tapi kok, aduh hati ini berasa perih-perih-nyelekit-gimana-gitu ketika membacanya.

Saran gue ketika menerima komentar dengan jenis seperti ini adalah, beri aja waktu kepada hati lo untuk menenangkan diri terlebih dahulu.

Dan kemudian setelah pikiran lo jernih, lo bisa mencoba untuk menyerap esensi yang sebenarnya dari komentar tersebut. Dan mudah2an sih pesan yang sesungguhnya akan beneran nyangkut di hati lo, walaupun terbalut dengan perkataan yang gak enak.

Itu aja sih.

Menjaga Hati

Gue adalah type orang yang sering banget bercanda di social media, bahkan bisa dibilang hampir gak pernah bisa serius sih.

Sehingga semua lapak gue, baik itu di blog, FB, twiter atau IG biasanya selalu dipenuhi dengan komentar dari teman2 yang biasanya balas ngebencandain gue juga. 

Dan karena memang pada dasarnya gue sering bercanda, gue pun tentu saja bisa membedakan mana komentar yang dilontarkan dengan nada bercanda dan mana komentar yang bernada serius dan memang berniat untuk ngajak ribut.

Tapi syukurlah, selama ini semua  teman2 gue baik di twiter, facebook & IG pada asyik diajak bercanda sehingga sampai sejauh ini sih semua berjalan aman2 aja.

Dan gue pun selalu berusaha untuk gak mudah tersinggung atau sakit hati ketika dibercandain juga.

Misalnya saja dari nama panggilan. Gue selalu membebaskan temen2 gue untuk manggil gue apa aja. Kebanyakan sih manggil gue mbak, teteh, kakak dan kalo temen blogger biasanya manggil gue Bibi.

Tapi selainnya itu ada juga yang suka manggil gue tante, ibu, oeni (kakak) Eoma (ibu) bahkan ada juga yang suka manggil gue ahjuma bhahahaha…
*ahjuma itu semacam istilah mbok-mbok dalam bahasa Korea gitu lah* 

Tapi gue gak pernah marah lho, asyik-asyik aja gue mah.

Dan yang paling random adalah belakangan ini mulai banyak yang suka manggil gue “MIN” kalo di twiter…bhahahaha…

Gue beneran gak marah lho yah, buktinya mention-nya gue jawab :)

Tapi, gue gak marah lho yah, malahan berasanya lucu aja.

Dan gue juga sering banget di-capslock-in kalo nerima mention di twiter lho…bhahahaha…
APAAN SIH INI!
Dan kalo menurut gue, gak perlu marah atau tersinggung juga sih nerima mention model begitu mah, TINGGAL DIBALES PAKE CAPSLOCK LAGI AJA, KAN KELAR URUSANNYA! 

Mungkin karena dalam lubuk hati gue sangat menyadari bahwa mereka niatnya emang hanya bercanda dan sekedar pengen akrab aja ama gue, jadi gue pun nerima-nerima aja.

Gak perlu sensi juga.

Komentar yang Lebih Buruk Lagi!

Dan selain menerima komentar buruk, gue juga pernah mendapat komentar caci maki lho.

Postingan gue yang berjudul Drama Korea Menjadi Sinetron merupakan salah satu  postingan gue yang mendapat cukup banyak view dan di share oleh berbagai fanbase/fanpage drama Korea.

Dan hingga saat ini, postingan tersebut mendapat lebih dari 300 komentar.

Tapi apabila lo telusuri satu-persatu komentar di dalamnya, maka dari sekian banyak komentar positif yang menyatakan persetujuannya dengan isi postingan gue, terdapat juga beberapa komentar bernada caci maki kepada penulisnya, yaitu gue!

Ada komentar yang menyatakan gue terlalu pro Korea dan kurang mencintai produk bangsa sendiri dan ada juga komentar yang ngatain gue bego, udah tahu sinetronnya plagiat kenapa masih tetap ditonton juga, buat apa punya remote? *eh, bener juga sih*

Dan namanya juga gue hanya sekedar manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan dan hatinya suka gampang galau, walaupun komentar bernada positif jauh lebih banyak daripada yang negatif, tapi tetap aja lho segala macam caci maki yang ada di postingan itu bikin gue kepikiran.

Bahkan ada satu komentar bernada kutukan yang membuat gue sedikit kaget karena isinya menyuruh gue untuk tenggelam aja bersama kapal feri sewol!

Duh!

Setelah hati gue sedikit jernih, maka pada saat itu gue pun melakukan introspeksi besar-besaran.
Yang menjadi pemikiran gue saat itu adalah, apakah tulisan gue memang sebegitu menyakitkan hati seseorang, sampai ia tega melontarkan komentar bernada caci maki seperti itu kepada gue?

Gue baca ulang tulisan gue...

Kemudian gue baca lagi....

Gue baca ulang kembali hingga berkali-kali sembari tetap melakukan introspeksi.

Saat itu gue merasa bahwa gue hanya sekedar menuliskan pendapat gue dan ketidaksetujuan gue akan sesuatu hal. There’s nothing wrong. Toh gue menuliskannya di blog gue sendiri. 

Dan gue baca ulang terus, sampai akhirnya gue menemukan sesuatu.

Dari sekian banyak kalimat yang gue tuliskan dalam postingan tersebut, ternyata ada satu kalimat gue yang bernada nge-bash.

Iya, gue akui bahwa di postingan tersebut ada satu kalimat gue yang nge-bashing salah saru artis sinetronnya, dan gue katain mirip Aqua gallon, walaupun udah gue coret biar gak terkesan terlalu frontal. 

Tapi tetap aja sih, bashing is bashing. And it’s not good.
Mengeluarkan pendapat yang bernada tidak setuju akan sesuatu memang gak apa-apa, but bashing is a total  different thing. Karena itu artinya lo mencela dan merendahkan. Dan hal seperti itu dapat menyakiti hati orang lain

Ehm, okay I learned my lesson!

Sejak saat itu gue berusaha untuk selalu berhati-hati dalam menulis atau mengeluarkan status di social media. Ketika gue tidak menyukai sesuatu hal, maka gue akan mengungkapkannya dengan sangat hati-hati, atau malah mending gak usah dibahas aja sekalian.

Jangan sampai apa yang gue tuliskan menyakiti hati seseorang. Gue sudah pernah merasakan gimana sakitnya di-bash jadi gue berusaha untuk gak nge-bash.

So, no more bashing.

Jadi kalau lo perhatikan, walaupun gue sering sekali mengeluarkan status bernada galau ketika Lee Min Ho atau Kim Wo Bin akhirnya punya pacar, tapi gak pernah sekalipun gue nge-bash pacar-pacar mereka.

Padahal mah jujur aja, dulu gue tuh suka iseng mengeluarkan status2 bernada nge-bash. Selain ke Nikita Willy sih biasanya ke Syahrini, Dewi Persik atau Jupe. Niatnya sih murni cuma iseng aja, tapi sekarang lagi berusaha banget untuk dihilangkan.

Yes, I learned my lesson!

Jadi, buat siapapun yang waktu itu meninggalkan komentar bernada caci maki di postingan gue, gue ucapkan terima kasih karena gue akhirnya bisa memahami sesuatu dan mengambil hikmahnya.

O ya, dan semua komentar bernada caci maki itu sampai sekarang gak gue hapus lho yah, masih terpajang di postingan tersebut. Sengaja sih untuk pengingat bagi gue, kalo suatu saat lagi pengen nge-bash sesuatu.
 
Racun!

Setelah melakukan berbagai kontemplasi dan merenung sembari menatap gorden ruang tamu, akhirnya gue pun berhasil mendapatkan sebuah pemahaman.
Menurut gue,  menerima komentar negatif itu ibaratnya seakan-akan ada seseorang yang sedang menyodorkan racun kehadapan kita.

Lo bisa memilih apakah racunnya mau lo abaikan dan dibuang saja, ataukah racunnya mau lo minum dan kemudian membuat sekujur tubuh dan hati lo menjadi kesakitan.

So, chose wisely!

Syukur-syukur kalau lo bisa meramu kembali racun yang telah disodorkan tersebut menjadi sesuatu yang bisa membuat diri lo menjadi lebih baik lagi.

Semua keputusannya ada di tangan lo.

Dan harapan gue sih semoga saja sahabat2 blogger gue diluar sana yang mungkin pernah mengalami hal yang sama seperti gue, bisa berhasil mengatasinya dan semangat terus untuk nge-blog yah.

Boleh juga bantu untuk menambahkan atau sharing pengalaman di kolom komentar agar kita bisa saling menguatkan satu sama lain.
 
Komentar paling absurd!

Memang sih logikanya adalah ketika lo membuat tulisan dengan nada menyerang, maka lo harus siap untuk diserang. Dan ketika lo nge-judge maka lo pun harus siap untuk di judge balik. 

Dan ketika lo melakukan kesalahan seperti gue, yaitu nge-bash maka lo pun akan di bash balik.

Sampai sejauh ini, komentar bernada nge-bash paling epic dan hardcore yang ada di postingan tersebut adalah yang berikut ini…bhahahaha…


 OKEH FINE, GUE DIBILANG GAYUNG!

Ya udahlah, gue toh udah nge-bash orang lain mirip aqua gallon, jadi gue pun akan berbesar hati dan menerima dengan lapang dada ketika dikatain mirip gayung.

Fair enough…

TAPI…TAPI NIH YAH…TAPIII…

Kalaupun memang gue harus menjadi gayung, maka gue mohon dengan amat sangat, ijinkanlah gue untuk bertransformasi menjadi sebuah gayung yang terdampar di kamar mandi yang terdapat di dorm/kost-kostan-nya anak EXO!

OKAY? DEAL?! PLIS ATUHLAH!

Pengen jadi gayung di kost-an mereka ajah!

PS : Buat temen2 yang mau ikutan nge-autumn trip dan menjelajah Seoul ala Backpacker dengan jadwal 5-11 November 2015, silahkan mampir ke postingan gue : Autumn Trip ala Drama Korea atau silahkan kirim email langsung ke : erryandriyati@gmail.com



112 komentar:

  1. Puk puk Mbak Erry...Biarkanlah komentar-komentar buruk tersebut berlalu ya, Mbak :-) Aku dan masih banyak fans Mbak Erry lainnya tetap setia menunggu postingan postingan khas ala Mbak Erry :-) Semangat!!!

    BalasHapus
  2. Aku kayaknya belum ngalamin, Teh.
    Makasih tipsnya. Teteh selalu keren postingannya. Betah atulah di blog Teteh :D

    BalasHapus
  3. wah aku sering banget bunda...
    terutama di blog yg satunya lagi :P
    tapi biarin aja, jangan ditanggapilah, langsung aja masukin kotak spam
    hitung2 latihan uji mental, melihat sampai dimana batas kesabaran kita berada

    BalasHapus
  4. ada yang ngutuk??haduh,ada2 aja ya....
    aku mah tetep,i lope yu bi...^^

    BalasHapus
  5. waah mbak keren segitu banyaknya komen, pasti kalo dibalas satu-satu bisa keriting jarinya hehehe...betewei baru tahu juga istilah ngebash..terlepas dari itu semua you're rock n roll (kereeeen) :)

    BalasHapus
  6. yang paling ngekek dibilang gayung...duh emang ada2 aja ya mba...
    sabaaarrrr mba erry, ntar healer dateng nolongin kok #eh hehehe....

    BalasHapus
  7. Ry, bacanya sampe terharu...
    Komen negatif adalah resiko dari setiap tulisan yang kita buat.
    Saya pernah ngerasain duluuuuuuu banget. Nggak teu juga apa isinya karena nggak pernah saya baca. Tapi beradsarkan informasi dari temen-temen yang kasian sama saya...hihi, katanya negatif...saya juga nggak pengen tau sih negatifnya kayak apa...
    Yang jelas, orang yang sering atau bahkan selalu berpikiran apalagi berkomentar neatif adalah orang yang tidak nyaman dengan dirinya sendiri. Bahagia mah ketinggian kali ya...kalau kta nyaman dengan diri kita, ngapain juga kita menyakiti hati orang lain...iya nggak sih?
    :D

    BalasHapus
  8. Setuju Teh Erry. Komentar buruk tak perlu dihapus. Racun seracun-racunnya tetep pilihan di kita. Keren postingannya Teh Erry. :) Syukak!

    BalasHapus
  9. Kalem aja, lanjut terus. :)

    Aku mau jemput Dhia dulu, baru setengah bacanya . ntar dilanjut pulangnya.
    (komentar macam apaaa ini) hahaha

    BalasHapus
  10. Hahahaa kok bisa sih kepikiran gayung :)) Ada2 aja sih komen2 absurd di dunia maya yg absurd ini ya Mak :)) Btw, blognya sudah kufollow ^^

    BalasHapus
  11. Duh Ry, banyak salah ketiknya ternyata!
    Maapkanlah...
    Tetep semangat nulis, bagikan kebahagiaan pada orang yang mau menerimanya. Kalaupun ada rasa-rasa yang bikin hati kita nggak nyaman, itu yang namanya keseimbangan hidup. Kalo semua orang suka sama tulisan kita, nanti kitanya jadi sombong. Ambil pelajarannya. Dan bener kata Erry, kadang kita nggak sadar menulis sesuatu yang tidak baik, sehingga keburukan itu juga akhirnya menyentil kita...
    Sip ya, sukses terus, Ry!

    BalasHapus
  12. TEH ERRY, SEBENERNYA YANB NGASI RACUN ITYYUUU YA TEH ERRY.

    Racun drakor yang ga ada penangkalnya selain berdiam di depan monitor, merenungi nasib dan kehampaan hidup ini ketika belom ada drakor dan MV baru.

    BalasHapus
  13. EDAN TWITTE KAPSLOK KABEH, AKU CUKUP NGEPSELOKIN KOLOM KOMEN YA MBAK

    #NGAKAK #ORANESUKOK

    BalasHapus
  14. Hahahahahahaha. Kok aku gak terharu ya teh. Malah lucu jadinya 😝

    Teh erry seh terkenal banget. Bahkan aku buat postingan kontroversi sekalipun gak akan ada yang terlalu nanggepin karena yang koemntar pasti temen temen blogger yang udah sering komen aja 😅 tapi dengan catatan gak aku share ke group seh

    BalasHapus
  15. Hmm.. salim dulu ah.. mana tau ada komentar yang gak sengaja jadi duri dalam daging yang saya buat melalui jari-jari manis saya ini *Ditoyor pake remot*

    Semangat Teh, tengkyu dah berbagi masalah bashing membashing itu, kita kadang gak sengaja dan walaupun sudah berhati-hati mungkin saja ada yang terselip di tulisan kita.

    Oh ya, boleh ikutan bertransformasi gak? Jadi sabun di kamar mandi dorm/kost-kostan-nya anak EXO juga. Kalau ga boleh EXO mah Bigbang juga gak papa *modus banget nawarnya* *bayangin aja kok udah senang yak?* guyur kepala*

    BalasHapus
  16. Kalo teteh jadi gayung biarlah aku jadi tutup odol aja di kamar mandi mereka hahahaha.... pernah dapet sih teh komentar buruk dulunya di blog yg lama. Cuma aku cuek aja soalnya anonim gitu anggep setan aja.

    BalasHapus
  17. Aku ikutan panggilan Ahjuma juga aaah *kemudian disambit kulkas*
    Bahahaha.... woles aja, Ry. Anggap aja radio butut. Aku sih kayaknya ga pernah nerima komen negatif di blog (apa aku kurang peka?). Yang beda pendapat ada sih, tapi jarang secara emang menghindar juga nulis yang kontroversi. Cuma paling sebel kalau tukang obat sama tukang kredit komen dan ngiklan di blogku. Disitu ku jadi pengen pinjem kulkasmu buat nyambit. Boleh, ga? :D

    BalasHapus
  18. Aduh, bikin ngakak sambil bayangin muka kaya gayung tuh gimana yah?
    Makin beken kan terpaan angin makin kenceng hihihihi
    Maju terus pantang mundur... aja aja fighting!!!

    BalasHapus
  19. eh gua baru tau kalo lu berubah nama jadi mimin. hihihi. :P
    dan kasian pula mukanya kayak gayung. kudu segera ke korea ry (eh min) buat operasi plastik! :P hahahaha. eh komentar gua ini gak termasuk komentar buruk kan ya? :P

    btw gua kalo dapet komentar buruk sih langsung dua delete aja daripada males bacanya... :P

    BalasHapus
  20. Gorden mana gordeeeen *lalu buat ngipasin Bibi.
    Yes, I learned from your lesson.
    Eh, aku malah baru tau kata Ahjuma loh Biii..




    BalasHapus
  21. luar biasa Teh Ery banyak fans nya... anggap saja mereka peduli teh. Kalau ngga suka yah lewatin aja komennya. atau tanggapi dengan santun kaya yang selama ini teteh lakukan.

    BalasHapus
  22. wah semangat kaa. kalo aku mah tetep ngedukung dan selalu suka tentang postingan korea. tapi aku ga suka ngeblog sukanya cuap-cuap di twitter ajaa. okee ngebaca postingan ini malah jadi ngakak. aku jg mau ka transformasi jadi gayung ke bias dorm. LoL. postingan seru ttg kdrama dan kpop nya tetep ditunggu ka. yaaay.

    BalasHapus
  23. Emang kudu beneran bisa intropeksi diri ya, Bi. Dulu, awal suka kaget juga dapat komentar jelek. Tapi lama-lama, merekalah yang buat blog kita viewernya jadi banyak. Wkwkwkw..

    BalasHapus
  24. Ikut sedih atas komentar2 buruk itu ya Ahjuma .... *tapi kenapa barusan ngikik ya baca soal gayung ?*

    BalasHapus
  25. Selama ini masih fine" aja sih mbak yang komentar...thanks untuk sharingnya ;)

    BalasHapus
  26. penasaran siapa yang dibilang aqua galon :))
    ternyata dia,,,

    komentator emang gak ada matinya,,merka akan ngejudge dan comment dengan standarnha mereka,,,

    aku kalau baca comment2 di IG artis suka geleng-keleng kepala..
    ada yang comment gini di IG nya rafi ahmad

    "nagita pakai jilbab dong,, suaminya dosa kalau istri dibuka buka gitu auratnya,,"


    #tepokjidate

    BalasHapus
  27. jadi inget dulu pas lagi booming serial kw my love from another star itu pas lagi nyari2 info malah nyasar ke blog bibi.. langsung keketawaan sadis ama temen, terutama pas baca si aqua galon ituu.. kok kepikiraan.. hihihi
    tapi gak nyangka juga sih ya kalo itu jelas2 becanda, si bibi malah di komenterin mirip gayung..
    sabar ya bi, aku padamu selalu lah..

    aya trip ka korea? adung hayaaang pisaan... kumaha iyeuu

    BalasHapus
  28. Moal komen ah..Bisi dimasukin ke kategori 2 :D

    BalasHapus
  29. duuuh teh ahaha aku dari baca serius jadi ketawa sendiri.. maapin.. tetep tegar ya mak.. merdeka! *lah*

    BalasHapus
  30. Screenshoot 1 tuh aku paling ingat banget Ry haha parah banget tuh orang :D .
    Blogku komennya aku tutup dulu (dalam rangka menjaga hati uhuy!), entah sampai kapan, padahal kangen komen teman2 blogger, habis takut juga klo sering disodori racun haha.

    BalasHapus
  31. Bibiiiii..aduhhh Baca ini mak jleb iya terharu iya, ngakak iya, haha. Satu2nya tulisanku yg kontroversial Dan ke-share dg sengaja itu berakhir kontroversial juga kan, inget kan *toyor diri sendiri*. Bibi Mah mental nya lebih kuat Dari aku, jauhhhh.. Aku Mah tinggal kabur aja biar ga liat, ga denger, ga terlibat lagi. Bahkan postingan yg itu aku kunci. Haha.. Ga Ada energi lebih soalnya buat nerima, apalagi respon, doh ya sudahlah ive learned my lesson juga, jangan toel emak emak yg bergerombol, bisa bonyok haha...keep fighting biii. Platform bibi Mah susah ya, buat cabut aja gitu *ihh emang aku pengecut aja mah* lol. Biggg hugsss

    BalasHapus
  32. Alhamdulillah ya.. ga dibilang nenek gayung.. hehe #kabur #sebelumdilempargalon #hastagkepanjangangapapa

    BalasHapus
  33. Duuh, komen-komen yang luar biasa. Soalnya, di blog saya mah biasa-biasa aja mbak :). Da saya mah apa atuh.. hi..hi..

    BalasHapus
  34. Eh, jangan2 saya pernah jadi type komentator no 1..hihihi. Setuju sih Mbak, kalau judge orang atau sesuatu harus siap dijudge balik. Tapi saya belum dan semoga gak pernah. Beneran saya tipe penakut, mending bikin postingan yang adem ayem aja,

    BalasHapus
  35. Sampai gitu ya komennya, itu tanda mb Erry sudah jadi seleb blog deh, yg komen macam2 haha. Komen di blogku sih normal2 aja sampai sekarang, cuma sering dimampiri orang jual obat hihi :D

    BalasHapus
  36. hihi... lucu... penasaran siapa sih aqua galin itu...?

    BalasHapus
  37. Kali pertama mampir! Ngakak bacanya mak! wkwkwkw. *Tepuk tangan* dan salam kenal :D

    BalasHapus
  38. Kali pertama mampir! Ngakak bacanya mak! wkwkwkw. *Tepuk tangan* dan salam kenal :D

    BalasHapus
  39. Kali pertama mampir! Ngakak bacanya mak! wkwkwkw. *Tepuk tangan* dan salam kenal :D

    BalasHapus
  40. Fiyuuuuhhhh...lap keringet dulu.
    sala kenal ya mak, mbak, teteh, kakak, bunda, bibi atau siapa ya enaknya biar mb Erry suka? halh

    Itu tega sekali yg bilang seperti anak TK, huhuuuuuuu
    Maklum mbak kalau dapat caci maki dari korean lovers karena mereka kan udah fanatik sama drama korea, tapi kan suka2 mb Erry ya...kan blog ini blognya mb Erry hahahhaa hidup mb Erry

    BalasHapus
  41. Yang paling bikin ngikik adalah komen balik dibilang gayung :D
    *puk puk mbak erry, yang sabar yak. eh btw, kalo ke taman mini, ajak-ajak ya. lagi butuh butuh piknik juga nih, hahaa

    BalasHapus
  42. Wiii....curhatnya panjaaaang...hehe... Yg sabar ya Ry..yg bc tulisan kt mmg beragam org jd komennya pun beragam .. TFS..jd ikut ambil hikmahnya...

    BalasHapus
  43. pertama kali mampir ke sini...jadi senyum sendiri.
    orang emang macem-macem ya...

    BalasHapus
  44. baca postinganmu ini mbak membuat perasaanku bingung, antara turut prihatin sm komentar2 pedes bin maknyes itu dengan perasaan ngempet ngguyu...

    puk puk buat dikau mbk, yg sabar yak, tetep berkarya dan be your self : )

    BalasHapus
  45. Mba... eh apa Unnie ya?
    Hihihi aku asli ngakak ini mbaca blogmu. Ada yang komen negatif berarti, selamat anda sudah tenar haha. Mungkin setenar Exo ya Mba, kkk. Anyway, blogpostnya menghibur dan berguna banget buat siap-siap kalau ada komen begini mampir di blog saya juga. Sebagai emak-emak doyan Kpop yang blom berani nulis tentang Korea pake identitas asli, saya salut. Hwaiting Unnie!

    BalasHapus
  46. Teh, maappp banget teh.. Tapi itu komentar absurd itu beneran bikin ngakak lho.. Bahaha.. Sabar2 yaa tehh.. Memang ketenaran itu bagai 2 sisi mata uang ya teh, ada yg suka ada yg ga sukak. Inget aja lagu si neng Taylor, haters gonna hate. Jadi sebagus apapun karya kita (ciyehh kita) tetep ada 1-2 yg ga suka :D

    BalasHapus
  47. Jadi pengen komentar juga nih. Hater akan selalu ada, jgn kan dunia maya di dunia nyatapun pasti byk, bahkan bisa jadi teman atau orang terdekat.

    Kenapa kita harus sedih saat mereka ngatain kita, cacimaki kita, emg mereka siapa? Apakah mereka yg bikin kita bahagia? apakah mereka yg selalu ada disamping kita? kalau mau dijabarin lagi byk. Apakah mereka yg besarin kita? ngasih kita uang? ngasih kita makan? NO.

    So, Buat apa menganggap orang yg bahkan kita tidak tahu wujudnya? masak kita harus galau dengan orang dengan profil muka monyet yg ngatain kita? Orangnya aja nggak jelas, wajar komentarny juga nggak jelas. Palingan juga mereka udah komentar terus lupa. Anggap aja angin kentut, yg bau sebentar kemudian hilang.

    Kenapa kita harus memikirkan mereka yg tidak ada pengaruh baiknya buat kita. Kenapa kita harus memikirkan mereka saat kita punya orang dekat seperti keluarga yg selalu mendukung kita.
    Kenapa kita harus memikirkan mereka saat mereka ingin menjatuhkan kita.
    Seharusnya yg kita pikirkan adalah orang yg selalu syg & mensupport kita.

    Sungguh hal yang sia2 galau karena haters.

    Sekian mbak :)

    BalasHapus
  48. Bibi... Aku berasa seleb lho, kalo punya hater. Hihihi... padahal yang nulis geje di blog-ku cuma satu tapi aku udah bahagia aja, gitu. Kalo yang nulis geje ke bibi banyak, berarti Bibi seleb banget! Asekkk

    BalasHapus
  49. hehehehe..memang aneka rupaaa ya judulnya ..tapi suka tidak suka, pasti adaaa aja yang sirik tanda tak mampu atau memang juga berniat menasihati, tapi dengan caranya yang aduhai...setuju ama Erry pokoknyaaa hehehehe. Aku juga jadi tertarik jadi gayung nih :)

    BalasHapus
  50. Akuh juga ikutanlah Kalo jadi gayung di tempatnya exo. Aahaha.. Duh ada2 aja yaa.. Tetap semangat teh. Hihihihi

    BalasHapus
  51. Indah Rifiyanti24 Agustus 2015 22.31

    Seserius2 ny isi postingan pasti nyempil brondong2 kecee... haha...

    SUKA SUKA SUKA....

    BalasHapus
  52. Duuuh Mba Erry, baca tulisan ini ikut merenung buat saya, terima kasih banyak Mba Erry sudah menyadarkan saya juga untuk lebih hati2 dalam bertutur baik lisan maupun tulisan, karena benar tidak semua orang senang dengan kita, tapi kita juga harus yakin bahwa banyak juga kok yang suka dengan kita,

    jadi yang ga suka sama kita cuekin ajalah, jangan terlalu dipikirin sampai sakit kepala, iya ga Mba? mendingan langsung nyalain DVD nonton Aa lee min ho... hahahahha

    BalasHapus
  53. Tapi saya salut sama Mba Erry, masih mempelajari kenapa komentar negatif itu datang dan menemukan masalahnya, dan masih membiarkan semua komentar itu ada sebagai pengingat, hanya hati yang kuat yang bisa begini Mba :)

    BalasHapus
  54. "yang suka berkata jelek, yang suka berkata kasar, yang suka berkata kotor itu dimaklumi saja karena mereka belum punya ilmu untuk berkata dengan sopan dan baik, jika tidak sanggup menasehatinya, maka doakan saja" kalimat ini sering bangat jadi wejangan dari mama saya supaya tidak gampang marah ketika bertemu dengan orang2 seperti itu Mba.

    BalasHapus
  55. Serba salah ya kak,padahl ma niatan cm curhat aja, kok tiba2 yg komen kayak seolah2 menyalahkan... aku sering niii dpt komen sok tau pdhl yg komen kyknya cm baca judul aja tanpa liat isi..
    Btw aku juga masi pke bahasa alay klo nulis di blog dn mungkin ada yg ngerasa aneh krn kita uda meerried kalik ya kak...huahaaa

    BalasHapus
  56. Pernah lah... :p Yang paling gak lucu adalah: orang marah2 ke gue krn dia berpikir gue njiplak tulisan (soal kesehatan waktu itu) temennya. Dan pas gw cek... JENG-JENG. Temennya yang njiplak persis tulisan gw. Pengen ngelempar sendal gak sih?! Pdhl jelas2 postingan gw sekian tahun lebih dulu drpd postingan temennya.

    Ada lagi. Bilang gw bodoh, gak bisa ngitung bulan/hari. Padahal itu kan postingan tertunda. Dipikir gw koran harian apa?! :D Jadi mah kalo ada orang2 gitu nyanteeeee aja, say. Mungkin itu orang2 yg kurang piknik!

    BalasHapus
  57. TETEH YANG SABAR, YA. KENAPA JADI GAYUNGNYA DI KAMAR MANDI EXO? KENAPA BUKAN LEE MIN HO ATAU JI CHANG WOOK? KENAPA, TEH? KENAPA???!! :D

    BalasHapus
  58. Etcieee teteh punya haters :D :D :D

    BalasHapus
  59. Haters itu sama aja fans,, tapi sebagian haters itu iri sama teteh hehehehe

    BalasHapus
  60. semangat terus mba berpikir positif :))

    BalasHapus
  61. gileee... udah mau jadi artis nih teteeh.. hihihi..

    Haters itu orang yang paliiing perhatian ke kitaa lhoo teehh...

    sampe segitunya yaa ngatain kaya gayung?? wkwkwkwk

    mmuach muuach

    BalasHapus
  62. emangnya di dormnya EXO mandinya masih pake gayung teh?? :P

    BalasHapus
  63. komen jangan sampe bikin kepikiran mbak, mungkin yg ngasih komen juga ga niat mo nyerang penulisnya, bahkan kenal juga nggak yg penting ninggalin jejak aja.
    keep semangat mbaksis!

    BalasHapus
  64. Berharap selalu dapet feedback positif di dunia maya itu mustahil. Ada aja orang yang komen gak enak. Masih mending ya postingannya dibaca terus dikomen. Ada lagi yang komen cuma liat judul doang.

    Dan saya termasuk yang sebel sama komen kaya yang di capture. Abis komen nggak enak, terus minta maaf karna kata-katanya kasar. Kaya pengen jahat tapi gak mau dianggep jahat. Kalo pengen komen yang gak kasar, kan masih bisa diedit2 dulu kalimatnya sebelum klik post. *numpang curhat*

    BalasHapus
  65. semangat kakak and keep writing... to be honest, aku penggemar berat tulisan kakak... kadang2 bisa ngakak sendiri bacanya... bukan cuma tentang drama korean dan seluk beluknya, tapi juga bisa ceritain kehidupan sehari2 dan anak2 dengan kocak... daaaannnnn......kalo lagi nonton drama korea dengan cowo ganteng, kadang suka inget kalo uda punya anak dan jadi emak2... tapi aku langsung inget kakak hihihihi... walaupun uda emak2, tapi masih boleh dong ngecengin cowo korea yang ganteng2... toh suami fine2 aja heeheheh...

    BalasHapus
  66. Mak Erry.... yg sabar ya, itu tandanya mak Erry udah jadi seleb, tenar gitu lho... hehe...
    *maaf ya garing* :) Introspeksi diri perlu agar kita menjadi lebih baik, tapi jgn sampai racun itu melemahkan kita. Semangat terus mak Erry.....

    BalasHapus
  67. Eh booo, udah ganti jd blogspot yaak? Sabar aja kalau ada yg komen jelek2. Emang nasib blogger, he

    BalasHapus
  68. Waduhhh Mbak, komennya macam2 banget. Yang sabar ya Mbak... Hidupkan DraKor di blog #lahhhh

    BalasHapus
  69. Apalagi kalau ada yg mromosiin barang gitu gan.. wah harus segera di hapus.. membuat postingan jadi gak enak dilihat.. hehe
    Ohh ya kalau ada waktu mampir ke blog baru ane ya gan sebagai tanda persahabatan..

    BalasHapus
  70. hahaha..anggap aja udah jadi seleb blogger ry....komen2 nya macem2 deh....anggap angin lalu aja, keep posting without bashing..nah tuhh!

    BalasHapus
  71. Hahahah... gayung.
    Saya juga pernah sih dapet komentar buruk, tapi nggak saya approve waktu saya moderasi. :D

    BalasHapus
  72. Hahahah... gayung.
    Saya juga pernah sih dapet komentar buruk, tapi nggak saya approve waktu saya moderasi. :D

    BalasHapus
  73. komentar buruk yah, kasih senyuman aja, mumpung kita di negara demokrasi, ga ada yang ngelarang berpendapat

    BalasHapus
  74. Sebenarnya mau puk-puk si mimin.. eh tapi tiba2 ngakak gegara gayung....
    ..Hahaha..

    BalasHapus
  75. Somehow, in a way, aku salut sama mereka yang berani komen pedas di blog. At least kalo emang mereka ada yg nggak suka sama blog kita, cara nulis kita, gaya kita, or even personality kita - mereka berani ngomong. Gak cuma mbatin doank tapi di depan masih sok baik. Lebih KZL sama yang kayak gitu. *Gesi mengapa kamu malah jadi nyampah di blog si Bibi?* auuuuuu :p

    BalasHapus
  76. Ikutan emosi baca screeshot pertama. Kan tiap penulis punya gaya sendiri-sendiri, yang akan menjadi ciri khasnya.
    Cuekin aja deh yang kayak gini mbak,
    Tebakan saya, yang komen gitu baru sekali berkunjung ke blog mbak, malah bisa jadi itu adalah kunjungan pertama dan terakhir

    BalasHapus
  77. mesti banyak sabar ya mba :)

    BalasHapus
  78. Ahhh...dakuw pernah sih say, hanya komentarnya mengkritik bukuku hiks, tetap semangaat.....yang penting selalu berusaha menulisa yang terbaik...

    BalasHapus
  79. Ahjuma bawa gayung...
    hmmmm

    hahahaha
    *kebayang*

    Dibawa ketawa depan laptop aja mbak, nggak usah dibawa kerumah pas laptopnya udah mati
    Kita baca atau nggak toh nggak ada bedanya buat orangnya
    Kita pikirin atau nggak juga nggak ada bedanya buat orangnya
    Yang ada kita sedih sendiri, luka sendiri, capek sendiri..

    Aku juga pernah sih dapet.
    Tapi nggak sampe bilang mirip gayung sih. Dibilang sok cakep padahal mirip monyet
    Errrrr...

    hahahahha

    Keep it up mbak
    Bagus sih kalau kita jadi berbenah dan memperbaiki kesalahan saat ada yang kritik/saran
    Tapi menurut aku jangan semuanya diamini
    Nanti karakter blog nya mbak erry lama-lama bakal hilang kalau ngikutin semua kritik/saran

    Just be your self, because your blog means your home
    If they don't like your home, then close your door for them
    or if they're in already, show them the exit door
    hahaha

    P.S.
    apakah ada gayung di dorm anak-anak exo?
    hmmmmmmm
    kayaknya pada punya shower deh mbak. "SM Ent" terlalu kaya untuk punya gayung hahaha :p

    BalasHapus
  80. Jangan tanggapin komentar gitu mba cuekin aja :)

    BalasHapus
  81. Ternyata si bibi eta teh baik hati dan tidak sombong, mudah-mudahan dikabulkan doanya untuk jadi gayung.
    aminkan :D

    BalasHapus
  82. Teh Erry saat ngetik komen adalah apresiasi atas postingan, dan saya mengapresiasi cara Teh Erry menanggapi aneka komen dengan jawaban bijaknya. Tetap semangat menulis dan posting.

    BalasHapus
  83. Teh sini aku temenin deh dikamar mandinya exo. Gak papa aku jadi embernya juga :D

    BalasHapus
  84. kirain bi erry gak pernah di komen gak enak, aku juga bberapa kali pernah :-D

    BalasHapus
  85. ikut sedih atas komentar2 buruk itu ya mba
    tetap semangat :)

    BalasHapus
  86. posting sambil berlinangan air mata ni teh? hehe. tiba2 merasa bersyukur blog akika gak banyak pembacanya. hahaha. tetep sehat, biar bisa tetep nulis teeh! *semoga komentarnya gak termasuk yang garing* AMEN

    BalasHapus
  87. Mbak Erry dibilang kayak gayung? Lah kalo ntar udah nini-nini bisa dikatain nenek gayung lho! Terkenal kan? *sarap* #ditoyor xD

    Wah wah wah Mbak Erry... Hatinya seluas samudra hindia pasifik ya.. Syukur deh nggak pernah terpancing. Aku juga mulai ngurangin bash dikit-dikit Mbak. Bener juga ya, ngebash itu malah menunjukkan aura jelek kita aja, suka mencela. :3

    BalasHapus
  88. salut sama teh erry, komentar buruknya tetep disimpen sbg pengingat. klo aku mgkn udah aku apus dan ga mo diinget lg drpd bete

    BalasHapus
  89. i feel you!

    dulu ada yang komen "kasian ya Rafa, udah jelek eh punya ibu penyakitan"

    postingan terakhir ada yg komen "duileee olshop nya apa sih, segitu sibuknya"

    gayung mana gayung?

    BalasHapus
  90. Diiih kok nyolot sih itu komentarnya teh. Pake menggurui pulak. Tapi sabar aja teh orang sok tau gitu di kehidupan nyata suka ga punya temen hihi

    BalasHapus
  91. Atuhlah meuni gayung hahaha #eh ga boleh gini ya.
    Tapi gimana dong, kalau lucu2an buat ngatain susah buat engga. Mau nahan jempol juga susah teh hahahaha masih belom bisa.

    BalasHapus
  92. Kalo saya mah gak ambil pusing sama komentar blog....
    Kalo ada nilai positifnya saya ambil, kalo nggak ya udah...

    BalasHapus
  93. Ha ha ha
    Resiko orang beken Mbak Er..dan komentator tahu Mbak Erry orangnya sabar he he he

    BalasHapus
  94. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  95. Hhmmm..
    Kalau aku aneh aja sama yang kasih komentar buruk atau negatif. Kalau gak suka ya gak usah kau baca, kenapa jadi repot sendiri ya gak?
    Gak suka sama blog kita tapi tetap dibaca.
    Gak suka ama tweet kita tapi dikomentari. Tp tweet sih aku pikir masih lebih bebas untuk dikomentari karena namanya juga tempat orang "nyampah".... tapi kalo komen jelek di blog, itu orang yang aneh menurutku.

    BalasHapus
  96. Eh, saya baca tuh komentar ituu.. makjleb banget emang kata-katanya. Tapi menurutku sih dia gak baca tulisannya secara penuh. Terlalu fast reading sampai gak bisa memahami tulisannya. Mungkin aja dia hanya baca judul doang. Atau pas lagi komen dia lagi sebal nungguin pembantunya ambilin makan di dapur. Sabar ya, Mbak.. apapun komentar jelek yang dtunjukkan padamu, aku tetap setia jadi temanmu kok eaaaa haha

    BalasHapus
  97. Teteh kan meuni hits pisaannnn..... :)))) kalau ada yang komentar gitu wow banget kan

    BalasHapus
  98. Mba Eri mah gitu orgnya. klo gak dihujat, gak bakal bs posting ginian, hahaha

    aku mah gak peduli komen haters

    BalasHapus
  99. klo bersifat membangun ya terima aja, klo cuma meledek atau sebagainya abaikan, hapis aja

    BalasHapus
  100. rame sakali ini.... numpang jualan kacang ya... "kacang.... kacang...."

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  101. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  102. wuh keren kak... bener banget itu... meskipun komentarnya buruk jangan di hapus.... :) siapa tau itu bisa memotivasi ^^

    BalasHapus
  103. komentar buruk mah hapus aja bi ;/

    BalasHapus
  104. suka sih sama kalimat teteh yg "menerima komentar negatif itu ibaratnya seakan-akan ada seseorang yg sedang menyodorkan racun kehadapan kita, lo bisa memilih apakah racunnya mau lo abaikan dan dibuang saja, ataukah racunnya mau lo minum dan kemudian membuat sekujur tubuh dan hati lo menjadi kesakitan." Ya Allah betul banget itu teeehh^^ makin syukak deh tulisan teteh^^

    BalasHapus
  105. wooo aku juga pernah mbak yang kayak gtu :(

    BalasHapus
  106. Waduh yg komen udah segambreng, ngakak waktu dirimu dipanggil mimin

    BalasHapus
  107. Akupunnn pernah disinisin di komen blog. Tapi yaudinlah ya, berusaha jawab semanis mungkin juga aja kaya jawaban teteh diatas.Hihihi. Lucu-lucu ya ternyata orang di dunia maya teeehhh. Tetep semangat ngeblong dan ngetwitnya ya teeeh, apalagi kalo bahas koriyaaaaa :D

    BalasHapus

 

Blog Template by BloggerCandy.com